Editor
KOMPAS.com - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mempercepat proses perpindahan layanan keberangkatan jemaah umrah ke Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tahap ketiga yang semula dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 dimajukan menjadi 10 Juli 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan pelaksanaan tahap pertama berjalan lancar dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga: Kemenhaj Minta PPIU Tertibkan Keberangkatan Umrah di Terminal 2F, Bagasi Harus Berlabel
Percepatan ini diharapkan membuat manfaat layanan Terminal 2F dapat dirasakan lebih cepat oleh seluruh jemaah umrah.
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan layanan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026 serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor SE-153/BN/2026.
Baca juga: Mulai 1 Juli, Jemaah Umrah dan Haji Khusus Wajib Berangkat Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
"Evaluasi pelaksanaan tahap pertama menunjukkan proses keberangkatan jamaah melalui Terminal 2F berjalan baik. Seluruh pemangku kepentingan mampu berkolaborasi secara optimal sehingga penyesuaian jadwal tahap berikutnya dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan kesiapan operasional dan kualitas pelayanan," kata General Manager Bandara Soetta Heru Karyadi di Tangerang, Rabu (8/7/2026).
Heru menjelaskan, perpindahan layanan keberangkatan jemaah umrah rombongan melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F telah dimulai pada 1 Juli 2026 dan berlangsung lancar.
Pada tahap pertama, layanan keberangkatan melibatkan maskapai Loong Air, Hainan Airlines, dan Saudi Arabian Airlines.
"Berdasarkan koordinasi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan tahap ketiga yang semula dijadwalkan pada 15 Juli 2026 dimajukan menjadi 10 Juli 2026," katanya.
Menurut Heru, kelancaran tahap pertama menjadi dasar percepatan penyelesaian proses perpindahan operasional sehingga manfaat Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F dapat dirasakan lebih cepat oleh seluruh jemaah.
Dengan adanya perubahan jadwal tersebut, tahapan perpindahan layanan keberangkatan jemaah umrah menjadi sebagai berikut:
Heru mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan regulator, maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), perusahaan ground handling, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses transisi berjalan lancar.
"Kami terus memperkuat koordinasi bersama regulator, maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), ground handling, dan seluruh stakeholder agar proses transisi berjalan lancar," terangnya.
Ia menambahkan, percepatan tahapan perpindahan dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan operasional maskapai, penyelenggara layanan kebandarudaraan, perusahaan ground handling, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah umrah.
"Tujuan utamanya adalah menghadirkan layanan yang semakin nyaman, tertib, dan efisien bagi seluruh jamaah sejak tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci," ungkapnya.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bersama seluruh pemangku kepentingan guna mendukung penyelenggaraan ibadah umrah yang aman, tertib, nyaman, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang