Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji

Kompas.com, 20 April 2026, 13:23 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Arab Saudi. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat, termasuk jamaah, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari daerah rawan banjir.

Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebutkan bahwa badai petir diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di berbagai wilayah Kerajaan.

Baca juga: Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C

Peringatan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

Berdasarkan proyeksi dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, curah hujan diprediksi meluas ke berbagai kota penting, termasuk Makkah, Madinah, Riyadh, hingga wilayah utara dan selatan seperti Tabuk, Asir, dan Najran.

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai dampak cuaca ekstrem, seperti:

  • Hujan es di beberapa daerah
  • Angin kencang yang memicu badai debu dan pasir
  • Jarak pandang terbatas hingga mendekati nol

Pada akhir pekan lalu, bahkan sempat dikeluarkan peringatan merah untuk wilayah Madinah, menandakan tingkat bahaya cuaca yang tinggi.

Baca juga: Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan

Imbauan Penting untuk Jamaah

Situasi ini menjadi perhatian khusus, terutama bagi jamaah haji yang tengah berada di Tanah Suci. Otoritas Pertahanan Sipil menegaskan pentingnya menghindari area rawan, seperti:

  • Lembah atau jalur aliran air
  • Daerah cekungan yang berpotensi banjir
  • Lokasi terbuka saat terjadi badai petir

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak berenang di area terdampak banjir serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui media dan kanal komunikasi terpercaya.

Imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Aktivitas Terganggu, Pembelajaran Dialihkan

Dampak cuaca ekstrem juga mulai dirasakan pada aktivitas harian. Salah satunya terlihat dari kebijakan Universitas Hafar Al-Batin yang menangguhkan kegiatan belajar tatap muka.

Sebagai gantinya, seluruh proses pembelajaran dialihkan ke sistem daring, termasuk di wilayah Khafji dan Al-Nairyah.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap peringatan cuaca dari otoritas meteorologi.

Langkah tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah potensi bencana alam.

Baca juga: 423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026

Pola Cuaca Tidak Stabil Sejak Akhir Pekan

Menurut laporan SPA, kondisi cuaca ekstrem ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Sejak Sabtu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sudah mulai mengguyur wilayah utara dan barat Arab Saudi.

Memasuki hari Minggu, intensitasnya meningkat dan meluas ke wilayah tengah hingga timur. Angin kencang yang menyertai hujan juga menyebabkan debu beterbangan, memperparah kondisi jarak pandang.

Meski demikian, kondisi perairan di Laut Merah dan Teluk Arab dilaporkan relatif stabil, meskipun kecepatan angin mengalami fluktuasi.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Pihak berwenang menegaskan bahwa pemantauan terhadap perkembangan cuaca terus dilakukan secara intensif. Masyarakat diminta tidak lengah dan selalu mengutamakan keselamatan.

Bagi jamaah, kondisi ini menjadi pengingat bahwa ibadah di Tanah Suci juga membutuhkan kesiapan fisik dan kewaspadaan terhadap situasi sekitar.

Cuaca ekstrem mungkin datang tanpa diduga, namun dengan informasi yang tepat dan sikap hati-hati, risiko dapat diminimalkan.

Di tengah dinamika alam yang berubah cepat, satu hal yang menjadi kunci adalah kesadaran untuk menjaga diri, karena keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai
Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai
Aktual
214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji
214 Calon Haji Tangerang Batal Berangkat karena Tak Bisa Lunasi Biaya Haji
Aktual
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan
Aktual
Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit
Suhu Esktrem di Saudi Saat Haji, Dokter Bagikan Tips 2 Teguk Tiap 10 Menit
Aktual
Hukum Tidur Setelah Subuh, Boleh atau Makruh? Ini Jawaban Rasulullah
Hukum Tidur Setelah Subuh, Boleh atau Makruh? Ini Jawaban Rasulullah
Aktual
PPIH Pastikan Layanan Haji 2026 Siap, Jemaah Kloter Pertama Tiba 22 April di Madinah
PPIH Pastikan Layanan Haji 2026 Siap, Jemaah Kloter Pertama Tiba 22 April di Madinah
Aktual
Jamaah Haji Tak Perlu Khawatir, 23 Dapur Nusantara Siap di Madinah
Jamaah Haji Tak Perlu Khawatir, 23 Dapur Nusantara Siap di Madinah
Aktual
Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji
Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji
Aktual
5 Doa Sebelum Ujian TKA agar Ingat Materi, Tenang, & Jawab Soal Lancar
5 Doa Sebelum Ujian TKA agar Ingat Materi, Tenang, & Jawab Soal Lancar
Aktual
Hukum Bunuh Hewan dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Aturannya, Ini Kata MUI
Hukum Bunuh Hewan dalam Islam: Boleh, Tapi Ada Aturannya, Ini Kata MUI
Aktual
5 Doa Upacara Hari Kartini 2026 di Sekolah, Menyentuh dan Penuh Makna
5 Doa Upacara Hari Kartini 2026 di Sekolah, Menyentuh dan Penuh Makna
Doa dan Niat
Doa Belajar UTBK: Rahasia Cepat Paham dan Ingat Materi Lebih Lama
Doa Belajar UTBK: Rahasia Cepat Paham dan Ingat Materi Lebih Lama
Doa dan Niat
Rukun Haji Lengkap: Pengertian, Urutan, dan Tata Cara
Rukun Haji Lengkap: Pengertian, Urutan, dan Tata Cara
Doa dan Niat
Kebijakan Baru Arab Saudi, Sales Digaji Minimal Rp 23 Juta Per Bulan
Kebijakan Baru Arab Saudi, Sales Digaji Minimal Rp 23 Juta Per Bulan
Aktual
MUI Tawarkan Solusi Lebih Manusiawi atas Ikan Sapu, Jangan Dikubur Hidup-hidup
MUI Tawarkan Solusi Lebih Manusiawi atas Ikan Sapu, Jangan Dikubur Hidup-hidup
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com