KOMPAS.com – Kepulangan dari Tanah Suci menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi jemaah haji.
Setelah menempuh perjalanan panjang dan menjalani berbagai rangkaian ibadah di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, para jemaah akhirnya kembali ke tanah air dengan harapan membawa pulang predikat haji mabrur.
Namun, perjalanan spiritual seorang Muslim sejatinya tidak berakhir ketika pesawat mendarat di kampung halaman.
Para ulama menjelaskan bahwa menjaga semangat ibadah setelah pulang haji justru menjadi tantangan yang tidak kalah besar dibandingkan pelaksanaan haji itu sendiri.
Baca juga: Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Karena itulah, Islam mengajarkan sejumlah amalan yang dianjurkan dilakukan setelah kembali dari perjalanan haji.
Salah satu amalan yang sering kali luput dari perhatian adalah menunaikan salat sunah dua rakaat ketika tiba dari safar atau perjalanan jauh, termasuk setelah pulang dari Tanah Suci.
Amalan ini bukan sekadar bentuk rasa syukur atas keselamatan selama perjalanan, tetapi juga menjadi simbol bahwa seorang Muslim ingin menjaga kedekatan dengan Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah haji.
Anjuran melaksanakan salat sunah setelah pulang dari safar memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari NU Online, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mendatangi masjid terlebih dahulu ketika tiba dari sebuah perjalanan, kemudian menunaikan salat dua rakaat.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ka'ab bin Malik RA disebutkan:
"Menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, apabila beliau pulang dari safar, beliau mulai dengan mendatangi masjid lalu melakukan salat dua rakaat." (HR Bukhari dan Muslim)
Para ulama menyebut ibadah ini sebagai salat sunah qudum, yaitu salat yang dilakukan ketika seseorang datang atau kembali dari perjalanan.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan kesunahan mendahulukan singgah ke masjid dan melaksanakan salat sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT setelah memperoleh keselamatan dalam perjalanan.
Baca juga: Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Ibadah haji merupakan perjalanan yang sarat dengan pelajaran spiritual. Selama berada di Tanah Suci, jemaah terbiasa memperbanyak zikir, membaca Al Quran, melaksanakan salat berjamaah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketika kembali ke rumah, semangat ibadah tersebut perlu dijaga agar tidak memudar. Salat sunah dua rakaat setelah pulang haji dapat menjadi salah satu cara untuk mengawali fase baru kehidupan setelah berhaji.
Dalam buku Rahasia Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa hakikat haji bukan hanya menyelesaikan rangkaian ritual, tetapi membawa perubahan hati yang terus berlanjut setelah kembali ke tengah masyarakat.
Oleh karena itu, salat sunah setelah pulang haji dapat dimaknai sebagai bentuk syukur sekaligus komitmen untuk mempertahankan kualitas ibadah yang telah dibangun selama berada di Tanah Suci.
Secara umum, tata cara pelaksanaan salat sunah setelah pulang haji tidak berbeda dengan salat sunah dua rakaat lainnya.
Jemaah dapat melaksanakannya di masjid terdekat sesaat setelah tiba di kampung halaman atau ketika memiliki kesempatan untuk mendatangi masjid.
Adapun tata caranya sebagai berikut:
Tidak terdapat bacaan khusus yang diwajibkan dalam salat ini sehingga tata caranya sama seperti salat sunah pada umumnya.
Baca juga: Penyebab Haji Tertolak, Jemaah Perlu Perhatikan 4 Hal Ini
Setelah menunaikan salat sunah dua rakaat, jemaah dianjurkan memperbanyak doa dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Salah satu doa yang sering dibaca setelah pulang haji adalah:
Alhamdulillahilladzi nasarani biqadha'i nusuki wa hafadzani min wa'ta'is safari hatta a'udzu ila ahliy. Allahumma barik fi hayati ba'dal hajji waj'alni minas shalihin.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dalam melaksanakan ibadah haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan perjalanan hingga aku dapat kembali kepada keluargaku. Ya Allah, berkatilah kehidupanku setelah berhaji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang saleh."
Doa tersebut berisi ungkapan syukur sekaligus harapan agar nilai-nilai haji tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain doa setelah tiba di rumah, terdapat pula doa yang dianjurkan dibaca ketika dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci.
Doa tersebut berbunyi:
Ayibuna, ta'ibuna, 'abiduna, sajiduna li rabbina hamidun.
Artinya: "Kami pulang, kami bertaubat, kami beribadah, kami bersujud, dan kami memuji Tuhan kami."
Doa ini mencerminkan rasa syukur seorang Muslim atas kesempatan beribadah sekaligus tekad untuk mempertahankan ketakwaan setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.
Sesampainya di daerah tempat tinggal, jemaah juga dianjurkan membaca doa ketika memasuki kampung halaman.
Doa tersebut berbunyi:
Bismillah allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira ahliha wa khaira ma fiha wa a'udzubika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri ma fiha.
Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, aku memohon kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan penduduknya, dan keburukan segala sesuatu yang ada di dalamnya."
Doa ini mengajarkan seorang Muslim untuk selalu memohon perlindungan dan keberkahan saat kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: 4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat
Selain salat sunah dua rakaat, para ulama menjelaskan terdapat beberapa amalan yang juga dianjurkan dilakukan setelah pulang haji.
Dalam kitab Hasyiyatul Qalyubi wa Umairah disebutkan bahwa orang yang kembali dari perjalanan disunahkan membawa buah tangan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Tradisi membawa oleh-oleh bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kebahagiaan bagi keluarga yang menunggu kepulangan.
Ulama juga menganjurkan seseorang memberi kabar kepada keluarga ketika perjalanan pulang sudah mendekati rumah.
Anjuran ini bertujuan agar keluarga dapat mempersiapkan penyambutan dan tidak terkejut dengan kedatangan yang tiba-tiba.
Inilah amalan terpenting setelah haji. Dalam buku Buku Pintar dan Praktis Haji dan Umrah Lengkap Sesuai Sunnah karya Ratih Puspitawati dijelaskan bahwa salah satu tanda kemabruran haji adalah adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Semakin rajin beribadah, menjaga lisan, memperbanyak sedekah, dan menjauhi kemaksiatan menjadi indikator bahwa nilai-nilai haji benar-benar hidup dalam diri seseorang.
Banyak orang menganggap ibadah haji berakhir ketika jemaah tiba kembali di tanah air. Padahal, para ulama justru menilai fase setelah haji merupakan ujian yang sesungguhnya.
Apakah seseorang mampu mempertahankan kebiasaan baik yang dibangun selama berada di Tanah Suci atau justru kembali pada kebiasaan lama.
Oleh karena itu, salat sunah setelah pulang haji menjadi simbol penting bahwa perjalanan spiritual belum selesai.
Amalan sederhana tersebut mengajarkan rasa syukur, kerendahan hati, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan menunaikan salat sunah dua rakaat, memperbanyak doa, serta menjaga akhlak dan ketakwaan, seorang Muslim diharapkan mampu mempertahankan semangat haji dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, kemabruran haji tidak hanya terlihat saat berada di Makkah, tetapi juga dari perubahan positif yang terus terjaga setelah kembali ke tengah masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang