Editor
KOMPAS.com - Berbagai persiapan dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelang keberangkatan calon jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci.
Persiapan itu tidak hanya menyangkut administrasi dan teknis pelayanan, tetapi juga kesiapan fisik serta perlengkapan pendukung.
Salah satu kisah datang dari petugas asal Yogyakarta, Ardhi Wahdan. Ia menyiapkan 10 pasang sandal jepit untuk membantu jemaah haji yang membutuhkan selama di Arab Saudi.
Ardhi mengatakan sandal jepit tersebut sengaja dibawa sebagai langkah antisipasi jika ada jemaah yang kehilangan atau mengalami kerusakan alas kaki saat menjalankan ibadah haji.
Baca juga: Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Deretan sandal jepit merek Swallow dengan berbagai warna itu dipersiapkan bukan untuk keperluan pribadi, melainkan untuk dibagikan kepada jemaah bila diperlukan.
"Ini saya bawa sekitar 10 (pasang) sandal jepit. Bukan untuk dipakai sendiri, tapi jaga-jaga dibagikan ke jemaah kalau ada yang butuh," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, alas kaki menjadi kebutuhan penting karena aktivitas ibadah haji banyak dilakukan dengan berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lain.
Baca juga: 460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Selain membawa perlengkapan tambahan, Ardhi juga menyiapkan kondisi tubuh melalui latihan fisik intensif sejak awal tahun.
Ia menyebut program itu dimulai saat pendidikan dan pelatihan atau diklat petugas pada Januari hingga Februari lalu.
Persiapan berlanjut dalam diklat offline, di mana para petugas dibiasakan berjalan kaki minimal 12.000 langkah per hari atau setara 8 sampai 9 kilometer.
Kebiasaan tersebut terus dijaga hingga menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Aktivitas itu juga wajib dilaporkan melalui aplikasi pemantauan berbasis GPS.
"Jadi, kami masih dipantau sama instrukturnya. Ini supaya jadi kebiasaan, karena di tanah suci butuh fisik prima, kemana-mana jalan kaki," tandasnya.
Dengan latihan yang dijalani selama beberapa bulan, pria berusia 40 tahun itu mengaku siap menjalankan tugas pelayanan haji.
Ia menilai kesiapan fisik menjadi faktor penting agar petugas dapat mendampingi jemaah secara maksimal.
Ardhi juga menaruh perhatian besar kepada jemaah lanjut usia yang jumlahnya mendominasi rombongan haji Indonesia tahun ini. Ia bertekad memberikan pelayanan terbaik dengan kesabaran ekstra.
"Mereka sudah antri puluhan tahun untuk bisa naik haji. Menyisihkan harta terbaik dan niat tulus untuk ibadah di tanah suci. Perugas harus benar-benar bisa melayani," tuturnya.
Sebagai informasi, calon jemaah haji dari embarkasi Yogyakarta dijadwalkan mulai berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul “Cerita Petugas Haji Asal Yogyakarta, Siapkan 10 Sandal Jepit ke Tanah Suci Demi Layani Jemaah”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang