Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah melakukan pembaruan skema layanan kedatangan jemaah haji Indonesia di bandara pada musim haji 1447 H/2026 M.
Perubahan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses kepulangan jemaah setelah tiba di Tanah Air usai menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Salah satu pembaruan utama adalah penyesuaian alur penjemputan dengan memindahkan posisi bus dari area air side ke terminal bus umrah yang dinilai lebih dekat dan mudah dijangkau jemaah.
Baca juga: Wajib bagi Jemaah Haji! Isi Form Kedatangan Online agar Bebas Antre di RI
Skema baru ini mulai diterapkan pada pemulangan jemaah haji Debarkasi Jakarta dan diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu serta kelelahan setelah perjalanan panjang.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan proses kepulangan jemaah tahun ini dirancang agar berlangsung lebih cepat dan efisien.
Baca juga: Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah
"Jika sebelumnya rangkaian proses sejak jemaah turun dari pesawat hingga menuju bus dapat memakan waktu lebih dari satu jam, kini seluruh tahapan dapat diselesaikan dalam 30 hingga 45 menit," kata Maria dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Menurut Maria, melalui skema baru tersebut jemaah tidak perlu terlalu lama berada di area bandara setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
"Penyesuaian ini kami lakukan untuk memudahkan mobilitas jemaah, mengurangi kelelahan, dan memastikan mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan lebih nyaman," ujar Maria.
Skema layanan baru itu diterapkan dalam proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Jakarta Kloter JKG-01 asal Jakarta Timur yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (1/6/2026) malam.
Kloter JKG-01 membawa 391 orang yang terdiri atas 387 jemaah haji dan empat petugas kloter.
Pesawat yang mengangkut rombongan tersebut mendarat pada pukul 22.29 WIB atau lebih cepat dibandingkan jadwal kedatangan yang diperkirakan pada pukul 22.45 WIB.
Setibanya di Indonesia, para jemaah langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses keimigrasian dengan alur layanan yang telah diperbarui.
Setelah seluruh tahapan selesai, jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Kelas I Jakarta dan tiba pada Selasa (2/6/2026) pukul 00.53 WIB.
Dalam proses debarkasi, Kementerian Haji dan Umrah juga menyediakan layanan khusus bagi jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas.
Sebanyak 24 jemaah mendapatkan layanan kursi roda selama proses kedatangan dan pemulangan berlangsung.
Selain itu, seluruh jemaah menerima air zamzam sebanyak satu galon atau setara lima liter yang dibagikan di Asrama Haji Kelas I Jakarta sebagai bagian dari layanan kepulangan.
Pada musim haji 1447 H/2026 M, Debarkasi Jakarta dijadwalkan melayani pemulangan 32 kelompok terbang (kloter).
Total jemaah dan petugas yang akan dipulangkan melalui Debarkasi Jakarta mencapai 13.656 orang, terdiri atas 13.528 jemaah haji dan 128 petugas kloter.
Kedatangan Kloter JKG-01 menjadi penanda dimulainya rangkaian pemulangan jemaah haji Indonesia yang akan berlangsung secara bertahap hingga akhir Juni 2026.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kemenhaj Ubah Skema Kepulangan Jemaah Haji di Bandara, Proses dari Pesawat ke Bus Cuma 30 Menit”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang