Editor
KOMPAS.com-Kedatangan jemaah haji dari berbagai negara ke Tanah Suci menjadi tanda dimulainya musim haji tahun ini.
Dilansir dari Saudi Gazette, pada Sabtu, 1 Dzulqa’dah 1447 Hijriah, gelombang pertama jemaah internasional tiba di Madinah dan Jeddah.
Momentum ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi awal dari perjalanan spiritual menuju Baitullah yang sarat makna dan penghambaan.
Jutaan hati dari berbagai penjuru dunia mulai melangkah memenuhi panggilan Allah SWT.
Baca juga: Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Jemaah yang tiba berasal dari sejumlah negara, di antaranya Turki, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, dan India.
Sebagian besar jemaah mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah, sementara sebagian lainnya tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh otoritas Arab Saudi serta perwakilan dari negara masing-masing.
Sebagian jemaah datang melalui program Makkah Route, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memudahkan proses keberangkatan dan kedatangan jemaah haji.
Melalui program ini, berbagai prosedur seperti pemeriksaan dokumen, data biometrik, hingga penerbitan visa dilakukan sejak di negara asal.
Setibanya di Arab Saudi, jemaah dapat langsung menuju tempat penginapan tanpa melalui proses panjang di bandara.
Langkah ini menjadi bentuk ikhtiar dalam menghadirkan kenyamanan bagi para tamu Allah agar dapat lebih fokus menjalankan ibadah.
Program Makkah Route pada tahun 2026 telah melibatkan 10 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, hingga Brunei Darussalam.
Sejak diluncurkan pada 2017, program ini telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara.
Baca juga: Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Kedatangan jemaah haji disambut oleh berbagai pihak, mulai dari pejabat Arab Saudi hingga perwakilan negara asal jemaah.
Suasana penyambutan ini mencerminkan penghormatan terhadap para tamu Allah yang datang untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Jemaah asal Pakistan, Malaysia, Bangladesh, dan India menjadi bagian dari gelombang awal yang memulai perjalanan ibadah di Tanah Suci.
Setiap langkah mereka membawa harapan untuk memperoleh haji yang mabrur serta keberkahan dalam kehidupan.
Baca juga: Wamenhaj Ingatkan PPIH Jelang Haji 2026: Ini Bukan Sekadar Tugas, tapi Misi Suci
Musim haji bukan hanya tentang ritual, tetapi juga perjalanan batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setiap jemaah datang dengan niat yang tulus, meninggalkan keluarga dan tanah air demi memenuhi panggilan suci.
Perjalanan ini mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan persaudaraan di antara sesama muslim dari berbagai latar belakang.
Kedatangan gelombang pertama jemaah menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah momentum memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Seiring berjalannya waktu, jutaan jemaah lainnya akan menyusul hingga puncak ibadah haji tiba.
Di Tanah Suci, seluruh perbedaan melebur dalam satu tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang