Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah

Kompas.com, 19 April 2026, 08:36 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Kedatangan jemaah haji dari berbagai negara ke Tanah Suci menjadi tanda dimulainya musim haji tahun ini.

Dilansir dari Saudi Gazette, pada Sabtu, 1 Dzulqa’dah 1447 Hijriah, gelombang pertama jemaah internasional tiba di Madinah dan Jeddah.

Momentum ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi awal dari perjalanan spiritual menuju Baitullah yang sarat makna dan penghambaan.

Jutaan hati dari berbagai penjuru dunia mulai melangkah memenuhi panggilan Allah SWT.

Baca juga: Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026

Jemaah yang tiba berasal dari sejumlah negara, di antaranya Turki, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, dan India.

Sebagian besar jemaah mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah, sementara sebagian lainnya tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh otoritas Arab Saudi serta perwakilan dari negara masing-masing.

Ikhtiar memudahkan tamu Allah

Sebagian jemaah datang melalui program Makkah Route, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memudahkan proses keberangkatan dan kedatangan jemaah haji.

Melalui program ini, berbagai prosedur seperti pemeriksaan dokumen, data biometrik, hingga penerbitan visa dilakukan sejak di negara asal.

Setibanya di Arab Saudi, jemaah dapat langsung menuju tempat penginapan tanpa melalui proses panjang di bandara.

Langkah ini menjadi bentuk ikhtiar dalam menghadirkan kenyamanan bagi para tamu Allah agar dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Program Makkah Route pada tahun 2026 telah melibatkan 10 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, hingga Brunei Darussalam.

Sejak diluncurkan pada 2017, program ini telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara.

Baca juga: Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah

Sambutan hangat di Tanah Suci

Kedatangan jemaah haji disambut oleh berbagai pihak, mulai dari pejabat Arab Saudi hingga perwakilan negara asal jemaah.

Suasana penyambutan ini mencerminkan penghormatan terhadap para tamu Allah yang datang untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Jemaah asal Pakistan, Malaysia, Bangladesh, dan India menjadi bagian dari gelombang awal yang memulai perjalanan ibadah di Tanah Suci.

Setiap langkah mereka membawa harapan untuk memperoleh haji yang mabrur serta keberkahan dalam kehidupan.

Baca juga: Wamenhaj Ingatkan PPIH Jelang Haji 2026: Ini Bukan Sekadar Tugas, tapi Misi Suci

Awal dari perjalanan spiritual

Musim haji bukan hanya tentang ritual, tetapi juga perjalanan batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setiap jemaah datang dengan niat yang tulus, meninggalkan keluarga dan tanah air demi memenuhi panggilan suci.

Perjalanan ini mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan persaudaraan di antara sesama muslim dari berbagai latar belakang.

Kedatangan gelombang pertama jemaah menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah momentum memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Seiring berjalannya waktu, jutaan jemaah lainnya akan menyusul hingga puncak ibadah haji tiba.

Di Tanah Suci, seluruh perbedaan melebur dalam satu tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
Aktual
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Aktual
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Aktual
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Aktual
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di 'Kota Tenda'
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"
Aktual
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Aktual
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Aktual
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Aktual
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Aktual
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com