Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

YIA Layani Debarkasi Haji Perdana, Jemaah Kloter 1 Kulon Progo Telah Tiba dari Jeddah

Kompas.com, 2 Juni 2026, 21:04 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai melayani proses debarkasi jemaah haji pada musim haji 2026.

Kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Kulon Progo menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya YIA menjalankan fungsi sebagai bandara debarkasi haji sejak resmi beroperasi.

Operasional perdana tersebut sekaligus menandai dimulainya peran YIA sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji penuh bagi jemaah asal Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026

Dilansir dari Antara, sebanyak 357 orang yang terdiri atas 351 jemaah haji dan enam petugas kloter tiba dengan selamat di YIA menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6801 rute Jeddah-Yogyakarta pada Selasa (2/6/2026) pukul 05.32 WIB.

Debarkasi Perdana Tandai Operasional Haji Penuh di YIA

General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan proses kedatangan jemaah berjalan lancar.

Baca juga: Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah

Menurut dia, seluruh tahapan layanan telah disiapkan dan diuji sebelumnya agar jemaah dapat menjalani proses kedatangan dengan nyaman.

"Seluruh alur mulai dari penjemputan dokumen di pintu pesawat, pemeriksaan kesehatan di area mezzanine lantai dua, hingga pengaturan bagasi telah disimulasikan dengan ketat demi kenyamanan seluruh jamaah," kata Thamrin.

Ia menjelaskan pelayanan kedatangan mencakup pemeriksaan dokumen oleh petugas Imigrasi melalui sistem penjemputan paspor langsung di pintu pesawat.

Selain itu, jemaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Balai Karantina Kesehatan (BKK) Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah seluruh proses selesai, jemaah diarahkan menuju armada bus yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk mengantar mereka ke tujuan berikutnya.

Bandara Siagakan Tim Medis dan Sistem Darurat

Untuk mengantisipasi kondisi darurat kesehatan, pihak bandara menyiagakan tim medis terintegrasi selama proses debarkasi berlangsung.

Tim tersebut terhubung langsung dengan fasilitas kesehatan rujukan terdekat, termasuk Puskesmas Temon dan RSUD Wates.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat apabila terdapat jemaah yang membutuhkan bantuan medis setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Penyambutan Perdana Libatkan Sejumlah Instansi

Kedatangan kloter pertama disambut oleh berbagai instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.

Penyambutan dilakukan oleh jajaran manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, serta pemerintah daerah setempat.

Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian debarkasi haji melalui YIA pada musim haji tahun ini.

YIA Perkuat Peran sebagai Gerbang Haji dan Umrah

Thamrin menilai keberhasilan pelayanan debarkasi kloter pertama menunjukkan kesiapan YIA dalam menangani penerbangan haji berskala besar dan jarak jauh.

Menurut dia, capaian tersebut juga memperkuat posisi YIA sebagai pintu gerbang utama perjalanan haji dan umrah bagi masyarakat Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

"Kami menghadirkan pelayanan dengan sentuhan khas Yogyakarta yang hangat, ramah, dan berbudaya bagi para jamaah yang kembali ke Tanah Air," kata dia.

Ke depan, pihak bandara berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses debarkasi pada kloter berikutnya berjalan lancar.

Koordinasi tersebut dilakukan agar pelayanan kepada jemaah dan keluarga yang menjemput tetap berlangsung tertib, aman, dan nyaman hingga seluruh rangkaian pemulangan haji selesai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com