Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km

Kompas.com, 24 Mei 2026, 17:57 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Wakil Menteri Kementerian Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan fasilitas dan layanan di tenda-tenda Mina, Arab Saudi, guna memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah calon haji Indonesia saat menjalani puncak ibadah haji.

Peninjauan dilakukan dengan mengecek kebersihan kavling tenda, kapasitas tempat istirahat, hingga fasilitas kamar mandi dan toilet yang akan digunakan jamaah.

“Yang jelas hari ini saya dan kawan-kawan meninjau pembersihan kavling-kavling yang dilakukan oleh KBIHU atau oknum tertentu. Kedua, kita memastikan jumlah tenda sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak ada jamaah calon haji yang tidak memperoleh tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak di Makkah, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah mencopot sejumlah penanda yang dipasang sepihak oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di tenda-tenda Arafah.

Sejumlah tenda yang dikelola syarikah Rakeen maupun Duyuful Bait ditemukan memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU. Bahkan, beberapa penanda mencantumkan logo syarikah sehingga terkesan sebagai penempatan resmi.

Dalam kunjungannya ke Mina, Dahnil juga mengecek langsung kondisi fasilitas sanitasi untuk memastikan jamaah mendapatkan layanan yang layak selama bermukim di tenda.

Usai melakukan pengecekan, Wamenhaj bersama rombongan berjalan kaki dari Markas 12 menuju area pelontaran jumrah di Jamarat.

Markas 12 diketahui menjadi lokasi tenda jamaah Indonesia yang paling jauh dari Jamarat. Total jarak tempuh pulang-pergi dari titik tersebut mencapai sekitar 7 kilometer.

Menurut Dahnil, rangkaian ibadah di Mina membutuhkan kondisi fisik yang kuat karena jamaah harus banyak berjalan kaki tanpa dukungan kendaraan.

Bahkan, jamaah yang mengambil skema Nafar Awal diperkirakan menempuh perjalanan kaki hingga sekitar 21 kilometer selama fase Mina. Sementara jamaah Nafar Tsani akan berjalan lebih jauh lagi.

Menghadapi kondisi tersebut, Dahnil meminta jamaah memanfaatkan waktu sebelum puncak haji untuk memulihkan stamina dan memperkuat kondisi fisik.

“Makanya ada istilah hari Tarwiyah, yang maknanya merenung dan bersiap-siap. Gunakan waktu pada hari Sabtu dan Ahad ini untuk beristirahat secara fisik, karena nanti rangkaian di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan menguras tenaga yang cukup banyak,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.

Baca juga: Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan

Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai persiapan menjelang puncak ibadah haji agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia
KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius
Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius
Aktual
Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km
Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km
Aktual
Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat
Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat
Aktual
Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan
Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan
Aktual
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Aktual
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Doa dan Niat
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Aktual
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Aktual
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Aktual
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Firdaus Ditemukan, Istri Ungkap Pesan Haru untuk Petugas di Tanah Suci
Aktual
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Wakapolri Berkoordinasi dengan Otoritas Saudi untuk Perkuat Perlindungan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah
Ketegaran Nafsiah Dampingi Suami Sejak Berangkat Haji Hingga Harus Dimakamkan di Makkah
Aktual
Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Sekuriti Gratis untuk Mustahik
Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Sekuriti Gratis untuk Mustahik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com