Editor
KOMPAS.com - Muhammadiyah resmi meluncurkan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai pengembangan baru di bidang pendidikan yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027.
Sekolah ini diproyeksikan menjadi kelas internasional yang memperkuat kiprah pendidikan Muhammadiyah sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sekolah berkualitas.
Peluncuran MSUS juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah mempercepat pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang berdaya saing global.
Baca juga: Profil SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Sekolah Favorit dengan Antrean Murid hingga 2033
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, keimanan, dan tanggung jawab kebangsaan.
Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) resmi diluncurkan pada Sabtu (4/7/2026) dan akan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026–2027 yang dimulai 13 Juli 2026.
Baca juga: Antrean Murid SD Muhammadiyah Sapen Tembus hingga Tahun 2032, Orang Tua Rela Daftar Sejak Bayi
Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir didampingi Ketua PWM DI Yogyakarta Ikhwan Ahada, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq, serta Ketua PDM Bantul.
Haedar mengatakan, MSUS merupakan mata rantai pengembangan SD Muhammadiyah Sapen dengan distingsi sebagai kelas internasional.
Menurutnya, kehadiran MSUS sekaligus menjadi tonggak baru arah pengembangan pendidikan Muhammadiyah.
Haedar menjelaskan, MSUS juga dibangun untuk menambah daya tampung peserta didik karena minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sapen sangat tinggi.
Sebagaimana diketahui, SD Muhammadiyah Sapen merupakan salah satu sekolah dasar terbaik di Indonesia dengan jumlah pendaftar yang setiap tahun melebihi kapasitas sehingga calon siswa harus mengantre.
Lebih dari itu, kehadiran MSUS juga merupakan respons Muhammadiyah terhadap tantangan pembangunan manusia di Indonesia yang masih perlu dipercepat melalui pendidikan berkualitas bertaraf internasional.
“SD Muhammadiyah Sapen ini bagian dari usaha fastabiqul khairat, untuk bangkit menjadi sekolah unggulan bukan hanya di Indonesia, tapi nanti bisa berlevel ASEAN, bahkan berlevel internasional,” ungkap Haedar.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir saat acara peluncuran Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) pada Sabtu (4/7/2026).Haedar menegaskan, pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah tidak semata-mata bertujuan mencerdaskan intelektual peserta didik.
Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah dirancang secara integratif untuk mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus memperkuat iman para siswa.
Ia mengatakan, meskipun mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab konstitusional pemerintah, Muhammadiyah merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memajukan pendidikan tanpa berorientasi pada keuntungan ekonomi.
“Maka diperlukan ormas-ormas swasta yang tidak sekadar swasta, tetapi kita punya tanggung jawab kebangsaan. Mungkin kalau swasta saja itu berpikir hanya soal kapital. Kami tidak berpikir soal kapital, kami berpikir soal tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu komitmen Muhammadiyah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWM DI Yogyakarta Ikhwan Ahada menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya Muhammadiyah Sapen Universal School.
Ia menilai peluncuran MSUS menegaskan komitmen Muhammadiyah DI Yogyakarta dalam memajukan dunia pendidikan.
Ikhwan berharap kehadiran MSUS dapat menjadi pemicu bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya di DI Yogyakarta untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Menurutnya, meskipun secara administratif PWM DI Yogyakarta hanya memiliki lima PDM dan 87 PCM sehingga jumlahnya relatif lebih sedikit dibandingkan wilayah lain, hal itu tidak mengurangi semangat untuk terus maju.
“PWM DIY meski hanya dengan lima PDM, 87 PCM, tentu relatif lebih sedikit dibanding dengan PWM-PWM yang lain. Namun kami punya tekad, PWM DIY small beautifull, but powerfull,” kata Ikhwan.
Melalui kehadiran MSUS, Muhammadiyah berharap dapat melahirkan generasi yang unggul dan berkemajuan, baik dari sisi keimanan, moral, maupun kemampuan intelektual.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang