Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci

Kompas.com, 18 April 2026, 20:15 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Berbagai persiapan dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelang keberangkatan calon jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci.

Persiapan itu tidak hanya menyangkut administrasi dan teknis pelayanan, tetapi juga kesiapan fisik serta perlengkapan pendukung.

Salah satu kisah datang dari petugas asal Yogyakarta, Ardhi Wahdan. Ia menyiapkan 10 pasang sandal jepit untuk membantu jemaah haji yang membutuhkan selama di Arab Saudi.

Ardhi mengatakan sandal jepit tersebut sengaja dibawa sebagai langkah antisipasi jika ada jemaah yang kehilangan atau mengalami kerusakan alas kaki saat menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026

Ardhi Bawa Sandal Jepit untuk Layani Jemaah Haji

Deretan sandal jepit merek Swallow dengan berbagai warna itu dipersiapkan bukan untuk keperluan pribadi, melainkan untuk dibagikan kepada jemaah bila diperlukan.

"Ini saya bawa sekitar 10 (pasang) sandal jepit. Bukan untuk dipakai sendiri, tapi jaga-jaga dibagikan ke jemaah kalau ada yang butuh," ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, alas kaki menjadi kebutuhan penting karena aktivitas ibadah haji banyak dilakukan dengan berjalan kaki dari satu lokasi ke lokasi lain.

Baca juga: 460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari

Ardhi Jalani Latihan Fisik Sejak Awal Tahun

Selain membawa perlengkapan tambahan, Ardhi juga menyiapkan kondisi tubuh melalui latihan fisik intensif sejak awal tahun.

Ia menyebut program itu dimulai saat pendidikan dan pelatihan atau diklat petugas pada Januari hingga Februari lalu.

Persiapan berlanjut dalam diklat offline, di mana para petugas dibiasakan berjalan kaki minimal 12.000 langkah per hari atau setara 8 sampai 9 kilometer.

Kebiasaan tersebut terus dijaga hingga menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Aktivitas itu juga wajib dilaporkan melalui aplikasi pemantauan berbasis GPS.

"Jadi, kami masih dipantau sama instrukturnya. Ini supaya jadi kebiasaan, karena di tanah suci butuh fisik prima, kemana-mana jalan kaki," tandasnya.

Ardhi Siap Layani Jemaah Haji Lansia

Dengan latihan yang dijalani selama beberapa bulan, pria berusia 40 tahun itu mengaku siap menjalankan tugas pelayanan haji.

Ia menilai kesiapan fisik menjadi faktor penting agar petugas dapat mendampingi jemaah secara maksimal.

Ardhi juga menaruh perhatian besar kepada jemaah lanjut usia yang jumlahnya mendominasi rombongan haji Indonesia tahun ini. Ia bertekad memberikan pelayanan terbaik dengan kesabaran ekstra.

"Mereka sudah antri puluhan tahun untuk bisa naik haji. Menyisihkan harta terbaik dan niat tulus untuk ibadah di tanah suci. Perugas harus benar-benar bisa melayani," tuturnya.

Sebagai informasi, calon jemaah haji dari embarkasi Yogyakarta dijadwalkan mulai berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul “Cerita Petugas Haji Asal Yogyakarta, Siapkan 10 Sandal Jepit ke Tanah Suci Demi Layani Jemaah”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Aktual
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Aktual
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Aktual
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Aktual
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Doa dan Niat
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Aktual
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com