Editor
KOMPAS.com - Kepulangan puluhan ribu jemaah haji Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dipercepat dengan dukungan teknologi pemeriksaan imigrasi otomatis berbasis kecerdasan buatan.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengoptimalkan penggunaan Seamless Corridor Gate (SCG) untuk memperlancar proses kedatangan jemaah dari Arab Saudi.
Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan keimigrasian berlangsung lebih cepat tanpa perlu antre di konter pemeriksaan.
Baca juga: Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang modern sekaligus mendukung kelancaran fase pemulangan haji 2026.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mempercepat layanan kepulangan 34.853 jemaah haji melalui pemanfaatan teknologi Seamless Corridor Gate (SCG).
Baca juga: Aturan bagi Jemaah Haji yang Bawa Kursi Roda Sendiri di Bandara
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mengatakan penggunaan teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin modern dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.
"Pemanfaatan SCG terbukti mampu mempercepat proses pemeriksaan sehingga jemaah dapat segera melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang," ujarnya di Tangerang, Rabu.
Seamless Corridor Gate (SCG) merupakan inovasi teknologi pemeriksaan imigrasi tanpa henti atau contactless dan walk-through yang memanfaatkan pemindai wajah (biometrik) serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Melalui teknologi tersebut, identitas penumpang dapat diverifikasi secara otomatis hanya dalam hitungan detik ketika mereka berjalan melewati gerbang pemeriksaan.
Galih menjelaskan, jemaah yang keluar melalui Gate F7 dapat langsung melintasi koridor pemeriksaan keimigrasian secara otomatis tanpa harus mengantre di konter pemeriksaan.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan responsif, termasuk dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," katanya.
Meski demikian, petugas tetap menyiagakan konter keimigrasian bagi jemaah yang membutuhkan asistensi atau belum dapat diproses melalui sistem otomatis.
Menurut Galih, optimalisasi SCG diharapkan semakin mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan pihaknya akan melayani kepulangan 34.853 jemaah haji ke Tanah Air pada periode 1 hingga 30 Juni 2026.
Ia mengatakan fase pemulangan diawali oleh dua debarkasi, yakni Pondok Gede dan Bekasi, dengan total 836 jemaah.
"Jumlah tersebut terdiri atas 391 jemaah debarkasi Pondok Gede dan 445 Jemaah Bekasi, yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines," katanya.
Pada fase pemulangan haji tahun ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melayani kedatangan sebanyak 84 kelompok terbang (kloter).
Jumlah tersebut terdiri atas 8.701 jemaah debarkasi Pondok Gede, 12.092 jemaah debarkasi Bekasi, 9.096 jemaah debarkasi Banten, dan 4.964 jemaah debarkasi Lampung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang