Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Luncurkan MSUS, Haedar Nashir Sebut Akan Tambah Daya Tampung

Kompas.com, 5 Juli 2026, 15:45 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Muhammadiyah resmi meluncurkan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai pengembangan baru di bidang pendidikan yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027.

Sekolah ini diproyeksikan menjadi kelas internasional yang memperkuat kiprah pendidikan Muhammadiyah sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sekolah berkualitas.

Peluncuran MSUS juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah mempercepat pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang berdaya saing global.

Baca juga: Profil SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Sekolah Favorit dengan Antrean Murid hingga 2033

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keimanan, dan tanggung jawab kebangsaan.

MSUS Resmi Diluncurkan, Siap Beroperasi di Tahun Ajaran Baru

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) resmi diluncurkan pada Sabtu (4/7/2026) dan akan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026–2027 yang dimulai 13 Juli 2026.

Baca juga: Antrean Murid SD Muhammadiyah Sapen Tembus hingga Tahun 2032, Orang Tua Rela Daftar Sejak Bayi

Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir didampingi Ketua PWM DI Yogyakarta Ikhwan Ahada, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq, serta Ketua PDM Bantul.

Haedar mengatakan, MSUS merupakan mata rantai pengembangan SD Muhammadiyah Sapen dengan distingsi sebagai kelas internasional.

Menurutnya, kehadiran MSUS sekaligus menjadi tonggak baru arah pengembangan pendidikan Muhammadiyah.

Jawab Tingginya Minat dan Tantangan SDM Indonesia

Haedar menjelaskan, MSUS juga dibangun untuk menambah daya tampung peserta didik karena minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sapen sangat tinggi.

Sebagaimana diketahui, SD Muhammadiyah Sapen merupakan salah satu sekolah dasar terbaik di Indonesia dengan jumlah pendaftar yang setiap tahun melebihi kapasitas sehingga calon siswa harus mengantre.

Lebih dari itu, kehadiran MSUS juga merupakan respons Muhammadiyah terhadap tantangan pembangunan manusia di Indonesia yang masih perlu dipercepat melalui pendidikan berkualitas bertaraf internasional.

“SD Muhammadiyah Sapen ini bagian dari usaha fastabiqul khairat, untuk bangkit menjadi sekolah unggulan bukan hanya di Indonesia, tapi nanti bisa berlevel ASEAN, bahkan berlevel internasional,” ungkap Haedar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat acara peluncuran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) pada Sabtu (4/7/2026).Instagram @haedarnashirofficial Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat acara peluncuran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) pada Sabtu (4/7/2026).

Pendidikan Muhammadiyah Tak Berorientasi Kapital

Haedar menegaskan, pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah tidak semata-mata bertujuan mencerdaskan intelektual peserta didik.

Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah dirancang secara integratif untuk mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus memperkuat iman para siswa.

Ia mengatakan, meskipun mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab konstitusional pemerintah, Muhammadiyah merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memajukan pendidikan tanpa berorientasi pada keuntungan ekonomi.

“Maka diperlukan ormas-ormas swasta yang tidak sekadar swasta, tetapi kita punya tanggung jawab kebangsaan. Mungkin kalau swasta saja itu berpikir hanya soal kapital. Kami tidak berpikir soal kapital, kami berpikir soal tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu komitmen Muhammadiyah,” imbuhnya.

PWM DIY Harap MSUS Jadi Pemicu Kemajuan AUM

Sementara itu, Ketua PWM DI Yogyakarta Ikhwan Ahada menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Muhammadiyah Sapen Universal School.

Ia menilai peluncuran MSUS menegaskan komitmen Muhammadiyah DI Yogyakarta dalam memajukan dunia pendidikan.

Ikhwan berharap kehadiran MSUS dapat menjadi pemicu bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di DI Yogyakarta untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menurutnya, meskipun secara administratif PWM DI Yogyakarta hanya memiliki lima PDM dan 87 PCM sehingga jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan wilayah lain, hal itu tidak mengurangi semangat untuk terus maju.

“PWM DIY meski hanya dengan lima PDM, 87 PCM, tentu relatif lebih sedikit dibanding dengan PWM-PWM yang lain. Namun kami punya tekad, PWM DIY small beautifull, but powerfull,” kata Ikhwan.

Melalui kehadiran MSUS, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan generasi yang unggul dan berkemajuan, baik dari sisi keimanan, moral, maupun kemampuan intelektual.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar