Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Romo Syafi’i: Gagasan Prabowo Bentuk Kemenhaj Terbukti Bikin Layanan Haji 2026 Lebih Baik

Kompas.com, 1 Juni 2026, 09:58 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj 1447 Hijriah, Romo Muhammad Syafi'i, menyatakan gagasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah terbukti membawa dampak nyata terhadap perbaikan tata kelola haji nasional.

Dalam keterangannya di Makkah, Arab Saudi, Minggu, Romo Syafi’i menyebut pembentukan kementerian khusus tersebut menjadi langkah strategis dan bersejarah karena baru pertama kali sejak Indonesia merdeka urusan haji ditangani lembaga yang lebih fokus, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.

Ia mengatakan, di tingkat global hanya Indonesia dan Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus yang menangani urusan haji.

Menurut Romo Syafi’i, transformasi kelembagaan itu memberi energi baru dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Baca juga: Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya

Sejumlah pembenahan, kata dia, sudah terlihat sejak tahap persiapan di Indonesia, termasuk pengetatan syarat istitha’ah kesehatan yang menyebabkan 345 calon jamaah batal berangkat demi menjaga keselamatan mereka.

Di Arab Saudi, peningkatan layanan juga dinilai tampak pada sektor transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan.

Bus Shalawat disebut beroperasi selama 24 jam penuh, layanan hotel dinilai lebih tertata dan nyaman, sementara kualitas konsumsi jamaah disebut stabil dan baik.

Pada layanan kesehatan, pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama dengan Saudi German Hospital dan memperluas layanan klinik satelit untuk mempercepat penanganan jamaah sakit.

Saat fase puncak haji, penataan tenda berbasis kloter di Arafah dan Mina juga dinilai lebih baik karena dilengkapi pendingin udara. Selain itu, disiapkan pula 18 unit mobil buggy untuk membantu jamaah lanjut usia dan jamaah yang mengalami kelelahan.

Romo Syafi’i menilai perbaikan juga terjadi pada manajemen layanan dan sistem antrean yang kini lebih tertib dan efisien.

Menurutnya, berbagai pembenahan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi.

Romo Syafi’i menegaskan seluruh capaian itu menunjukkan efektivitas gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai bagian dari reformasi besar tata kelola haji Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama layanan di Mina.

“Ke depan saya yakin pelaksanaan haji akan semakin baik. Apa yang terjadi pada 2026 menjadi fondasi perbaikan besar berikutnya,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswi Ini Lantunkan Surat Al-Alaq saat Kelulusan di Universitas Harvard

Ia juga memberikan apresiasi kepada Menteri Haji dan Umrah RI Gus Irfan Yusuf Hasyim serta Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak atas kepemimpinan yang dinilai responsif dan dekat dengan jamaah.

“Keduanya menunjukkan energi luar biasa dan kehadiran langsung di lapangan, ini menjadi modal penting untuk peningkatan layanan haji Indonesia ke depan,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Kabar Duka, Sesepuh Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin Izza Wafat
Aktual
Romo Syafi’i: Gagasan Prabowo Bentuk Kemenhaj Terbukti Bikin Layanan Haji 2026 Lebih Baik
Romo Syafi’i: Gagasan Prabowo Bentuk Kemenhaj Terbukti Bikin Layanan Haji 2026 Lebih Baik
Aktual
Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya
Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya
Aktual
Mahasiswi Ini Lantunkan Surat Al-Alaq saat Kelulusan di Universitas Harvard
Mahasiswi Ini Lantunkan Surat Al-Alaq saat Kelulusan di Universitas Harvard
Aktual
Ketua Timwas Haji DPR: KBIHU Bukan Kompetitor Kementerian Haji
Ketua Timwas Haji DPR: KBIHU Bukan Kompetitor Kementerian Haji
Aktual
Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu
Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu
Aktual
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air
Aktual
Ponpes Bina Insan Mulia Bongkar Rahasia Ledakan Jumlah Santri, KH Imam Jazuli Soroti Kekuatan Medsos
Ponpes Bina Insan Mulia Bongkar Rahasia Ledakan Jumlah Santri, KH Imam Jazuli Soroti Kekuatan Medsos
Aktual
Penyebab Haji Tertolak, Jemaah Perlu Perhatikan 4 Hal Ini
Penyebab Haji Tertolak, Jemaah Perlu Perhatikan 4 Hal Ini
Aktual
4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat
4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat
Aktual
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper Saat Pulang, Ini Risikonya
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper Saat Pulang, Ini Risikonya
Aktual
5 Penyebab Haji Mardud dan Cara Meraih Haji Mabrur
5 Penyebab Haji Mardud dan Cara Meraih Haji Mabrur
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Kemenhaj Siapkan Haji 2027
Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Kemenhaj Siapkan Haji 2027
Aktual
Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Aktual
Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni 2026
Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag Diperpanjang hingga 5 Juni 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com