Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji

Kompas.com, 20 April 2026, 14:23 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 214 calon haji di daerah itu batal berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini.

Kepala Kemenhaj Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim, mengatakan dari ratusan calon haji tersebut, pembatalan terjadi karena tidak dapat melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH).

"Dari jumlah tersebut, yang berhasil melakukan pelunasan dan dipastikan berangkat tercatat sebanyak 2.228 calon haji dari kuota sebanyak 2.304 orang," ujarnya di Tangerang, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, saat ini jumlah calon haji Kabupaten Tangerang yang akan diberangkatkan pada 26 April 2026 tercatat sebanyak 2.228 jiwa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang.

Baca juga: Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan

Ia menambahkan, dari 2.228 orang yang telah melunasi BPIH tersebut, 138 di antaranya berasal dari luar Kabupaten Tangerang. Dengan demikian, jumlah calon haji asal Kabupaten Tangerang yang diberangkatkan sebanyak 2.090 orang.

"Jadi, total di Kabupaten Tangerang hanya memberangkatkan 2.090 calon haji," ucapnya.

Jadwal Kloter Keberangkatan

Berdasarkan rencana pemberangkatan, sebanyak 2.090 calon haji tersebut akan diberangkatkan melalui Embarkasi Cipondoh yang diawali dari Kloter 5 sebanyak 385 jiwa.

"Pemberangkatan jamaah calon haji asal Kabupaten Tangerang terbagi dalam dua gelombang dengan tujuh kloter hingga 19 Mei 2026. Berikutnya, diberangkatkan Kloter 7 pada 29 April 2026 sebanyak 384 calon haji," ujarnya.

Selanjutnya, Kloter 10 akan berangkat pada 4 Mei 2026 sebanyak 385 calon haji. Sementara gelombang kedua dimulai dari Kloter 12 pada 7 Mei 2026 dengan jumlah 385 orang.

Kemudian disusul Kloter 15 pada 12 Mei 2026 sebanyak 374 orang, Kloter 23 pada 18 Mei 2026 sebanyak 29 orang, dan terakhir Kloter 24 pada 19 Mei 2026 dengan 137 orang.

Pemeriksaan Ketat Sebelum Berangkat

Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenhaj Banten, Nasrul Latif, menambahkan bahwa sehari sebelum keberangkatan para calon haji akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat.

Mereka juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan kelengkapan administrasi serta pembekalan manasik haji agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

Baca juga: Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit

"Ini agar mereka dapat khusyuk beribadah di Grand El-Haji Asrama Haji Banten, Cipondoh, sebagai embarkasi resmi," kata dia.

Dengan rangkaian persiapan tersebut, diharapkan seluruh jamaah calon haji asal Tangerang dapat menjalankan ibadah dengan aman, sehat, dan khusyuk di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Banyuwangi Wafat di Pemondokan Usai Jalani Ibadah di Armuzna
Jamaah Banyuwangi Wafat di Pemondokan Usai Jalani Ibadah di Armuzna
Aktual
Potensi Ziswaf Indonesia Tembus Rp343 Triliun, Sedekah Jadi Terbesar
Potensi Ziswaf Indonesia Tembus Rp343 Triliun, Sedekah Jadi Terbesar
Aktual
Reaksi Gus Irfan Lihat Jemaah Sulsel Berbaju Bling-bling di Bandara Jeddah: Ini Ciri Khas
Reaksi Gus Irfan Lihat Jemaah Sulsel Berbaju Bling-bling di Bandara Jeddah: Ini Ciri Khas
Aktual
5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
5 Dzikir Pendek Berpahala Besar, Ringan di Lisan Berat di Timbangan
Aktual
Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikirim ke Tanah Air? Ini Penjelasannya
Mengapa Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Tidak Dikirim ke Tanah Air? Ini Penjelasannya
Aktual
Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Kenapa Makkah Disebut Tanah Haram? Ini Sejarah, Makna, dan Alasannya
Aktual
8 Dzikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Menjadi Saleh dan Berkah
8 Dzikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Menjadi Saleh dan Berkah
Aktual
3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Arab Saudi Hapus Paket D untuk Haji 2027, Ini Dampaknya bagi Jemaah
Aktual
Kemenag Catat Sejarah Baru, 15 Perempuan Dilantik Jadi Kepala KUA
Kemenag Catat Sejarah Baru, 15 Perempuan Dilantik Jadi Kepala KUA
Aktual
Pedoman Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Pemakaman
Pedoman Pemulasaraan Jenazah dalam Islam, dari Memandikan hingga Pemakaman
Aktual
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Menag Dorong Pesantren Tampil Menjawab Tantangan Masa Depan
Aktual
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, Mengharap Ridha Allah Jadi yang Utama
Aktual
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Marak Konvoi Penjemputan Haji, Kemenhaj Sumenep Minta Warga Tidak Berlebihan
Aktual
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
6 Perbuatan yang Diam-Diam Menghapus Pahala Muslim, Ghibah hingga Riya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com