Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Luncurkan Samsat untuk Layani Bayar Pajak Kendaraan

Kompas.com, 6 Juli 2026, 13:24 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KEBUMEN, KOMPAS.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sadang terus memperluas perannya dalam pelayanan masyarakat.

Tidak hanya bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, organisasi ini kini merambah pelayanan publik melalui peluncuran program Samsat Corporate serta merintis pendirian Klinik Muhammadiyah untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan warga Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen.

Peluncuran program tersebut dilakukan dalam kegiatan Tabligh Akbar Hari Ber-Muhammadiyah yang digelar di Kecamatan Sadang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 1.000 warga dari berbagai desa di Kecamatan Sadang.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Ketua PCM Gombong Ir. Mohammad Yahya Fuad, S.E., perwakilan Samsat Kebumen, Kantor Urusan Agama (KUA) Sadang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sadang, serta pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kebumen.

Baca juga: Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut

Ketua PCM Sadang Bilaludin mengatakan, salah satu langkah strategis yang kini diwujudkan organisasinya adalah menjalin kerja sama dengan Samsat Kebumen melalui program Samsat Corporate.

Program tersebut diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor tanpa harus datang ke pusat kota Kebumen.

Menurut Bilaludin, kehadiran layanan tersebut menjadi solusi bagi masyarakat Sadang yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan administrasi kendaraan.

"Melalui kerja sama ini, masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam membayar pajak kendaraan sehingga pelayanan menjadi lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efisien," ujar Bilaludin.

Selain menghadirkan inovasi pelayanan publik, PCM Sadang juga terus melakukan penataan administrasi aset wakaf yang dimiliki persyarikatan.

Ia menyebutkan bahwa dari total 29 bidang tanah wakaf yang sedang diproses, sebanyak 17 bidang kini telah resmi mengantongisertifikat.

"Selain kemudahan pajak, kami juga berkomitmen dalam tertib administrasi aset. Dari 29 aset wakaf yang sedang diproses, alhamdulillah 17 bidang tanah di antaranya kini telah resmi bersertifikat," katanya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis sertifikat perizinan Majelis Hari Ber-Muhammadiyah serta sertifikat tanah aset Muhammadiyah sebagai bentuk penguatan legalitas organisasi.

Di sektor pendidikan, PCM Sadang juga mencatat perkembangan yang cukup menggembirakan.

Bilaludin mengungkapkan bahwa pembangunan gedung kedua untuk mendukung kegiatan pendidikan dasar telah rampung pada Jumat (3/7/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang cukup besar, yakni penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hingga kini, Kecamatan Sadang belum memiliki fasilitas kesehatan dengan layanan rawat inap yang memadai.

Karena itu, PCM Sadang tengah merintis pendirian Klinik Muhammadiyah.

Menurut Bilaludin, bangunan klinik sebenarnya telah tersedia, namun operasionalnya masih terkendala pemenuhan tenaga dokter sebagai salah satu syarat penerbitan izin operasional.

"Kami berharap seluruh persyaratan dapat segera terpenuhi sehingga Klinik Muhammadiyah bisa mulai beroperasi pada tahun ini dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sadang," ujarnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas berbagai langkah nyata yang dilakukan Muhammadiyah di wilayah Sadang.

Menurutnya, organisasi tersebut telah memberikan kontribusi besar melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

"Sadang memiliki potensi alam yang indah dan nilai-nilai Islam serta semangat gotong royong yang masih hidup kuat di tengah masyarakat. Pemerintah tentu menyambut baik setiap gerakan positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga," kata Lilis.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang hadir sebagai penceramah utama, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam tausiyahnya, ia menceritakan latar belakang keluarganya yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah umat.

Baca juga: Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung

Ia menegaskan bahwa dua tokoh besar bangsa, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari, sama-sama memiliki tujuan memajukan umat Islam dan bangsa Indonesia melalui pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Prof. Sofyan juga mengapresiasi kehadiran warga NU dalam Tabligh Akbar tersebut sebagai wujud nyata persaudaraan antarumat Islam.

Menurutnya, kerukunan menjadi modal utama dalam membangun daerah.

"Kalau umat rukun dan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, maka daerah itu akan maju. Persatuan dan kualitas sumber daya manusia adalah kunci kemajuan bangsa," ujar Sofyan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baznas Gandeng DPR Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun, Dorong Regulasi Lebih Kuat
Baznas Gandeng DPR Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun, Dorong Regulasi Lebih Kuat
Aktual
Wamenag Sebut Prabowo-Gibran Komitmen Wujudkan Madrasah Lebih Baik
Wamenag Sebut Prabowo-Gibran Komitmen Wujudkan Madrasah Lebih Baik
Aktual
Muhammadiyah Luncurkan Samsat untuk Layani Bayar Pajak Kendaraan
Muhammadiyah Luncurkan Samsat untuk Layani Bayar Pajak Kendaraan
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Kunjungi KH Imam Jazuli Bahas soal Masa Depan NU
Menag Nasaruddin Umar Kunjungi KH Imam Jazuli Bahas soal Masa Depan NU
Aktual
Putra-putra Ali Khamenei Iringi Shalat Jenazah, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Masih Tak Muncul
Putra-putra Ali Khamenei Iringi Shalat Jenazah, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Masih Tak Muncul
Aktual
Aceh Menuju Episentrum Wakaf Dunia: Menanam 'Pohon Peradaban' lewat Peta Jalan Strategis 2026
Aceh Menuju Episentrum Wakaf Dunia: Menanam "Pohon Peradaban" lewat Peta Jalan Strategis 2026
Aktual
Menag: Pesantren Jadi Benteng Karakter Bangsa, Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Menag: Pesantren Jadi Benteng Karakter Bangsa, Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Aktual
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Ulama MUI: Islam Ajarkan Keseimbangan antara Memaafkan dan Menegakkan Keadilan
Aktual
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Perbedaan Ayat Al-Qur'an yang Diperdengarkan untuk Delegasi Asing di Pemakaman Ali Khamenei Picu Perdebatan
Aktual
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei
Aktual
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Ulama dan Pemkab Aceh Barat Sepakat Haramkan Permainan Domino “Peh Batee”
Aktual
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi
Aktual
32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya
32 PWNU Dukung Jakarta Jadi Lokasi Muktamar NU ke-35, Ini Alasannya
Aktual
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU
Jelang Muktamar NU 2026, Gus Rijal Klaim Mayoritas PWNU Ingin Perubahan Total Kepengurusan PBNU
Aktual
Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar