Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, kembali bertambah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat hingga awal Juni 2026 sebanyak enam jemaah haji Aceh wafat selama menjalankan ibadah haji.

Seluruh jemaah yang meninggal dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, dengan mayoritas memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru.

Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah

PPIH Aceh juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.

Satu Jemaah Haji Aceh Kembali Wafat di Makkah

Dilansir dari Antara, Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal mengatakan jumlah jemaah haji Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci kini mencapai enam orang.

Baca juga: Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air

"Benar, satu orang haji Aceh meninggal dunia hari ini, totalnya sudah bertambah menjadi enam orang yang meninggal di Tanah Suci," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal di Banda Aceh, Senin (1/6/2026).

Jemaah yang terbaru dilaporkan meninggal dunia adalah Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74), anggota Kloter 10 asal Kabupaten Pidie. Almarhum wafat pada Minggu (31/5) di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah.

Daftar Enam Jemaah Haji Aceh yang Meninggal Dunia

Selain Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh, lima jemaah haji Aceh lainnya yang telah lebih dahulu wafat adalah:

  1. Sulasry Abdul Gani (74), Kloter 5 asal Kabupaten Bireuen, meninggal pada Minggu (31/5) di kamar Hotel Burj Al Wahda Almutamayiz Makkah.
  2. Aminah Ahmad (76), Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, meninggal pada Sabtu (30/5) di RS Sheefa.
  3. Siti Salmijah (83), Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, meninggal pada Kamis (28/5) di RS Mina Al Wadi.
  4. Maimunah Yusuf Ali (72), Kloter 13 asal Aceh Tamiang, meninggal pada Selasa (26/5) di Arafah.
  5. Nurwaida Muhammad Yusuf (76), Kloter 8 asal Kabupaten Bireuen, meninggal pada Selasa (26/5) di Arafah.

Penyebab Kematian Didominasi Penyakit Jantung dan Paru

Arijal menjelaskan bahwa seluruh jemaah haji Aceh yang meninggal dunia mengalami masalah kesehatan.

Menurutnya, sebagian besar jemaah yang wafat menderita penyakit jantung dan gangguan paru-paru yang memengaruhi kondisi kesehatan mereka selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Dimakamkan di Dua Lokasi Pemakaman di Makkah

Para jemaah yang meninggal dunia telah dimakamkan di dua lokasi pemakaman berbeda di Makkah, yakni Pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram.

"Hingga saat ini tiga orang di Syariah yaitu almarhumah Aminah Ahmad, Siti Salmijah, dan Maimunah. Lalu di Saraya Suhada Al Haram Nurwaida Muhammad Yusuf dan Sulasry Abdul Gani. Sedangkan Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh belum dilaporkan," katanya.

PPIH Embarkasi Aceh menyampaikan belasungkawa atas wafatnya enam jemaah haji asal Aceh di Tanah Suci.

"Semoga diampunkan segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT, serta memperoleh haji mabrur," ucapnya.

"Dan kepada pihak keluarga semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kepergian almarhum-almarhumah," tambah Arijal.

PPIH Aceh berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut, sementara seluruh amal ibadah para jemaah yang wafat diterima oleh Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Doa Saat Terjadi Gempa dan Memohon Kesabaran ketika Tertimpa Musibah, Arab, Latin & Arti
Aktual
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com