JEDDAH, KOMPAS.com - Empat puluh hari beribadah di Tanah Suci memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi Andi Nurhidayat Husain (46).
Kini jemaah haji perempuan asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan ini sudah bersiap untuk terbang pada hari ini, Senin (1/6/2026) untuk kembali ke pelukan keluarganya.
Ibu dari tiga orang anak ini bercerita telah memulai penantiannya untuk berhaji selama 15 tahun.
Di Tanah Suci, dia menjalani ibadah dengan penuh perjuangan, terutama ketika fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Baca juga: Romo Syafi’i: Gagasan Prabowo Bentuk Kemenhaj Terbukti Bikin Layanan Haji 2026 Lebih Baik
Tangisnya pun pecah saat mengenang kembali detik-detik wukuf hingga melempar jumrah.
Rangkaian ibadah yang menguras fisik dan batin itu begitu membekas di hatinya.
“Di Arafah, menangis itu. Saya tidak bisa menjelaskan. Di Muzdalifah, kami murur. Di Mina, perjuangan. Betul-betul perjuangan di Mina,” ungkap Andi dengan air mata yang menetes.
Sebagai seorang istri dan ibu, doa tak pernah putus ia panjatkan di tempat-tempat mustajab selama di Mekkah maupun Madinah. “Pastinya ada untuk suami, orang tua, anak juga,” ungkap dia.
Ada harapan besar yang ia langitkan, terkhusus bagi sang ibunda tercinta yang kini telah menua.
Suaranya bergetar menahan haru saat menceritakan betapa ia ingin sekali ibunya bisa kembali melihat Baitullah.
“Mama saya sudah tua. Semoga dipanggil sama Allah kembali untuk berumrah. Bapak saya sudah meninggal. Sudah haji juga. Tapi ingin mama saya sekali pergi umrah. Mudah-mudahan ada rezeki. Dikasih bisa berumrah kembali bersama. Insya Allah," ucapnya.
Perjalanan spiritual selama lebih dari sebulan ini tak sekadar menggugurkan kewajiban rukun Islam kelima.
Momen ini menjadi titik tolak yang mengubah pandangan hidupnya.
Sekembalinya ke Tanah Air, Andi yang berprofesi sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini bertekad untuk menerapkan nilai-nilai luhur haji dalam kesehariannya. “Insya Allah akan mengabdi. Diberi amanah, akan menjalankan amanah secara baik dan benar,” tegasnya.
Di sela-sela persiapannya untuk pulang, tampak sebuah boneka unta terselip sebagai buah tangan istimewa.
Hadiah sederhana ini sengaja disiapkannya untuk mengobati kerinduan anak bungsunya di kampung halaman.
“Ini ikon dari Arab Saudi. Kayaknya ini bagus sekali kalau dibawa pulang,” ujar Andi dengan wajah berbinar.
Kini, hari kepulangan telah tiba.
Kerinduan untuk segera berkumpul dan memeluk kembali keluarganya sudah tak terbendung.
Lewat sebuah pesan singkat yang hangat, Andi menyampaikan salam rindu untuk orang-orang terkasih yang menunggunya di Soppeng.
“Buat mama saya, suami saya, dan anak-anak saya. Mama sudah akan pulang, nak. Insya Allah, Hari Selasa akan tiba di tanah air. Di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Tunggu mama, ya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air dimulai pada 1 Juni 2026.
Baca juga: Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya
Sebanyak 17 kloter dengan total jemaah sebanyak 6.798 orang dipulangkan pada hari pertama fase pemulangan.
Di hari pertama pelepasan kepulangan jemaah haji dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf.
Gelombang pertama pemulangan dilakukan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada 1 Juni 2026 hingga 15 Juni 2026.
Selanjutnya jemaah gelombang berikutnya dipulangkan melalui Bandara Madinah pada 16-30 Juni 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang