Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peran Orang Tua Kunci Pendidikan Anak, Pesan KH Qosim di Purworejo

Kompas.com, 19 April 2026, 17:46 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com — Pesan mendalam tentang pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak mengemuka dalam sebuah pengajian di Desa Bener, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo pada Minggu (19/4/2026).

Pengajian dalam rangka Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah Alkhotiby dan Haul KH Chotib tersebut digelar di Masjid Al-Mubarok yang menghadirkan KH Muhammad Qosim Thoifur Mawardi putra dari ulama karismatik Al Maghfurlah KH Thoifur Kedungsari, Purworejo.

Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Qosim Thoifur menekankan bahwa masa depan anak sangat bergantung pada kesungguhan orang tua dalam memberikan pendidikan, baik ilmu, agama, maupun adab.

Menurutnya, perjuangan seorang anak untuk menjadi pribadi yang baik tidak bisa dilepaskan dari peran ayah dan orang tua secara keseluruhan. “Anak yang baik lahir dari didikan yang baik. Orang tua memiliki tanggung jawab besar terhadap arah kehidupan anaknya,” ujarnya di hadapan jemaah.

Baca juga: Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren

Ia menjelaskan, anak bukan sekadar titipan, tetapi juga investasi jangka panjang yang akan menentukan keselamatan orang tua, baik di dunia maupun di akhirat.

Karena itu, pendidikan anak tidak boleh dipandang sebelah mata.

Dalam kesempatan tersebut, KH Qosim juga menyinggung tradisi Haul yang kerap dirangkaikan dengan kegiatan khataman Al-Qur’an.

Menurut dia, hal tersebut bukan tanpa makna.

Haul menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan guru yang telah wafat, sekaligus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang mereka wariskan. “Setiap anak saleh pasti ada gurunya. Maka Haul ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa ilmu itu bersambung dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, melestarikan tradisi Haul berarti turut menghidupkan ajaran dan teladan para ulama.

Tradisi tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan spiritual antara murid dan guru, meskipun telah berbeda alam.

Selain itu, KH Qosim menyoroti pentingnya pendidikan anak dalam keluarga.

Ia menegaskan bahwa setiap orang tua yang diberi rezeki anak memiliki kewajiban untuk mendidik mereka dengan sebaik-baiknya. “Memberi makan saja tidak cukup. Anak harus dibekali ilmu, agama, dan adab. Itu yang akan menjadi bekal hidupnya,” tegasnya.

Terkait pendidikan formal keagamaan, ia menyampaikan bahwa memondokkan anak ke pesantren bukanlah kewajiban mutlak.

Namun, kewajiban utama orang tua adalah memastikan anak mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kalau orang tua tidak mampu mendidik sendiri secara maksimal, maka memondokkan anak menjadi pilihan yang sangat baik. Pesantren bisa menjadi tempat membentuk karakter dan akhlak anak,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa orang tua tidak bisa lepas tangan jika anak tumbuh tanpa ilmu.

Baca juga: Sampaikan Salam dari Prabowo di Haul Guru Tua, Fadel Muhammad: Apa yang Bisa Dibantu buat Alkhairaat

Menurutnya, kondisi tersebut tetap menjadi tanggung jawab orang tua.

KH Qosim menyampaikan doa agar anak-anak yang mengikuti kegiatan keagamaan seperti khataman dapat tumbuh menjadi generasi yang saleh dan berbakti kepada orang tua.

“Semoga anak-anak kita menjadi anak yang membawa keberkahan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi kedua orang tuanya,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Aktual
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Aktual
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Aktual
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Aktual
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Doa dan Niat
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Aktual
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com