Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Upaya Arab Saudi Meningkatkan Budidaya Lebah Madu untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Kompas.com, 5 April 2026, 22:14 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Arab Saudi terus memperkuat program budidaya lebah dan produksi madu, khususnya di wilayah Asir Region.

Upaya ini dilakukan untuk mendorong pengembangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil madu.

Pemerintah setempat juga mengintensifkan pelatihan bagi peternak lebah guna memperkuat kapasitas produksi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan lingkungan.

Baca juga: Bunga Langka Bakhtari Mekar di Wilayah Perbatasan Utara Arab Saudi, Pertanda Apa?

Pelatihan Peternak Lebah di Muhayil Asir

Dilansir dari Saudi Gazette, di Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian wilayah Asir menggelar lokakarya khusus yang diikuti lebih dari 100 peternak lebah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Muhayil Asir Governorate dengan tema “Queen Bee Rearing”.

Workshop ini diselenggarakan bekerja sama dengan Saudi Reef Program, Khamis Mushait Municipality, Muhayil Asir Beekeepers Cooperative, serta Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Baca juga: Ribuan Sumur Kuno di Gurun Arab Saudi Jadi Bukti Kecerdikan Peradaban Masa Lalu

Fokus pada Teknologi dan Kualitas Produksi

Pelatihan tersebut menghadirkan materi ilmiah dan praktik terkait metode modern dalam budidaya lebah.

Beberapa topik yang dibahas meliputi teknik pembiakan ratu lebah, perbaikan genetik, penggandaan koloni, hingga pengelolaan sarang dan pencegahan penyakit.

Direktur Jenderal cabang kementerian di Asir, Mohammed Al Atif, menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan sektor perlebahan sekaligus mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah dan Kemitraan Global

Program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung peternak skala kecil serta memperkuat rantai nilai industri madu.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan teknis, pelatihan khusus, hingga akses pembiayaan.

Selain itu, Arab Saudi juga memperluas kerja sama dengan organisasi internasional guna memanfaatkan keahlian global dan menerapkannya dalam konteks lokal.

Peran Lebah dalam Ekosistem dan Pertanian

Selain bernilai ekonomi, lebah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Dalam tradisi Islam, pentingnya lebah tercermin dalam Surah An-Nahl yang menjelaskan fungsi dan peran lebah dalam kehidupan.

Lebah berkontribusi dalam menjaga stabilitas tanah dan lahan melalui proses penyerbukan yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Hal ini penting untuk mencegah erosi dan degradasi lahan, terutama di wilayah kering dan semi-kering seperti Arab Saudi.

Selain itu, lebah membantu reproduksi tanaman liar yang menjaga keanekaragaman hayati serta habitat alami.

Populasi lebah yang sehat menjadi penopang utama ekosistem dan rantai makanan.

Dampak terhadap Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Peran lebah juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Penyerbukan yang optimal mendukung produksi buah, sayur, dan kacang-kacangan, sehingga meningkatkan hasil sektor pertanian.

Upaya penguatan budidaya lebah ini sejalan dengan agenda lingkungan Arab Saudi, termasuk rehabilitasi lebih dari satu juta hektare lahan terdegradasi.

Program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi di seluruh wilayah kerajaan.

Dengan langkah ini, Arab Saudi tidak hanya meningkatkan produksi madu, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian.

Ke depan, penguatan sektor perlebahan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus ekologis secara berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Standar Ketat Haji 2026, Makanan Jemaah Dicek 3 Kali Sehari
Aktual
 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Embarkasi Jakarta-Pondok Gede Gunakan Fast Track Haji 2026, Jemaah Lebih Cepat Lewati Imigrasi
Aktual
 Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Satgas Haji Gagalkan 8 WNI Berangkat ke Tanah Suci Pakai Visa Non-Haji, Travel Nakal Diusut
Aktual
Arab Saudi Siapkan Transportasi Haji 2026: 3,1 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Layani Tamu Allah
Arab Saudi Siapkan Transportasi Haji 2026: 3,1 Juta Kursi dan 12.000 Penerbangan untuk Layani Tamu Allah
Aktual
Kartu Nusuk untuk Haji 2026: Fungsi, Cara Pakai, dan Aturan Jika Kartu Hilang
Kartu Nusuk untuk Haji 2026: Fungsi, Cara Pakai, dan Aturan Jika Kartu Hilang
Aktual
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban via Tol Laut Jelang Idul Adha 2026
Badan Karantina Kawal Distribusi Hewan Kurban via Tol Laut Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa
Bobby Nasution Tepung Tawari Calon Jemaah Haji Sumut, Pesan Jaga Kesehatan dan Titip Doa
Aktual
Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa
Tradisi Tepuk Tepung Tawar Iringi Pelepasan Jemaah Haji, Simbol Syukur dan Doa
Aktual
Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Madinah, PPIH Pastikan Layanan Siap
Kloter Pertama Haji 2026 Tiba di Madinah, PPIH Pastikan Layanan Siap
Aktual
Mei 2026 Banyak Libur! Ini Jadwal Cuti Selain Idul Adha dan Peluang Long Weekend
Mei 2026 Banyak Libur! Ini Jadwal Cuti Selain Idul Adha dan Peluang Long Weekend
Aktual
Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai
Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai
Aktual
214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji
214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji
Aktual
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan
Aktual
Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit
Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit
Aktual
Hukum Tidur Setelah Subuh, Boleh atau Makruh? Ini Jawaban Rasulullah
Hukum Tidur Setelah Subuh, Boleh atau Makruh? Ini Jawaban Rasulullah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com