Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat

Kompas.com, 4 Juni 2026, 20:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setiap manusia tentu menginginkan kehidupan yang bahagia dan masa depan yang baik.

Karena itu, banyak orang menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk bekerja, mencari rezeki, membangun usaha, serta mengejar berbagai impian duniawi.

Tidak ada yang salah dengan semua itu, sebab Islam juga mengajarkan umatnya untuk berikhtiar dan bekerja keras.

Namun, di tengah kesibukan tersebut, sering kali muncul pertanyaan penting yang jarang direnungkan, bekal apa yang sebenarnya akan menyelamatkan kita setelah kehidupan dunia berakhir?

Al-Qur'an mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan sementara. Setiap nikmat yang dimiliki manusia, mulai dari harta, jabatan, hingga popularitas, pada akhirnya akan ditinggalkan.

Dengan demikian, hal yang tetap bersama seseorang ketika menghadap Allah SWT bukanlah kekayaan atau kedudukan, melainkan amal saleh yang pernah dikerjakan dengan penuh keikhlasan selama hidup di dunia.

Karena itu, Islam mengajarkan konsep investasi yang berbeda dengan perhitungan manusia pada umumnya.

Jika investasi dunia bertujuan memperoleh keuntungan materi yang sifatnya sementara, maka investasi akhirat bertujuan meraih pahala, ampunan, dan keselamatan yang kekal.

Melalui khutbah Jumat kali ini, khatib mengajak jamaah untuk merenungkan kembali pentingnya memperbanyak amal saleh sebagai bekal terbaik menuju kehidupan akhirat yang abadi.

Baca juga: Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat

Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Sebab hanya dengan ketakwaanlah manusia memperoleh keselamatan di dunia dan kebahagiaan yang kekal di akhirat.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, manusia sering kali disibukkan oleh urusan dunia. Sejak pagi hingga malam, tenaga dan pikiran dicurahkan untuk mengejar penghasilan, jabatan, popularitas, dan berbagai target kehidupan. Tidak sedikit yang merasa sukses karena hartanya bertambah, bisnisnya berkembang, atau kedudukannya semakin tinggi.

Namun pertanyaannya, apakah ukuran keberhasilan menurut Allah sama dengan ukuran keberhasilan menurut manusia?

Allah SWT mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Segala yang kita miliki akan ditinggalkan. Rumah yang megah, kendaraan yang mewah, rekening yang penuh, dan segala kebanggaan dunia tidak akan ikut masuk ke liang kubur.

Allah SWT berfirman:

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Wa mal-hayatud dunya illa mata'ul ghurur.

Artinya: "Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (QS Ali Imran: 185)

Baca juga: 3 Doa yang Dianjurkan di Hari Jumat, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Ayat ini bukan berarti Islam melarang umatnya menjadi kaya atau sukses. Islam justru mendorong umatnya bekerja keras, berdagang, bertani, berusaha, dan berkarya. Akan tetapi Islam mengingatkan agar dunia tidak menjadi tujuan akhir kehidupan.

Dunia ibarat ladang tempat menanam. Sedangkan akhirat adalah masa panen. Orang yang cerdas bukanlah yang sekadar mengumpulkan dunia sebanyak-banyaknya, melainkan yang mampu mengubah seluruh aktivitas dunianya menjadi amal saleh yang bernilai di sisi Allah.

Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan konsep investasi terbaik, yaitu investasi akhirat.

Allah SWT berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهُ لَهٗ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً

Man dzalladzi yuqridhullaha qardhan hasanan fayudha'ifahu lahu ad'afan katsirah.

Artinya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah sebagai pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya dengan berlipat ganda." (QS Al-Baqarah: 245)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud memberi pinjaman kepada Allah adalah menginfakkan harta di jalan-Nya, membantu sesama, bersedekah, dan melakukan berbagai amal kebajikan.

Perdagangan dunia kadang untung, kadang rugi. Tetapi perdagangan dengan Allah tidak pernah rugi. Setiap sedekah dicatat. Setiap bantuan kepada orang lain dicatat. Setiap langkah menuju masjid dicatat. Bahkan senyum yang tulus kepada sesama pun memiliki nilai pahala.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam Al-Qur'an Allah menggambarkan orang-orang yang beruntung sebagai mereka yang mampu memanfaatkan umur dengan baik.

Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ ۝ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۝ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Wal-'ashr. Innal insaana lafii khusr. Illalladziina aamanuu wa 'amilush shaalihati watawaashau bil-haqqi watawaashau bish-shabr.

Artinya: "Demi masa. Sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS Al-'Ashr: 1-3)

Menurut Imam Asy-Syafi'i, seandainya manusia merenungkan surat ini saja, maka sudah cukup menjadi pelajaran bagi kehidupan mereka.

Mengapa? Karena Allah menegaskan bahwa kerugian terbesar bukanlah kehilangan harta, melainkan kehilangan kesempatan beramal.

Betapa banyak orang yang kaya tetapi miskin pahala. Betapa banyak orang yang terkenal tetapi tidak dikenal di langit. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana namun namanya harum di sisi Allah karena keikhlasan amalnya.

Baca juga: Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Cahaya Keadilan bagi Kaum yang Lemah

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita bertanya kepada diri sendiri. Sudahkah usia yang Allah berikan digunakan untuk memperbanyak amal? Sudahkah harta yang Allah titipkan digunakan membantu sesama? Sudahkah ilmu yang kita miliki diajarkan kepada orang lain?

Sebab kelak yang akan menemani kita bukanlah kekayaan, melainkan amal saleh yang pernah kita lakukan.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ

Idza maata ibnu Adama inqatha'a 'amaluhu illa min tsalats.

Artinya: "Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa manusia harus mempersiapkan investasi jangka panjang yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah meninggal dunia.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu memanfaatkan umur, harta, ilmu, dan seluruh nikmat yang diberikan-Nya sebagai bekal menuju kebahagiaan akhirat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Marilah kita menutup khutbah ini dengan memperkuat kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah kesempatan yang sangat singkat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan menjemputnya.

Karena itu, jangan menunda taubat. Jangan menunda sedekah. Jangan menunda memperbaiki hubungan dengan sesama. Jangan menunda berbuat baik.

Rasulullah SAW bersabda:

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum matimu." (HR Al-Hakim)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang pandai memanfaatkan kesempatan hidup untuk memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan bekal menuju akhirat.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيْسِيَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Aktual
UNICEF Puji Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Kemenag
UNICEF Puji Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi Kemenag
Aktual
Bismillahi Tawakkaltu Alallah La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim Arab: Tulisan, Arti, Keutamaan, dan Hadis Shahihnya
Bismillahi Tawakkaltu Alallah La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim Arab: Tulisan, Arti, Keutamaan, dan Hadis Shahihnya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar