Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata

Kompas.com, 2 Juni 2026, 06:15 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Layanan Immigration Seamless Process Corridor Gate diterapkan pada kedatangan kloter pertama jamaah haji Debarkasi Surabaya, Senin (1/6/2026) malam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut layanan berbasis identifikasi iris mata itu mempercepat pemeriksaan keimigrasian setibanya jamaah di Tanah Air.

Kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo yang berjumlah 378 jamaah diproses di Asrama Haji Surabaya tanpa antre panjang dan tanpa cap paspor manual.

Sistem tersebut digunakan untuk memangkas waktu pemeriksaan setelah jamaah menjalani perjalanan panjang dari Arab Saudi dan rangkaian ibadah haji yang menguras tenaga.

Baca juga: Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya

Khofifah sebut layanan imigrasi permudah jamaah

Khofifah mengatakan, layanan seamless corridor menjadi bagian dari ekosistem digital keimigrasian yang sangat membantu jamaah haji.

Menurut dia, jamaah tidak perlu mengantre lama karena pemeriksaan dilakukan melalui kamera dan pembacaan iris mata.

"Ini digital ekosistem yang disiapkan oleh pihak imigrasi luar biasa. Mereka tidak perlu mengantre, hanya melihat kamera dan iris matanya terbaca tanpa harus dicap paspornya," kata Khofifah saat menyambut kedatangan kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin malam, dilansir dari Antara.

Khofifah yang juga Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mengatakan, layanan tersebut sangat memudahkan jamaah.

Ia menilai layanan ini penting karena jamaah baru saja menempuh perjalanan panjang setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Khofifah juga mengaku baru pertama kali menyaksikan layanan keimigrasian yang mampu mempercepat pemeriksaan penumpang dalam jumlah besar.

Baca juga: Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat

Jamaah kloter pertama tiba dalam kondisi segar

Khofifah menyampaikan rasa syukur karena jamaah haji kloter pertama yang tiba di Surabaya terlihat dalam kondisi segar.

Ia berharap seluruh jamaah mendapat predikat haji mabrur dan mabrurah.

"Mudah-mudahan semua hajinya mabrur dan mabrurah. Mereka datang dalam keadaan segar dan seluruh perjalanan dipermudah Allah SWT," ucapnya.

Pemeriksaan gunakan identifikasi iris mata

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono menjelaskan, Immigration Seamless Process Corridor Gate merupakan layanan pemeriksaan keimigrasian berbasis identifikasi iris mata.

Sistem ini mencocokkan data penumpang dengan manifes penerbangan secara otomatis.

"Melalui pemeriksaan iris mata, seseorang yang terdaftar sebagai penumpang dalam penerbangan akan langsung terbaca datanya. Jadi mereka cukup memegang paspor saja dan data perlintasannya sudah tercatat," katanya.

Menurut Novianto, sistem ini membuat proses pemeriksaan jamaah haji berjalan lebih cepat dibandingkan metode manual.

Ia menyebut 378 jamaah haji dalam satu penerbangan dapat diproses dalam waktu kurang dari 40 menit.

Baca juga: Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang

Lebih cepat dibanding sistem manual

Novianto mengatakan, pemeriksaan manual seperti tahun sebelumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga jam untuk satu kloter jamaah haji.

Dengan sistem seamless corridor, waktu pemeriksaan bisa dipangkas secara signifikan.

Selain mempercepat layanan, sistem ini juga membantu pencocokan data jamaah dengan manifes penerbangan.

Dengan begitu, seluruh jamaah yang masuk ke Indonesia dapat terdata secara akurat.

Baca juga: Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga

Akurasi sistem capai 99,9 persen

Novianto menyebut tingkat akurasi sistem seamless corridor mencapai 99,9 persen.

Dari total 378 jamaah yang diperiksa, hanya dua hingga tiga orang yang tidak terbaca oleh sistem.

Jamaah yang tidak terbaca sistem kemudian menjalani pemeriksaan secara manual oleh petugas imigrasi.

Menurut Novianto, penerapan layanan ini di Surabaya menjadi yang pertama untuk Debarkasi Surabaya.

"Di Surabaya ini yang pertama. Sebelumnya sudah berjalan di Soekarno-Hatta dan sekarang diterapkan di Surabaya yang langsung dilakukan di Asrama Haji Surabaya," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar