Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Ukasyah bin Mihshan, Sahabat Nabi yang Dijanjikan Surga Tanpa Hisab

Kompas.com, 19 April 2026, 21:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ukasyah bin Mihshan merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena keberanian dan kesetiaannya.

Namanya kerap disebut dalam berbagai riwayat sebagai sosok yang dekat dengan Rasulullah.

Ia juga dikenal sebagai sahabat yang mendapat kabar gembira akan masuk surga tanpa hisab.

Baca juga: Kisah Abu Hurairah, Sahabat Nabi Perawi Hadits Terbanyak dalam Sejarah Islam

Kisah hidup Ukasyah menjadi teladan tentang iman, keberanian, dan cinta kepada Nabi.

Dilansir dari laman Kemenag Denpasar, Ukasyah berasal dari suku Bani Asad. Meski catatan biografi lengkapnya tidak banyak ditemukan, sejumlah riwayat menyebut ia termasuk sahabat yang aktif mendampingi Nabi dalam berbagai momentum penting.

Perannya terlihat baik di medan perang maupun dalam kehidupan sehari-hari bersama Rasulullah.

Baca juga: Kisah Ummu Mahjan, Marbot Wanita di Masjid Nabawi yang Dimuliakan Rasulullah SAW

Ikut Perang Besar Bersama Nabi

Dalam riwayat sejarah, Ukasyah bin Mihshan disebut ikut dalam sejumlah peperangan besar pada masa awal Islam. Ia turut serta dalam Perang Badr, Uhud, dan Khandaq.

Keikutsertaannya dalam berbagai pertempuran menunjukkan keberanian dan loyalitas tinggi kepada perjuangan Islam.

Ukasyah dikenal sebagai prajurit tangguh yang selalu siap berada di barisan bersama Nabi Muhammad SAW.

Sahabat yang Dijanjikan Surga Tanpa Hisab

Selain dikenal sebagai pejuang, Ukasyah juga memiliki kedudukan istimewa di sisi Rasulullah.

Dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad SAW mendoakannya agar termasuk golongan yang masuk surga tanpa hisab.

Kabar gembira itu menjadi tanda kemuliaan Ukasyah sebagai sahabat yang dicintai dan dipercaya Nabi.

Ia dikenal memiliki sifat tegas, jujur, penuh hormat, dan berani menyampaikan kebenaran.

Kisah Ukasyah bin Mihshan

Kisah paling masyhur tentang Ukasyah terjadi menjelang akhir hayat Rasulullah SAW.

Saat itu, Nabi mengumpulkan para sahabat di Masjid Nabawi dan memberi kesempatan kepada siapa saja yang merasa pernah dizalimi untuk menyampaikan haknya.

Tujuannya agar tidak ada urusan yang tertinggal sebelum Hari Kiamat.

Para sahabat yang hadir mendengarkan dengan penuh perhatian, namun mereka terdiam karena merasa tidak pernah dirugikan oleh Nabi.

Di tengah suasana hening itu, Ukasyah bin Mihshan berdiri. Ia mengingatkan satu peristiwa ketika Nabi sedang mengatur unta atau barisan sahabat dalam sebuah perjalanan.

Saat itu, cambuk yang dipegang Nabi tanpa sengaja mengenai tubuh Ukasyah.

Ukasyah kemudian meminta agar ia diberi kesempatan melakukan hal serupa sebagai bentuk qishash.

Rasulullah tidak menolak permintaan tersebut dan mempersilakan Ukasyah menegakkan qishash.

Sejumlah sahabat yang hadir seperti Abu Bakar, Umar, dan Ali menawarkan diri agar mereka yang menerima cambukan sebagai pengganti Nabi. Hasan dan Husain juga menawarkan tubuh mereka demi melindungi Rasulullah.

Namun, Ukasyah menolak semua tawaran itu dan tetap ingin menegakkan qishash langsung kepada Nabi.

Ketika Ukasyah bersiap melaksanakan qishash, suasana masjid dipenuhi ketegangan dan haru. Para sahabat tidak tega melihat Rasulullah akan dicambuk.

Namun saat Nabi membuka baju dan bersiap menerima qishash, Ukasyah justru melepaskan cambuknya. Ia langsung memeluk tubuh Nabi sambil menangis.

Ukasyah sama sekali tidak berniat mencambuk Rasulullah. Ia melakukan itu sebagai cara agar bisa memeluk Nabi untuk terakhir kalinya. Suasana tegang pun berubah menjadi penuh haru.

Pelajaran dari Kisah Ukasyah bin Mihshan

Kisah Ukasyah bin Mihshan menunjukkan hubungan yang sangat dekat antara Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Hubungan itu dibangun bukan sekadar formalitas, melainkan keterusterangan, penghormatan, dan kasih sayang yang mendalam.

Ukasyah dikenang bukan hanya sebagai pejuang tangguh, tetapi juga sahabat yang memiliki cinta besar kepada Rasulullah.

Karena keimanan dan ketulusannya, namanya dikenang sebagai salah satu sahabat Nabi yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya
Jobfair MTQ Nasional 2026 di Semarang Tawarkan 6.736 Lowongan Kerja, Cek Daftarnya
Aktual
Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji Invalid, Masa Tunggu Bisa Dipersingkat
Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Antrean Haji Invalid, Masa Tunggu Bisa Dipersingkat
Aktual
Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Aktual
Kemenhaj Buka Hotline Pengaduan, Masyarakat Bisa Adukan Praktik Mafia Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Hotline Pengaduan, Masyarakat Bisa Adukan Praktik Mafia Haji dan Umrah
Aktual
Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan, Besaran BPIH Diusulkan Rp 107,34 Juta
Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan, Besaran BPIH Diusulkan Rp 107,34 Juta
Aktual
Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026
Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026
Aktual
Pameran Kaligrafi Internasional Jadi Bagian dari MTQ Nasional XXXI, Tampilkan Karya dari 50 Negara
Pameran Kaligrafi Internasional Jadi Bagian dari MTQ Nasional XXXI, Tampilkan Karya dari 50 Negara
Aktual
Bencana Bukan Alasan untuk Pasrah, Begini Sikap Muslim Menghadapinya
Bencana Bukan Alasan untuk Pasrah, Begini Sikap Muslim Menghadapinya
Aktual
Investasi Halal untuk Keluarga Muslim, Apa Saja Pilihannya?
Investasi Halal untuk Keluarga Muslim, Apa Saja Pilihannya?
Aktual
Cara Mengecek Hadis Viral di Media Sosial
Cara Mengecek Hadis Viral di Media Sosial
Aktual
MUI Kritik Karnaval Maulid 'Horor' di Pekalongan: Itu Bukan Ajaran Rasulullah
MUI Kritik Karnaval Maulid "Horor" di Pekalongan: Itu Bukan Ajaran Rasulullah
Aktual
Sudah Menikmati Banyak Hal tetapi Belum Bahagia, Mengapa?
Sudah Menikmati Banyak Hal tetapi Belum Bahagia, Mengapa?
Aktual
Hukum Menyebarkan Potongan Ceramah yang Belum Jelas Kebenarannya
Hukum Menyebarkan Potongan Ceramah yang Belum Jelas Kebenarannya
Aktual
Cara Mengajarkan Anak Shalat Tanpa Membuatnya Tertekan
Cara Mengajarkan Anak Shalat Tanpa Membuatnya Tertekan
Aktual
Maladewa Peringati 900 Tahun Masuknya Islam, Presiden Muizzu: Tauhid Inti Kedaulatan Bangsa
Maladewa Peringati 900 Tahun Masuknya Islam, Presiden Muizzu: Tauhid Inti Kedaulatan Bangsa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar