KOMPAS.com – Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Arab Saudi. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat, termasuk jamaah, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari daerah rawan banjir.
Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebutkan bahwa badai petir diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di berbagai wilayah Kerajaan.
Baca juga: Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C
Berdasarkan proyeksi dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, curah hujan diprediksi meluas ke berbagai kota penting, termasuk Makkah, Madinah, Riyadh, hingga wilayah utara dan selatan seperti Tabuk, Asir, dan Najran.
Kondisi ini berpotensi memicu berbagai dampak cuaca ekstrem, seperti:
Pada akhir pekan lalu, bahkan sempat dikeluarkan peringatan merah untuk wilayah Madinah, menandakan tingkat bahaya cuaca yang tinggi.
Baca juga: Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Situasi ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi jamaah haji yang tengah berada di Tanah Suci. Otoritas Pertahanan Sipil menegaskan pentingnya menghindari area rawan, seperti:
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak berenang di area terdampak banjir serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui media dan kanal komunikasi terpercaya.
Imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dampak cuaca ekstrem juga mulai dirasakan pada aktivitas harian. Salah satunya terlihat dari kebijakan Universitas Hafar Al-Batin yang menangguhkan kegiatan belajar tatap muka.
Sebagai gantinya, seluruh proses pembelajaran dialihkan ke sistem daring, termasuk di wilayah Khafji dan Al-Nairyah.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap peringatan cuaca dari otoritas meteorologi.
Langkah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah potensi bencana alam.
Baca juga: 423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
Menurut laporan SPA, kondisi cuaca ekstrem ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Sejak Sabtu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sudah mulai mengguyur wilayah utara dan barat Arab Saudi.
Memasuki hari Minggu, intensitasnya meningkat dan meluas ke wilayah tengah hingga timur. Angin kencang yang menyertai hujan juga menyebabkan debu beterbangan, memperparah kondisi jarak pandang.
Meski demikian, kondisi perairan di Laut Merah dan Teluk Arab dilaporkan relatif stabil, meskipun kecepatan angin mengalami fluktuasi.
Pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan terhadap perkembangan cuaca terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diminta tidak lengah dan selalu mengutamakan keselamatan.
Bagi jamaah, kondisi ini menjadi pengingat bahwa ibadah di Tanah Suci juga membutuhkan kesiapan fisik dan kewaspadaan terhadap situasi sekitar.
Cuaca ekstrem mungkin datang tanpa diduga, namun dengan informasi yang tepat dan sikap hati-hati, risiko dapat diminimalkan.
Di tengah dinamika alam yang berubah cepat, satu hal yang menjadi kunci adalah kesadaran untuk menjaga diri, karena keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang