Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6.397 Jemaah Haji Tiba di RI, Kemenhaj Rilis Data Resmi Kepulangan 2026

Kompas.com, 2 Juni 2026, 16:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah haji Indonesia kini memasuki babak baru perjalanan spiritual mereka, yaitu kembali ke tanah air.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama telah resmi dimulai.

Hingga hari pertama operasional kepulangan, ribuan jemaah telah diterbangkan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Fase kepulangan ini menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Selain melibatkan puluhan ribu jemaah dalam waktu bersamaan, proses pemulangan juga membutuhkan koordinasi lintas sektor mulai dari otoritas bandara, maskapai penerbangan, petugas haji, hingga layanan keimigrasian.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa secara umum rangkaian utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah haji Indonesia berjalan dengan lancar, aman dan juga tertib, di mana capaian ini menjadi bekal penting bagi jemaah untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu hingga ke proses kepulangan ke tanah air," ujar Maria Assegaff dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenhaj, Selasa (2/6/2026).

Menurut Maria, keberhasilan pelaksanaan fase puncak ibadah haji menjadi modal penting dalam memastikan tahapan pemulangan berlangsung tanpa hambatan berarti.

Meski demikian, pemerintah tetap mencatat sejumlah dinamika lapangan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Salat Sunah Qudum, Amalan Penting Setelah Pulang Haji

Ribuan Jemaah Mulai Tinggalkan Tanah Suci

Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah mulai dipadati jemaah Indonesia yang bersiap kembali ke kampung halaman masing-masing.

Sebagian besar jemaah yang tergabung dalam gelombang pertama diberangkatkan dari hotel-hotel mereka menuju bandara dengan pengawalan dan pendampingan petugas haji.

Data resmi Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan bahwa hingga 1 Juni 2026 pukul 24.00 WIB, sebanyak 16 kelompok terbang (kloter) telah diterbangkan menuju Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri dari:

  • 6.333 jemaah haji
  • 64 petugas haji

Dengan demikian total pemulangan pada hari pertama mencapai 6.397 orang.

Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan seiring berjalannya jadwal kepulangan seluruh jemaah Indonesia dari Arab Saudi.

Proses kepulangan dilakukan secara bertahap guna menjaga kelancaran operasional penerbangan sekaligus memastikan kenyamanan jemaah, terutama mereka yang berusia lanjut.

Kepulangan Menjadi Tahap Penting Ibadah Haji

Banyak orang menganggap ibadah haji selesai setelah rangkaian ritual utama berakhir di Mina. Padahal dalam praktik penyelenggaraan haji modern, fase kepulangan juga menjadi bagian penting yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental jemaah.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa setelah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji, jemaah tetap dianjurkan menjaga kondisi kesehatan, memperbanyak ibadah, serta mempersiapkan perjalanan pulang dengan baik.

Sementara dalam buku Rahasia Haji Mabrur karya Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi disebutkan bahwa salah satu ujian setelah haji adalah bagaimana seseorang mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci ketika kembali ke lingkungan sosialnya.

Oleh karena itu, kepulangan bukan sekadar perjalanan fisik dari Makkah menuju Indonesia, melainkan juga awal dari perjalanan baru untuk menjaga kemabruran haji.

Baca juga: 35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati

Lebih dari 5.000 Jemaah Haji Khusus Sudah Kembali

Selain memantau kepulangan jemaah reguler, pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap proses pemulangan jemaah haji khusus.

Maria mengungkapkan bahwa hingga awal Juni 2026, sebanyak 5.329 jemaah haji khusus telah kembali ke Indonesia dengan aman.

Data tersebut menunjukkan bahwa arus kepulangan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak awal musim haji.

Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan, baik untuk jemaah reguler maupun jemaah khusus, dapat berlangsung lancar hingga akhir operasional haji tahun ini.

Transparansi Pembayaran Dam Jadi Sorotan

Selain menyampaikan perkembangan pemulangan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah juga merilis laporan terbaru mengenai pembayaran dam atau denda haji.

Dam merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebagian jemaah karena pelaksanaan jenis haji tertentu, khususnya Haji Tamattu'.

Dalam fikih haji, dam menjadi bentuk ibadah yang memiliki ketentuan khusus dan harus dilaksanakan sesuai syariat.

Berdasarkan data resmi Kemenhaj, jumlah jemaah yang tercatat melaksanakan pembayaran dam pada musim haji 2026 mencapai 202.636 orang.

Rinciannya:

  • 134.510 jemaah membayar dam melalui lembaga resmi Adahi.
  • 57.109 jemaah membayar dam di Indonesia.
  • 5.743 jemaah melaksanakan dam dengan berpuasa.

Sementara itu, tercatat sebanyak 5.052 jemaah menjalankan Haji Ifrad dan terdapat 222 jemaah yang pelaksanaan hajinya dibadalkan.

Maria menegaskan bahwa pemerintah terus mengawasi pelaksanaan pembayaran dam agar sesuai dengan ketentuan agama dan terhindar dari praktik yang merugikan jemaah.

"Kami ingin memastikan agar pengelolaan dam berjalan sesuai dengan ketentuan syariat, transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Baca juga: 5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup

Jemaah Diminta Tetap Waspada hingga Tiba di Tanah Air

Meski fase puncak ibadah telah selesai, pemerintah mengingatkan seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan pulang.

Perbedaan cuaca, kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah panjang, serta durasi penerbangan yang cukup lama menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Jemaah juga diimbau mematuhi seluruh ketentuan kepulangan, termasuk pengisian formulir kedatangan secara daring sebelum tiba di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemeriksaan dan layanan keimigrasian di bandara kedatangan.

Di sisi lain, petugas haji terus diminta memberikan pendampingan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya agar perjalanan pulang berlangsung aman dan nyaman.

Menanti Kepulangan Para Tamu Allah

Bagi keluarga di Indonesia, fase kepulangan menjadi momen yang paling dinanti. Setelah berminggu-minggu berpisah, jutaan anggota keluarga bersiap menyambut kepulangan orang tua, saudara, dan kerabat yang baru saja menunaikan rukun Islam kelima.

Di balik angka ribuan jemaah yang kembali setiap hari, tersimpan kisah perjuangan, doa, serta harapan agar ibadah yang dijalani diterima Allah SWT.

Karena itulah, keberhasilan pemulangan jemaah bukan hanya soal statistik penerbangan atau operasional bandara, melainkan juga bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual terbesar dalam hidup mereka.

Dengan dimulainya fase kepulangan ini, pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan selamat, sehat, dan membawa predikat haji yang mabrur.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar