KEBUMEN, KOMPAS.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sadang terus memperluas perannya dalam pelayanan masyarakat.
Tidak hanya bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, organisasi ini kini merambah pelayanan publik melalui peluncuran program Samsat Corporate serta merintis pendirian Klinik Muhammadiyah untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan warga Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen.
Peluncuran program tersebut dilakukan dalam kegiatan Tabligh Akbar Hari Ber-Muhammadiyah yang digelar di Kecamatan Sadang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 1.000 warga dari berbagai desa di Kecamatan Sadang.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua PCM Gombong Ir. Mohammad Yahya Fuad, S.E., perwakilan Samsat Kebumen, Kantor Urusan Agama (KUA) Sadang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sadang, serta pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kebumen.
Baca juga: Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Ketua PCM Sadang Bilaludin mengatakan, salah satu langkah strategis yang kini diwujudkan organisasinya adalah menjalin kerja sama dengan Samsat Kebumen melalui program Samsat Corporate.
Program tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor tanpa harus datang ke pusat kota Kebumen.
Menurut Bilaludin, kehadiran layanan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat Sadang yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan administrasi kendaraan.
"Melalui kerja sama ini, masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam membayar pajak kendaraan sehingga pelayanan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efisien," ujar Bilaludin.
Selain menghadirkan inovasi pelayanan publik, PCM Sadang juga terus melakukan penataan administrasi aset wakaf yang dimiliki persyarikatan.
Ia menyebutkan bahwa dari total 29 bidang tanah wakaf yang sedang diproses, sebanyak 17 bidang kini telah resmi mengantongisertifikat.
"Selain kemudahan pajak, kami juga berkomitmen dalam tertib administrasi aset. Dari 29 aset wakaf yang sedang diproses, alhamdulillah 17 bidang tanah di antaranya kini telah resmi bersertifikat," katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis sertifikat perizinan Majelis Hari Ber-Muhammadiyah serta sertifikat tanah aset Muhammadiyah sebagai bentuk penguatan legalitas organisasi.
Di sektor pendidikan, PCM Sadang juga mencatat perkembangan yang cukup menggembirakan.
Bilaludin mengungkapkan bahwa pembangunan gedung kedua untuk mendukung kegiatan pendidikan dasar telah rampung pada Jumat (3/7/2026).
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang cukup besar, yakni penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Hingga kini, Kecamatan Sadang belum memiliki fasilitas kesehatan dengan layanan rawat inap yang memadai.
Karena itu, PCM Sadang tengah merintis pendirian Klinik Muhammadiyah.
Menurut Bilaludin, bangunan klinik sebenarnya telah tersedia, namun operasionalnya masih terkendala pemenuhan tenaga dokter sebagai salah satu syarat penerbitan izin operasional.
"Kami berharap seluruh persyaratan dapat segera terpenuhi sehingga Klinik Muhammadiyah bisa mulai beroperasi pada tahun ini dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sadang," ujarnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas berbagai langkah nyata yang dilakukan Muhammadiyah di wilayah Sadang.
Menurutnya, organisasi tersebut telah memberikan kontribusi besar melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
"Sadang memiliki potensi alam yang indah dan nilai-nilai Islam serta semangat gotong royong yang masih hidup kuat di tengah masyarakat. Pemerintah tentu menyambut baik setiap gerakan positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga," kata Lilis.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang hadir sebagai penceramah utama, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam tausiyahnya, ia menceritakan latar belakang keluarganya yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah umat.
Baca juga: Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung
Ia menegaskan bahwa dua tokoh besar bangsa, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari, sama-sama memiliki tujuan memajukan umat Islam dan bangsa Indonesia melalui pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai keislaman.
Prof. Sofyan juga mengapresiasi kehadiran warga NU dalam Tabligh Akbar tersebut sebagai wujud nyata persaudaraan antarumat Islam.
Menurutnya, kerukunan menjadi modal utama dalam membangun daerah.
"Kalau umat rukun dan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, maka daerah itu akan maju. Persatuan dan kualitas sumber daya manusia adalah kunci kemajuan bangsa," ujar Sofyan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang