Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya

Kompas.com, 1 Juni 2026, 08:59 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Setelah musim haji 2026 berakhir dan jutaan jamaah mulai meninggalkan Makkah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah, pemerintah Arab Saudi langsung bergerak melakukan operasi besar-besaran untuk membongkar fasilitas sementara dan menyiapkan kembali kawasan suci untuk musim haji tahun depan.

Berdasarkan data resmi, jumlah jamaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang atau meningkat sekitar 2,04 persen dibandingkan tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jamaah berasal dari luar Arab Saudi dan mayoritas tiba melalui jalur udara.

Di Mina, berbagai fasilitas sementara mulai diperiksa, diperbaiki, dibongkar, hingga disimpan kembali untuk digunakan pada musim haji berikutnya. Jalan-jalan dibersihkan, sistem pendingin diperiksa, dan peralatan darurat dikembalikan ke pusat fasilitas regional setelah menjalani inspeksi teknis.

Baca juga: Ketua Timwas Haji DPR: KBIHU Bukan Kompetitor Kementerian Haji

Perwakilan Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi, TJ, mengatakan proses penutupan operasional dimulai segera setelah musim haji selesai.

“Setelah musim haji berakhir, Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi mulai melakukan penutupan operasional fasilitas darurat musiman dan mempersiapkannya untuk musim berikutnya, sesuai rencana terorganisasi yang menjamin kesiapan tetap terjaga dan sumber daya dimanfaatkan secara optimal,” ujar TJ dilansir dari Arab News.

Menurutnya, otoritas mengoperasikan dua jenis pusat darurat selama musim haji, yakni fasilitas permanen berbahan baja dan unit sementara berupa tenda serta kabin portabel.

Fasilitas permanen akan diamankan dan ditutup setelah musim haji, sementara fasilitas sementara dibongkar dan dipindahkan ke gudang penyimpanan untuk digunakan kembali.

“Terkait peralatan medis dan perangkat darurat, seluruh sumber daya yang terlibat selama musim haji didata dan ditarik kembali dari berbagai wilayah setelah menjalani inspeksi teknis yang diperlukan,” lanjutnya.

Seluruh peralatan medis dan tanggap darurat juga diperiksa ulang saat tiba di Makkah guna memastikan kesiapan operasional serta ketersediaan suku cadang dan perlengkapan medis.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi melakukan pemeriksaan besar terhadap jalan, terowongan, jaringan air, listrik, hingga infrastruktur pendingin yang mengalami tekanan tinggi selama musim haji berlangsung.

Kidana Development Co, badan pelaksana Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci, juga memasuki fase operasional baru setelah haji dengan fokus pada inspeksi, rehabilitasi, dan pengembangan infrastruktur.

Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni untuk infrastruktur permanen seperti jaringan listrik dan air, serta fasilitas sementara yang dipilah berdasarkan tingkat kerusakannya.

Sebagian fasilitas diperbaiki untuk digunakan kembali, sebagian disimpan, sementara aset yang rusak berat diganti dengan teknologi yang lebih baru dan efisien.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap data operasional selama haji, mulai dari pergerakan jamaah, efisiensi transportasi, respons darurat, hingga upaya mitigasi cuaca panas.

Hasil evaluasi itu akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas haji di masa mendatang sejalan dengan target Saudi Vision 2030.

Sistem transportasi turut menjalani pemeliharaan. Bus-bus pengangkut jamaah diperiksa sebelum dikembalikan ke operator, sementara Metro Al-Mashaaer Al-Mugaddassah menjalani inspeksi teknis sebelum memasuki masa siaga hingga musim haji berikutnya.

Di sisi lain, pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar pasca-haji.

Juru bicara National Center for Waste Management, Sultan Al-Harthi, mengatakan musim haji menghasilkan berbagai jenis limbah mulai dari sampah rumah tangga, limbah medis, limbah rumah potong hewan, hingga limbah dari proyek Adahi.

“Musim haji menghasilkan berbagai jenis limbah karena besarnya jumlah jamaah dan luasnya layanan yang diberikan di kawasan suci,” kata Al-Harthi.

Menurutnya, setiap jenis limbah ditangani melalui jalur khusus untuk memastikan pengolahan dan pembuangan berjalan aman serta ramah lingkungan.

Ia mengakui lonjakan volume sampah dalam waktu singkat menjadi tantangan utama, ditambah masih adanya ketidakpatuhan sebagian penyedia layanan dan terbatasnya perusahaan pengelola limbah khusus.

Baca juga: Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu

“Tantangan-tantangan ini membutuhkan koordinasi tingkat tinggi antarinstansi terkait, peningkatan kepatuhan, serta pemberdayaan lebih besar kepada perusahaan swasta khusus agar dapat menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Arab Saudi menegaskan fase pasca-haji kini menjadi tahap penting dalam memastikan kesiapan penuh kawasan suci demi menyambut jutaan jamaah pada musim haji berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com