Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lompatan Besar Pelayanan Haji 2026, Wamenag Apresiasi Prabowo

Kompas.com, 3 Juni 2026, 10:01 WIB
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menyebut pelaksanaan ibadah haji 2026 mencatatkan sejumlah lompatan besar yang positif. Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari peran Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Kementerian Haji dan Umrah.

"Luar biasa perhatian presiden kita. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini kita punya Kementerian Haji dan Umrah. Bayangkan perhatian Presiden pada Indonesia," ungkap Romo Syafi'i saat diwawancarai di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (2/6/2026) malam.

Romo yang sekaligus menjadi anggota Amirul Hajj 2026 bahkan secara khusus mendoakan Presiden Prabowo saat wukuf di Arafah.

"Jadi saya kira di atas semua keberhasilan ini siapa yang mendapatkan apresiasi pertama? Saya bilang, Haji Prabowo Subianto," tegasnya.

Baca juga: Seamless Corridor bagi Jamaah Haji 2026, Deteksi AI Pakai Wajah Tanpa Tunjukkan Paspor dan Cap

Salah satu keberhasilan paling krusial tahun ini adalah keberhasilan menekan angka kematian jemaah haji. Hal ini tidak lepas dari pengetatan syarat kesehatan sejak di Tanah Air.

"Seleksi istitoah itu saya kira sudah jauh lebih baik, selain lebih ketat saat pendaftaran juga berani memulangkan jemaah yang sudah akan berangkat karena kemudian dinilai kesehatannya menurun," jelas Romo Syafi'i.

Dampak dari kebijakan tersebut sangat signifikan. Tingkat kesehatan jemaah lebih mumpuni, klinik-klinik satelit dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) tidak lagi dipenuhi oleh antrean pasien dengan penyakit berat.

"Yang wafat 140-an ya, tahun lalu 450 sekian di periode yang sama. Itu berarti seleksi istitoah bener, pelayanan kesehatan baik, gizinya terjaga, mereka tidak stres waktu Armuzna," tambahnya.

Langkah ini dibarengi kerja sama dengan Saudi German Hospital yang dinilai sangat tepat, karena dapat memberikan penanganan medis dan supervisi yang maksimal.

Pelayanan Transportasi, Akomodasi, dan Konsumsi

Romo Syafi'i juga menyoroti peningkatan luar biasa di sektor transportasi dan pelayanan di Tanah Suci. Untuk penerbangan, seluruhnya berjalan sesuai jadwal. Sementara itu, sambutan saat ketibaan jemaah meninggalkan kesan mendalam.

Kemudahan mobilitas jemaah saat Armuzna juga didukung penuh oleh operasional bus. "Kemarin kok enak sekali ya, begitu kita keluar ada bus sampe ujung sana. Habis melempar (jumrah) pulang ada bus. Artinya apa yang saya rasakan dinikmati juga oleh jemaah," pujinya.

Di sisi akomodasi dan konsumsi, jemaah nyaris tidak memiliki keluhan. Syafi'i menceritakan pengalamannya saat meninjau langsung ke sejumlah sektor.

Baca juga: Doa Orang Pulang Haji Diyakini Makbul, Sampai Kapan Keutamaannya?

"Soal makanan ini saya memang ke beberapa sektor, saya malah ada yang bergurau, 'Ini kami khawatir gemuk ini Romo karena makanan enak-enak, kurangnya enggak ada sambal'," kisah Syafi'i.

Menurutnya, peningkatan pelayanan ini adalah peran Presiden Prabowo yang memiliki cita-cita untuk memberikan yang terbaik bagi para tamu Allah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
Aktual
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com