Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara

Kompas.com, 4 Juni 2026, 20:39 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Manajemen Garuda Indonesia memberikan penjelasan terkait keterlambatan sejumlah penerbangan yang mengangkut jamaah haji Indonesia dari Arab Saudi menuju Tanah Air.

Maskapai pelat merah itu menyebut padatnya aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menjadi faktor utama yang memengaruhi jadwal keberangkatan beberapa penerbangan.

Kondisi tersebut terjadi saat fase kepulangan jamaah haji dari berbagai negara berlangsung secara bersamaan sehingga lalu lintas penerbangan di bandara meningkat signifikan.

Baca juga: Kepadatan Bandara Jeddah Berdampak ke Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Perkuat Koordinasi

Meski sempat mengalami penundaan, Garuda memastikan seluruh penerbangan yang terdampak kini telah diberangkatkan dan jamaah memperoleh layanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Garuda Sebut Kepadatan Bandara Jeddah Jadi Penyebab Delay

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, mengatakan keterlambatan sejumlah penerbangan haji disebabkan tingginya aktivitas operasional di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Baca juga: Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah

Akibat kondisi tersebut, sejumlah jadwal keberangkatan pesawat harus disesuaikan.

Salah satu penerbangan yang terdampak adalah GA 7603 yang mengangkut jamaah haji Kloter 2 Embarkasi Banten (JKB 02).

Penerbangan tersebut seharusnya berangkat dari Jeddah pada Selasa (2/6/2026), namun mengalami penundaan selama beberapa jam.

"Melalui koordinasi intensif yang terus dilakukan bersama otoritas setempat, Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh jemaah pada penerbangan kloter 2 embarkasi Banten (JKB02) telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (3/6) pukul 13.45 WIB," tutur Dicky dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Sejumlah Kloter Haji Lain Juga Terdampak

Selain Kloter 2 Embarkasi Banten, keterlambatan juga memengaruhi beberapa kelompok terbang lainnya.

Penerbangan yang terdampak antara lain Kloter 3 Embarkasi Ujung Pandang, Kloter 2 Embarkasi Medan, Kloter 2 Embarkasi Yogyakarta, serta dua penerbangan haji khusus atau ONH Plus.

Menurut Garuda Indonesia, seluruh penerbangan tersebut kini telah diberangkatkan menuju tujuan masing-masing.

"Garuda Indonesia bersama otoritas bandara setempat terus melakukan koordinasi dan langkah mitigasi operasional guna memastikan proses pemulangan jemaah haji dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai standar layanan yang ditetapkan," tegas Dicky.

Garuda Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi

Selama proses penanganan keterlambatan berlangsung, Garuda Indonesia menyatakan tetap memberikan pendampingan kepada jamaah yang terdampak.

Maskapai juga memastikan pemenuhan hak-hak jamaah sesuai ketentuan layanan yang berlaku.

Selain itu, Garuda menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jamaah selama menunggu keberangkatan.

"Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para jamaah, serta turut menyampaikan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh jemaah atas penyesuaian jadwal yang terjadi," terangnya.

Wamenhaj Sempat Tegur Garuda Terkait Delay Berjam-jam

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegur Garuda Indonesia setelah pesawat GA 7603 rute Jeddah-Jakarta yang membawa jamaah haji asal Embarkasi Banten (JKB) 2 mengalami keterlambatan panjang.

Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat pada Selasa (2/6/2026) pukul 15.55 Waktu Arab Saudi, namun mengalami penundaan selama beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, jamaah baru memasuki pesawat sekitar pukul 22.00 WAS dan lepas landas sekitar satu jam kemudian.

Disebutkan pula bahwa dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jamaah lanjut usia dan tidak menerima kompensasi makan malam selama menunggu keberangkatan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dahnil menghubungi pihak maskapai dan memperoleh penjelasan bahwa keterlambatan dipicu kepadatan di terminal haji Bandara King Abdulaziz International.

"Kami sampaikan kepada maskapai terkait dengan delay, harus ada kompensasi baik berbentuk penyediaan meal atau makanan maupun kompensasi-kompensasi yang lain yang itu membuat jemaah tetap nyaman," ukar Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Urusan Haji, Jeddah.

Menurut Dahnil, pihak maskapai telah menyatakan kesediaan untuk memberikan kompensasi kepada jamaah dalam bentuk tambahan pelayanan maupun bentuk kompensasi lainnya.

"Kami berharap dari Garuda melakukan dan menunaikan hal tersebut," ucapnya.

Ia juga meminta Garuda Indonesia lebih cermat dalam mengatur jadwal penerbangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Jika keterlambatan tidak dapat dihindari, Dahnil berharap maskapai segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

"Yang jelas terhadap delay tadi malam karena ada traffic yang sangat padat dan Garuda dipastikan akan memberikan kompensasi kepada jemaah," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Jemaah Haji Telantar Berjam-jam, Garuda Indonesia Ungkap Penyebab Keterlambatan di Bandara Jeddah”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Aktual
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Aktual
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Aktual
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Aktual
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Aktual
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Aktual
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Aktual
 MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
Aktual
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Aktual
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Aktual
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Aktual
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
Aktual
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
Aktual
6 Peristiwa Besar Bulan Muharram, dari Nabi Adam hingga Tragedi Karbala
6 Peristiwa Besar Bulan Muharram, dari Nabi Adam hingga Tragedi Karbala
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com