Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj Minta Jemaah Haji Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Usai Armuzna

Kompas.com, 31 Mei 2026, 10:18 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Jemaah haji Indonesia kini memasuki masa pemulihan setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Fase ini dinilai krusial karena kondisi fisik jemaah umumnya terkuras setelah menjalani berbagai prosesi haji yang padat.

Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah untuk mengutamakan istirahat dan menjaga kesehatan menjelang fase pemulangan ke Tanah Air.

Baca juga: Bahlil Lahadalia Doakan Seluruh Jemaah Haji Indonesia Jadi Haji Mabrur

Dengan kondisi tubuh yang tetap prima, jemaah diharapkan dapat menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan nyaman.

Masa Pasca-Armuzna Jadi Periode Krusial

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan masa setelah Armuzna merupakan periode penting untuk memulihkan stamina jemaah.

Sebab, sebagian besar jemaah mengalami kelelahan setelah menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina.

Baca juga: Haji 2026 Bebas Wabah, Arab Saudi Berikan 2,5 Juta Layanan Kesehatan

Menurutnya, risiko gangguan kesehatan justru kerap meningkat setelah puncak ibadah haji berakhir karena kondisi fisik yang sudah banyak terkuras.

“Kami mengimbau jamaah agar memperbanyak istirahat dan tidak terlalu memaksakan diri mengikuti berbagai kegiatan di luar jadwal resmi,” kata Dahnil saat berada di Mina, Sabtu (30/5/2026).

Jemaah Diimbau Perbanyak Istirahat dan Jaga Asupan Gizi

Dahnil meminta jemaah memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisi tubuh.

Jemaah diimbau menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, serta memenuhi kebutuhan cairan agar tetap bugar hingga proses pemulangan.

Kondisi fisik yang terjaga dinilai penting untuk mencegah kelelahan, dehidrasi, maupun gangguan kesehatan lainnya selama masih berada di Arab Saudi.

“Kami berharap jamaah dapat memanfaatkan beberapa hari ke depan untuk memulihkan kondisi fisik," ujar Dahnil.

"Konsumsi makanan bergizi, vitamin, dan istirahat yang cukup sangat penting agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat,” imbuhnya.

Aktivitas Tambahan Jemaah Harus Dikendalikan

Selain kepada jemaah, Dahnil juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), ketua rombongan (karom), dan para pendamping agar lebih disiplin dalam mengatur aktivitas jemaah selama berada di Arab Saudi.

Menurutnya, kegiatan tambahan seperti city tour, ziarah, maupun aktivitas lain di luar program resmi tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan jemaah.

Seluruh aktivitas yang melibatkan jemaah, lanjut dia, wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan kloter agar pergerakan jemaah dapat dipantau dengan baik.

Seluruh Aktivitas Jemaah Wajib Dilaporkan

Wamenhaj menegaskan setiap kegiatan yang melibatkan jemaah harus berada dalam pengawasan petugas.

Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan koordinasi serta penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

“Seluruh aktivitas yang melibatkan jamaah wajib dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pimpinan kloter. Jika ada pihak yang mengabaikan aturan ini, kami akan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawasan yang baik menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan jemaah dapat menjalani sisa rangkaian ibadah haji dengan aman, sehat, dan nyaman.

Menjelang fase kepulangan dan perjalanan ke Madinah, jemaah diharapkan lebih fokus menjaga kebugaran tubuh.

Dengan kondisi fisik yang prima, seluruh proses ibadah hingga kepulangan ke Tanah Air dapat dijalani dengan lebih lancar dan optimal.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Usai Armuzna, Wamenhaj Ingatkan Jamaah Haji Hindari Aktivitas Tambahan yang Menguras Tenaga".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar