Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper

Kompas.com, 1 Juni 2026, 21:35 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air.

Pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan fase kepulangan menjadi tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Baca juga: Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta

Pemerintah memastikan seluruh proses pergerakan jemaah, mulai dari hotel, bandara, hingga penerbangan menuju Tanah Air, terus dikawal agar berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya

Maria menyampaikan, meski terdapat beberapa catatan di lapangan, seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi Kemenhaj untuk meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan ibadah haji berikutnya.

“Tentu ada beberapa catatan di lapangan. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepada jemaah ke depan semakin optimal,” katanya.

Fase Kepulangan Jemaah Haji Dimulai

Menurut Maria, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan baik. Capaian tersebut menjadi bekal penting bagi jemaah untuk melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu proses kepulangan ke Tanah Air secara bertahap.

“Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” jelasnya.

Pada hari ini, dijadwalkan sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia pulang ke Tanah Air. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan menuju Indonesia dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas.

Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” ujar Maria.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan kepada jemaah.

Terkait fase kepulangan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah yang masuk dalam jadwal kepulangan agar mempersiapkan barang bawaan dengan baik. Jemaah diminta mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan serta mematuhi seluruh arahan petugas, baik di hotel, saat menuju bandara, maupun selama proses penerbangan ke Tanah Air.

“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau. Jemaah juga harus memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan,” kata Maria.

Tegaskan Larangan Membawa Air Zamzam di Koper

Maria secara khusus menegaskan larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Ia menekankan bahwa larangan tersebut merupakan aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh jemaah.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegas Maria.

Maria memastikan jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi. Setiap jemaah haji Indonesia akan menerima air zamzam sebanyak 1 galon berisi 5 liter per orang di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air, sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan.

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.

Jemaah Haji Diminta Tetap Jaga Kesehatan

Kemenhaj juga mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan.

Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas sehingga jemaah diharapkan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Bagi jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas, jemaah perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, Kemenhaj mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar