Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah

Kompas.com, 31 Mei 2026, 11:41 WIB
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

MAKKAH, KOMPAS- Anis Diyah Puspita tidak menyangka dipilih membadalkan haji Muhammad Firdaus Akhlan Bin Muhammad Zarkasyi Aly (72). Firdaus sempat hilang selama sepekan dan ditemukan dalam kondisi wafat oleh aparat Arab Saudi.

Anis mengungkap, mulanya dirinya mendapatkan Surat Keputusan dari Kasubdit Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk membadalkan jamaah yang wafat atas nama Muhammad Firdaus Akhlan Bin Muhammad Zarkasyi Aly asal Jakarta, JKG 27.

Awalnya, Kepala Bimbad Daker Bandara tersebut tidak langsung menyadari bahwa sosok yang dibadalkannya adalah jemaah yang kisahnya sempat ramai diperbincangkan oleh publik. Perasaannya langsung campur aduk ketika mengingat kembali perjuangan Firdaus menuju Tanah Suci.

"Maka ketika saya menyadari bahwa ternyata nama tersebut adalah Pak Firdaus Akhlan yang dimaksud oleh media, ketika beliau dinyatakan hilang itu, terus terang, saya merasa merinding," ungkap Anis, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Siapkan Badal Haji

Firdaus, kata Anis, berjuang luar biasa memenuhi rukun Islam kelima. Anis pun merasa mengemban tanggung jawab yang amat besar untuk membadalkan haji hingga memotivasinya khusyuk dalam setiap prosesi rukun haji.

"Maka kemudian saya tergugah, bagaimana saya harus melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, bagaimana saya harus menjalankan sesuai syariatnya, dan bagaimana supaya bukan hanya sah, tapi ibadah yang kami lakukan itu betul-betul bisa diterima oleh Allah dan pahalanya sampai kepada almarhum," ujarnya.

Anis menjelaskan, tahapan badal haji sama seperti ibadah haji pada umumnya, mulai dari niat ihram, wukuf, tawaf ifadah, hingga melontar jumrah.

“Hanya saja kita khususkan niat ini untuk beliau," ujar dia.

Dalam setiap prosesi ibadah, terutama di waktu dan tempat yang mustajab, Anis tidak henti-hentinya memanjatkan doa terbaik untuk almarhum Firdaus maupun untuk kebaikan anak cucunya kelak.

"Saya berusaha penuh bagaimana bisa mendoakan, memberikan doa, membacakan doa-doa terbaik untuk almarhum," tambahnya.

Baca juga: Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Wafat, Dimakamkan di Makkah

Membadalkan haji untuk Firdaus adalah pengalaman pertama Anis melakukan badal haji untuk orang lain yang belum dia kenal. Sebelumnya Anis hanya pernah membadalkan haji/umrah keluarga dan kerabat dekatnya.

"Jadi kalau untuk orang lain, Alhamdulillah kami baru kali ini, melakukan badal untuk Pak Muhammad Firdaus Akhlan," sebutnya.

Meski baru mengenal kisah almarhum melalui media massa, Anis mengaku melaksanakan setiap rukun badal haji tersebut dengan penuh penghayatan, seolah-olah ia sedang membadalkan ibadah untuk ayah kandungnya sendiri.

Kronologi Hilang dan Wafatnya Firdaus

Diberitakan sebelumnya, almarhum Muhammad Firdaus dilaporkan hilang pada Jumat, 15 Mei 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, ia terakhir kali terlihat keluar dari penginapannya di sektor 9 Misfalah, Makkah, dengan mengenakan kaus putih dan sarung hitam. Kondisi penginapan memang sedang sepi karena jemaah lain bersiap melaksanakan shalat Jumat.

Setelah sepekan pencarian, Firdaus akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat oleh tentara Arab Saudi yang sedang berpatroli di sekitar Jabal Kuday pada Jumat (22/5/2026) dini hari. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari hotelnya.

Kondisi jenazah saat ditemukan memperlihatkan bahwa ia diperkirakan telah wafat sekitar empat hingga lima hari sebelumnya. Identitas almarhum berhasil dipastikan melalui gelang haji dan pakaian yang masih melekat, pengecekan data paspor, serta konfirmasi langsung dari sang istri yang didatangkan untuk memastikan identitas jenazah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Aktual
Kemenperin Perkuat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil, 12.171 Pelaku Usaha Difasilitasi
Kemenperin Perkuat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil, 12.171 Pelaku Usaha Difasilitasi
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Rencanakan Mudik
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Rencanakan Mudik
Aktual
Dana Kelolaan Haji Capai Rp180,72 Triliun, BPKH Raih Penghargaan
Dana Kelolaan Haji Capai Rp180,72 Triliun, BPKH Raih Penghargaan
Aktual
Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Impor
Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Impor
Aktual
Mengapa Duduk Tenang Sebelum Shalat Termasuk Sunnah? Ini Penjelasannya
Mengapa Duduk Tenang Sebelum Shalat Termasuk Sunnah? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah
Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar