Editor
KOMPAS.com - Pengabdian panjang sebagai Penyuluh Agama Islam mengantarkan Uun Kurniasih pada amanah baru di lingkungan Kementerian Agama.
Perempuan asal Kabupaten Indramayu itu resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) bersama ratusan pejabat lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari transformasi kelembagaan KUA yang membuka kesempatan bagi Penyuluh Agama Islam dan Penghulu untuk memimpin KUA.
Baca juga: Kepdirjen Bimas Islam 193/2026 Terbit, Uji Kompetensi Penyuluh Agama Islam Kini Lebih Terukur
Bagi Uun, jabatan baru ini bukan sekadar promosi karier, melainkan peluang untuk memperluas manfaat pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Uun Kurniasih menjadi satu dari 15 pegawai perempuan yang dilantik sebagai Kepala KUA se-Indonesia.
Baca juga: Menag Libatkan Penyuluh Agama untuk Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia
Pelantikan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama di Jakarta Pusat, dan diikuti secara hybrid oleh 258 Kepala KUA dari berbagai daerah.
Uun mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui kebijakan baru yang memungkinkan Penyuluh Agama Islam menduduki jabatan Kepala KUA.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan keagamaan yang lebih inklusif.
“Ketika penyuluh perempuan diberi kesempatan untuk menduduki jabatan Kepala KUA, saya mengikuti seluruh proses dan diberi kesempatan untuk lulus,” ujar Uun usai pelantikan, Kamis (4/6/2026).
Perjalanan karier Uun menuju kursi Kepala KUA berlangsung cukup panjang.
Ia pertama kali diangkat sebagai Penyuluh Agama Islam pada tahun 2000 dan telah mengabdi selama sekitar 26 tahun.
Saat mengikuti proses seleksi Kepala KUA, Uun menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam Madya di Kabupaten Indramayu.
Selama bertugas, ia aktif mendampingi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari majelis taklim, kelompok remaja, hingga komunitas wali murid yang rutin mengikuti kegiatan keagamaan.
“Jadi penyuluh itu dekat dengan masyarakat. Dengan ibu-ibu majelis taklim itu seperti keluarga sendiri. Banyak yang datang bukan hanya untuk belajar agama, tetapi juga berbagi persoalan keluarga dan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurut Uun, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat selama puluhan tahun menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kepala KUA.
Kedekatan dengan warga membuatnya memahami berbagai kebutuhan layanan keagamaan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa tugas Kepala KUA memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan tugas seorang penyuluh.
Selain melayani urusan perkawinan, KUA juga berperan dalam bimbingan keluarga, pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, hingga penguatan kerukunan umat beragama.
“Kalau KUA itu lebih luas. Ada layanan perkawinan, bimbingan perkawinan, pembinaan keagamaan masyarakat, sampai kerukunan umat beragama. Karena itu KUA harus mampu merangkul semuanya,” ungkapnya.
Meski telah dilantik, Uun mengatakan penempatan definitif Kepala KUA masih menunggu surat keputusan lanjutan.
Namun, ia menegaskan siap menjalankan amanah di wilayah mana pun sesuai kebutuhan organisasi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan transformasi KUA yang saat ini dijalankan merupakan bagian dari implementasi visi Menteri Agama untuk memperkuat layanan keagamaan yang inklusif dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, pengalaman panjang para penyuluh agama menjadi modal penting dalam memperkuat peran KUA di tingkat kecamatan.
“KUA tidak lagi dipahami hanya sebagai tempat pencatatan nikah, tetapi menjadi rumah layanan keagamaan masyarakat. Pengalaman para penyuluh yang selama ini mendampingi umat menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan layanan keagamaan yang lebih dekat, responsif, dan berdampak,” kata Abu.
Pelantikan Kepala KUA kali ini menjadi bagian dari implementasi transformasi kelembagaan yang memberi kesempatan kepada pejabat fungsional Penghulu dan Penyuluh Agama Islam untuk memimpin KUA.
Kehadiran figur berpengalaman seperti Uun Kurniasih diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan keagamaan sekaligus menjadikan KUA semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang