Editor
KOMPAS.com - Dua buku karya Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti resmi diterima sebagai koleksi perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS), Inggris.
Kedua buku tersebut mengangkat tema keberagaman agama dan pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola pluralitas melalui pendidikan.
Kedua buku yang juga ditulis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) itu berjudul Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan dan Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan.
Baca juga: Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Kedua buku tersebut menghadirkan tema yang menjadi perhatian dalam kajian Islam kontemporer di tingkat internasional, khususnya mengenai bagaimana lembaga keagamaan mengelola keberagaman dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Dalam proses penyerahannya, kedua karya tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir bersama Sekretaris PCIM Britania Raya dan Irlandia Susana Widyaningsih.
Pihak PCIM Britania Raya dan Irlandia diterima langsung oleh Direktur OCIS Farhan Nizami. Selanjutnya, buku diserahkan kepada Kepala Perpustakaan OCIS Wassilena Sekulova.
Baca juga: Visit My Mosque 2026, Muhammadiyah Kenalkan Islam Indonesia di London
Salah satu buku Abdul Mu’ti, Kristen Muhammadiyah, mendapat perhatian khusus dari Direktur OCIS.
Farhan Nizami menyoroti kata pengantar buku tersebut yang ditulis oleh almarhum Azyumardi Azra.
Azyumardi Azra merupakan akademisi terkemuka dari Indonesia yang pernah menjalani fellow di OCIS pada 1994 hingga 1995. Ia juga tercatat sebagai anggota dewan penyunting Journal of Islamic Studies yang diterbitkan OCIS bersama Oxford University Press.
Masuknya dua buku tersebut ke dalam koleksi perpustakaan OCIS juga disambut syukur oleh PCIM Britania Raya dan Irlandia. Pasalnya, tidak banyak buku karya akademisi Indonesia yang masuk ke dalam koleksi perpustakaan OCIS.
“Kami bersyukur pemikiran salah satu tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah kini dapat diakses oleh para akademisi dan peneliti di salah satu pusat kajian Islam terkemuka di Eropa. Tentu ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan khazanah keilmuan Islam berkemajuan secara lebih luas di dunia Internasional,” ujar Ince Dian disampaikan pada Jumat (25/9/2026).
Buku Kristen Muhammadiyah ditulis Abdul Mu’ti bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Wamendikdasmen RI) Fajar Riza Ul Haq.
Buku tersebut merupakan hasil penelitian mengenai keberadaan siswa dan mahasiswa Kristen dan Katolik di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Penelitian terutama dilakukan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta wilayah dengan penduduk Muslim minoritas.
Buku ini juga membahas cara lembaga pendidikan Muhammadiyah mengelola kemajemukan agama tanpa menghilangkan identitas keagamaan masing-masing pihak.
Sementara itu, buku Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan ditulis Abdul Mu’ti bersama Azaki Khoirudin.
Buku tersebut mengangkat gagasan dan pengalaman Muhammadiyah dalam membangun kehidupan keberagaman yang inklusif melalui jalur pendidikan.
Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) berdiri sejak 1985 sebagai lembaga independen yang mengkaji Islam dan dunia Muslim. Lembaga tersebut berafiliasi dengan Universitas Oxford dan berpatron Raja Charles III.
Pada 2012, OCIS memperoleh Royal Charter dari Ratu Elizabeth II. OCIS kemudian tercatat sebagai institusi Muslim pertama di Inggris yang memperoleh pengakuan tersebut.
Sebagai perpustakaan rujukan, OCIS menerapkan proses seleksi terhadap setiap buku yang diusulkan sebelum ditetapkan menjadi bagian dari koleksinya.
Setelah melalui proses katalogisasi, buku-buku yang diterima akan dapat ditelusuri melalui SOLO (solo.bodleian.ox.ac.uk), katalog daring perpustakaan-perpustakaan Universitas Oxford. Buku tersebut juga dapat diakses langsung oleh pembaca di ruang baca OCIS.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.