Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 19 April 2026, 22:08 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi disiapkan untuk memperkuat pelayanan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.

Sebanyak 423 tenaga pendukung mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari persiapan operasional di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara.

Mereka terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa yang akan bertugas membantu berbagai layanan jemaah.

Baca juga: Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah

Kehadiran tenaga pendukung ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji sejak kedatangan jemaah di Arab Saudi.

Para tenaga pendukung dipersiapkan untuk menangani berbagai aspek layanan, mulai dari penyambutan di bandara hingga pendampingan di sektor layanan.

Mereka juga akan terlibat dalam pelayanan langsung kepada jemaah, termasuk kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.

Peran penting di lapangan

Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI di Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menegaskan bahwa tenaga pendukung memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja PPIH.

“Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan. Mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tenaga pendukung akan ditempatkan di dua Daker utama, yakni Bandara dan Madinah.

Penempatan dilakukan di titik-titik strategis yang membutuhkan bantuan langsung bagi jemaah haji.

Baca juga: Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji

Dibekali prosedur layanan terbaru

Selain kesiapan lapangan, tenaga pendukung juga mendapatkan pembekalan terkait prosedur layanan terbaru.

Pembekalan tersebut mencakup koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta dukungan terhadap implementasi layanan Makkah Route.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Baca juga: Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah

Didorong tingkatkan sinergi pelayanan

Sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, seluruh tenaga pendukung diminta meningkatkan sinergi dan kreativitas dalam pelayanan.

Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang optimal bagi jemaah haji Indonesia.

Dengan kesiapan tersebut, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi optimistis dapat memberikan kontribusi maksimal.

Kehadiran mereka diharapkan mendukung kelancaran pelayanan, terutama saat kedatangan kloter pertama jemaah pada 22 April 2026 di Madinah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Aktual
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Aktual
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Aktual
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Aktual
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Aktual
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Aktual
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Aktual
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Aktual
 MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
Aktual
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Aktual
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Aktual
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Aktual
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
Aktual
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com