Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini

Kompas.com, 18 April 2026, 17:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ratusan calon jemaah haji asal Jawa Tengah yang masuk kuota pemberangkatan tahun 2026 dilaporkan mengundurkan diri.

Kondisi tersebut membuat kursi keberangkatan yang kosong segera diisi oleh jemaah cadangan sesuai aturan yang berlaku.

Dilansir dari TribunBanyumas.com, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah menyebut alasan utama pengunduran diri karena ingin menunggu kerabat agar bisa berangkat bersama pada tahun berikutnya.

Selain itu, faktor kesehatan hingga meninggal dunia juga menjadi penyebab batal berangkat.

Baca juga: Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, mengatakan jumlah calon jemaah yang mundur pada musim haji tahun ini mencapai ratusan orang.

"Jemaah yang mundur tahun ini mencapai ratusan orang. Mereka sebenarnya berhak berangkat, tapi karena berbagai hal, termasuk menunggu saudara untuk berangkat bersama, akhirnya memilih menunda," jelas Fitriyanto saat ditemui di kantornya, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara

Menurut dia, para calon jemaah tersebut sebenarnya telah memperoleh hak berangkat tahun ini.

Namun, keputusan pribadi dan kondisi tertentu membuat mereka memilih menunda keberangkatan.

Jemaah Cadangan Jadi Prioritas Pengganti

Fitriyanto menegaskan kursi kosong yang ditinggalkan calon jemaah mundur tidak akan dibiarkan.

Sesuai prosedur, slot keberangkatan akan langsung diisi oleh calon jemaah dengan status cadangan.

Calon jemaah cadangan yang sudah melunasi biaya perjalanan haji menjadi prioritas utama untuk menggantikan posisi tersebut.

"Jemaah yang sudah lunas bayar haji dan berstatus cadangan otomatis menjadi prioritas jika ada jemaah yang mundur," tambahnya.

Langkah ini dilakukan agar kuota haji Jawa Tengah tetap terpenuhi dan proses pemberangkatan berjalan sesuai jadwal.

Waiting List Haji Jateng Tembus 905 Ribu

Hingga saat ini, data Kemenhaj Jateng mencatat daftar tunggu atau waiting list haji di Jawa Tengah telah mencapai 905 ribu jemaah.

Dengan antrean yang sangat panjang, kepastian keberangkatan menjadi hal penting bagi masyarakat yang telah lama menunggu giliran berangkat ke Tanah Suci.

Karena itu, pengisian kuota kosong dari jemaah cadangan dinilai penting agar alokasi keberangkatan tidak terbuang.

Porsi Haji Bisa Dilimpahkan ke Ahli Waris

Terkait calon jemaah yang batal berangkat karena meninggal dunia, Fitriyanto menjelaskan porsi haji dapat dilimpahkan kepada ahli waris yang sah, seperti suami, istri, anak kandung, atau saudara kandung.

Sementara itu, bagi masyarakat yang memutuskan membatalkan keberangkatan secara penuh, Kemenhaj tetap membuka layanan pengembalian dana sesuai prosedur yang berlaku.

"Jika jemaah memutuskan tidak jadi berangkat dan ingin mengambil kembali uangnya, tetap kami layani sesuai prosedur yang berlaku," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul “Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini, Kemenhaj Jateng Buka Suara”. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar