Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com, 1 Juni 2026, 21:29 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia 2026 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi dimulai pada 1 Juni 2026.

Untuk menjaga kelancaran operasional dan menghindari kepadatan di area kedatangan, keluarga jemaah diimbau tidak melakukan penjemputan langsung di terminal bandara.

Seluruh jemaah yang tiba dari Arab Saudi akan terlebih dahulu diberangkatkan menuju debarkasi masing-masing sebelum kembali ke daerah asal.

Baca juga: Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya

Bandara Soekarno-Hatta sendiri dijadwalkan melayani puluhan ribu jemaah haji hingga akhir Juni 2026.

Keluarga Jemaah Haji Diimbau Tidak Menjemput di Terminal

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, meminta masyarakat untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan bandara.

Baca juga: Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal

Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan sekaligus memastikan proses kepulangan jemaah haji berjalan lancar dan tertib.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penjemputan langsung di area terminal kedatangan bandara guna menghindari kepadatan dan memastikan kelancaran operasional," kata General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang Heru Karyadi di Tangerang, Senin (1/6/2026).

Sebagai alternatif, keluarga disarankan menjemput jemaah di asrama haji atau lokasi debarkasi sesuai daerah masing-masing.

Jemaah Haji Akan Langsung Diberangkatkan ke Debarkasi

Heru menjelaskan jemaah yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta tidak langsung bertemu keluarga di bandara karena harus mengikuti proses pemulangan menuju debarkasi terlebih dahulu.

Dari debarkasi tersebut, jemaah kemudian akan diberangkatkan ke daerah asal sebelum bertemu dengan keluarga.

"Kami akan terus menjaga koordinasi dan kesiapan layanan agar seluruh proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar hingga kloter terakhir tiba," ujarnya.

Terminal 2F Jadi Pusat Kedatangan Jemaah Haji

Pada musim haji 2026, seluruh proses kedatangan jemaah haji dipusatkan di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang telah disiapkan sebagai terminal khusus layanan haji.

Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan untuk menunjang kelancaran proses kepulangan jamaah, mulai dari area kedatangan, sistem penanganan bagasi, fasilitas kesehatan, hingga pengaturan lalu lintas kendaraan dan bus pengangkut jemaah menuju debarkasi masing-masing.

Selain itu, pihak bandara juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional haji.

"Kolaborasi seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) menjadi kunci keberhasilan operasional haji," ucapnya.

Kloter Pertama Tiba Mulai 1 Juni 2026

Fase pertama kepulangan jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta diawali dengan kedatangan jemaah dari Debarkasi Pondok Gede dan Debarkasi Bekasi.

Jumlah jemaah yang tiba pada hari pertama mencapai 836 orang, terdiri atas 391 jemaah Debarkasi Pondok Gede dan 445 jemaah Debarkasi Bekasi.

Kedatangan jemaah tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

"Fase kepulangan jemaah haji dimulai pada 1 Juni 2026 melalui Terminal 2F dengan kedatangan kloter pertama dari Jeddah," katanya.

Bandara Soekarno-Hatta Layani Lebih dari 34 Ribu Jemaah Haji

Heru menyebutkan Bandara Soekarno-Hatta direncanakan melayani kepulangan 34.853 jemaah haji selama periode 1 hingga 30 Juni 2026.

Secara keseluruhan terdapat 84 kelompok terbang (kloter) yang akan dilayani melalui bandara tersebut, meliputi 8.701 jemaah Debarkasi Pondok Gede, 12.092 jemaah Debarkasi Bekasi, 9.096 jemaah Debarkasi Banten, serta 4.964 jemaah transit tujuan Lampung.

Dengan jumlah jemaah yang cukup besar, pihak bandara menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses kedatangan dan pemulangan jemaah haji berlangsung aman, nyaman, dan tertib hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar