Editor
KOMPAS.com - Iran akan menutup sepenuhnya ruang udara Teheran pada Senin sebagai bagian dari pengamanan dan pengaturan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Penutupan tersebut berdampak pada penghentian sementara operasional dua bandara utama di ibu kota, yakni Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini.
Meski ruang udara Teheran ditutup, pemerintah Iran memastikan penerbangan di wilayah lain tetap beroperasi normal selama rangkaian prosesi berlangsung.
Baca juga: Putra-putra Ali Khamenei Iringi Shalat Jenazah, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Masih Tak Muncul
Penutupan ruang udara dilakukan mengikuti jadwal resmi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung di sejumlah kota di Iran hingga Irak sebelum prosesi pemakaman terakhir di Mashhad.
Iran akan menutup sepenuhnya ruang udara Teheran pada Senin sebagai bagian dari pengaturan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, demikian dilaporkan kantor berita ISNA.
Penerbangan di seluruh wilayah Iran tetap beroperasi tanpa pembatasan pada Minggu.
Namun, ruang udara Teheran akan ditutup sepenuhnya pada Senin saat berlangsungnya prosesi utama pemakaman.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan Organisasi Penerbangan Sipil Iran, seluruh penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran akan dihentikan sementara pada Senin seiring penyelenggaraan upacara penghormatan terakhir di ibu kota.
Pada Selasa, Bandara Mehrabad akan kembali beroperasi secara normal.
Sementara itu, Bandara Internasional Imam Khomeini masih akan tetap ditutup.
Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa pada 9 Juli, ruang udara di atas Kota Mashhad di timur laut Iran beserta operasional Bandara Internasional Shahid Hasheminejad akan dihentikan sepenuhnya selama berlangsungnya upacara puncak pemakaman.
Penerbangan di wilayah lain di Iran akan tetap berjalan normal pada 7-8 Juli, kecuali di Mashhad pada hari terakhir rangkaian prosesi.
Khamenei gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut memicu perang yang berlangsung selama beberapa pekan dan meningkatkan ketegangan di kawasan.
Rangkaian upacara pemakaman secara resmi dimulai pada Jumat, dengan dihadiri para pemimpin negara dan delegasi resmi dari berbagai negara di kawasan maupun luar kawasan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Sesuai jadwal resmi, prosesi penghormatan masyarakat akan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin.
Selanjutnya, rangkaian prosesi akan berlanjut ke Kota Qom pada 7 Juli.
Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan berlangsung di Baghdad, Najaf, dan Karbala, Irak.
Jenazah akan disambut para tokoh agama dan pejabat politik sebelum dibawa ke sejumlah tempat suci utama umat Syiah.
Upacara pemakaman dan pemakaman terakhir dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Kompleks Makam Imam Reza di Mashhad.
Kompleks tersebut merupakan salah satu situs suci utama umat Syiah di Iran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang