Editor
KOMPAS.com-Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi disiapkan untuk memperkuat pelayanan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Sebanyak 423 tenaga pendukung mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari persiapan operasional di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara.
Mereka terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa yang akan bertugas membantu berbagai layanan jemaah.
Baca juga: Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Kehadiran tenaga pendukung ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji sejak kedatangan jemaah di Arab Saudi.
Para tenaga pendukung dipersiapkan untuk menangani berbagai aspek layanan, mulai dari penyambutan di bandara hingga pendampingan di sektor layanan.
Mereka juga akan terlibat dalam pelayanan langsung kepada jemaah, termasuk kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan bahwa tenaga pendukung memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja PPIH.
“Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tenaga pendukung akan ditempatkan di dua Daker utama, yakni Bandara dan Madinah.
Penempatan dilakukan di titik-titik strategis yang membutuhkan bantuan langsung bagi jemaah haji.
Baca juga: Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Selain kesiapan lapangan, tenaga pendukung juga mendapatkan pembekalan terkait prosedur layanan terbaru.
Pembekalan tersebut mencakup koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta dukungan terhadap implementasi layanan Makkah Route.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Baca juga: Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, seluruh tenaga pendukung diminta meningkatkan sinergi dan kreativitas dalam pelayanan.
Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang optimal bagi jemaah haji Indonesia.
Dengan kesiapan tersebut, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi optimistis dapat memberikan kontribusi maksimal.
Kehadiran mereka diharapkan mendukung kelancaran pelayanan, terutama saat kedatangan kloter pertama jemaah pada 22 April 2026 di Madinah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang