Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SPAN-PTKIN 2026 Berubah Total: Seleksi Kini Sentuh Kesehatan Mental

Kompas.com, 5 April 2026, 22:15 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Seleksi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tahun ini hadir dengan wajah baru. SPAN-PTKIN 2026 resmi melakukan transformasi besar, mulai dari metode seleksi hingga pendekatan yang lebih menyentuh aspek psikologis calon mahasiswa.

Ketua Panitia, Abdul Aziz, menyebut pembaruan ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan sistem seleksi yang lebih adil, transparan, dan adaptif.

“Tahun ini kami melakukan penguatan fundamental, mulai dari verifikasi rapor hingga integrasi data nasional,” ujarnya.

Salah satu perubahan paling signifikan adalah integrasi data dengan sistem nasional seperti SNPMB dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Baca juga: Pengisian PDSS SPAN-PTKIN 2026 Dibuka Hari Ini, Sekolah Diminta Teliti

Kolaborasi ini juga melibatkan Pusmendik Kemendikdasmen untuk memastikan validitas data dan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, panitia juga meluncurkan dashboard pemantauan real-time yang memungkinkan pengawasan data secara langsung, mulai dari jumlah pendaftar hingga distribusi pilihan kampus.

Untuk Pertama Kalinya, Kesehatan Mental Jadi Pertimbangan

Hal paling menarik dari SPAN-PTKIN 2026 adalah hadirnya pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa.

Langkah ini menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Menurut Abdul Aziz, inovasi ini bertujuan untuk melihat kesiapan psikologis mahasiswa dalam menghadapi kehidupan kampus.

“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga secara mental,” jelasnya.

Tahun ini, sebanyak 143.948 siswa dari 12.174 sekolah ikut mendaftar melalui jalur SPAN-PTKIN.

Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap perguruan tinggi keagamaan Islam.

Bahkan, untuk pertama kalinya, jumlah pendaftar dari madrasah melampaui sekolah umum.

Menurut Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, hal ini menjadi bukti kuat bahwa ekosistem pendidikan Islam semakin berkembang.

Survei terbaru menunjukkan 97,3 persen siswa percaya kualitas PTKIN setara dengan kampus umum terbaik, sementara 96,7 persen optimistis lulusannya mampu bersaing di tingkat global.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menilai ini sebagai momentum penting untuk memperkuat reputasi internasional.

Transformasi sejumlah kampus seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) disebut sebagai langkah strategis menuju panggung global.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menegaskan bahwa SPAN-PTKIN kini menjadi kerja kolaboratif lintas sektor.

Mulai dari Kanwil Kemenag, Direktorat terkait, hingga guru BK di sekolah dilibatkan untuk memastikan proses seleksi berjalan optimal.

Dengan berbagai inovasi ini, SPAN-PTKIN 2026 tidak lagi sekadar jalur masuk perguruan tinggi.

Baca juga: Lulusan UIN Jakarta Makin Dilirik, Hampir 50 Persen Sudah Kerja Sebelum Wisuda

Ia menjadi simbol perubahan arah pendidikan tinggi Islam di Indonesia—lebih inklusif, berbasis data, dan peduli pada aspek manusia secara utuh.

Di tengah persaingan global, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga kesiapan mental dan karakter.

Dan bagi ratusan ribu calon mahasiswa, seleksi ini bukan hanya tentang diterima atau tidak—tetapi tentang kesiapan menghadapi perjalanan hidup yang lebih besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haji 2026 Tetap Dipadati Jemaah meski Timur Tengah Memanas, Lebih dari 1,5 Juta Orang Tiba di Saudi
Haji 2026 Tetap Dipadati Jemaah meski Timur Tengah Memanas, Lebih dari 1,5 Juta Orang Tiba di Saudi
Aktual
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Hukum, dan Bacaan Niatnya
Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Hukum, dan Bacaan Niatnya
Doa dan Niat
Jemaah Wajib Tahu, Skema Trip Bus Taraddudi dari Makkah ke Arafah dan Aturannya
Jemaah Wajib Tahu, Skema Trip Bus Taraddudi dari Makkah ke Arafah dan Aturannya
Aktual
Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji
Mengintip Fasilitas Arafah 2 Hari Sebelum Puncak Haji
Aktual
KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia
KH Imam Jazuli Gagas Transformasi 5.000 Pesantren di Seluruh Indonesia
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius
Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung, Suhu Makkah Bisa Capai 47 Derajat Celsius
Aktual
Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km
Jamaah Haji Harus Siapkan Fisik karena Akan Tempuh Jalan Kaki 21 Km
Aktual
Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat
Rute Mina-Jamarat Bisa 7 Km Sehari, Wamenhaj Minta Jemaah Haji Cukup Istirahat
Aktual
Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan
Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan
Aktual
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan Kereta Super Cepat dan Ribuan Bus untuk Layani 1,6 Juta Jamaah Haji 2026
Aktual
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Wukuf di Arafah Jadi Puncak Haji, Ini Doa dan Dzikir yang Dibaca
Doa dan Niat
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Dokter Ibu-Anak di Lampung Ini Layani Pasien dengan Kotak Infak, Terinspirasi Dokter yang Tak Pernah Pasang Tarif
Aktual
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Dulu Berdesakan dan Jalan Kaki, Kini Haji Makin Nyaman Berkat Teknologi dan Kereta Cepat
Aktual
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Baznas Permudah Kurban 2026 lewat Digitalisasi, Bisa Bayar via E-Commerce hingga Mobile Banking
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com