Editor
KOMPAS.com - Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai melayani proses debarkasi jemaah haji pada musim haji 2026.
Kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Kulon Progo menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya YIA menjalankan fungsi sebagai bandara debarkasi haji sejak resmi beroperasi.
Operasional perdana tersebut sekaligus menandai dimulainya peran YIA sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji penuh bagi jemaah asal Yogyakarta dan sekitarnya.
Baca juga: Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026
Dilansir dari Antara, sebanyak 357 orang yang terdiri atas 351 jemaah haji dan enam petugas kloter tiba dengan selamat di YIA menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 6801 rute Jeddah-Yogyakarta pada Selasa (2/6/2026) pukul 05.32 WIB.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Muhammad Thamrin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan proses kedatangan jemaah berjalan lancar.
Baca juga: Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah
Menurut dia, seluruh tahapan layanan telah disiapkan dan diuji sebelumnya agar jemaah dapat menjalani proses kedatangan dengan nyaman.
"Seluruh alur mulai dari penjemputan dokumen di pintu pesawat, pemeriksaan kesehatan di area mezzanine lantai dua, hingga pengaturan bagasi telah disimulasikan dengan ketat demi kenyamanan seluruh jamaah," kata Thamrin.
Ia menjelaskan pelayanan kedatangan mencakup pemeriksaan dokumen oleh petugas Imigrasi melalui sistem penjemputan paspor langsung di pintu pesawat.
Selain itu, jemaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Balai Karantina Kesehatan (BKK) Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan.
Setelah seluruh proses selesai, jemaah diarahkan menuju armada bus yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk mengantar mereka ke tujuan berikutnya.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat kesehatan, pihak bandara menyiagakan tim medis terintegrasi selama proses debarkasi berlangsung.
Tim tersebut terhubung langsung dengan fasilitas kesehatan rujukan terdekat, termasuk Puskesmas Temon dan RSUD Wates.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat apabila terdapat jemaah yang membutuhkan bantuan medis setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Kedatangan kloter pertama disambut oleh berbagai instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
Penyambutan dilakukan oleh jajaran manajemen PT Angkasa Pura Indonesia, Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, serta pemerintah daerah setempat.
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian debarkasi haji melalui YIA pada musim haji tahun ini.
Thamrin menilai keberhasilan pelayanan debarkasi kloter pertama menunjukkan kesiapan YIA dalam menangani penerbangan haji berskala besar dan jarak jauh.
Menurut dia, capaian tersebut juga memperkuat posisi YIA sebagai pintu gerbang utama perjalanan haji dan umrah bagi masyarakat Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
"Kami menghadirkan pelayanan dengan sentuhan khas Yogyakarta yang hangat, ramah, dan berbudaya bagi para jamaah yang kembali ke Tanah Air," kata dia.
Ke depan, pihak bandara berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses debarkasi pada kloter berikutnya berjalan lancar.
Koordinasi tersebut dilakukan agar pelayanan kepada jemaah dan keluarga yang menjemput tetap berlangsung tertib, aman, dan nyaman hingga seluruh rangkaian pemulangan haji selesai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang