Editor
KOMPAS.com - Arab Saudi resmi membuka pengajuan visa umrah untuk musim umrah 1448 Hijriah setelah berakhirnya penyelenggaraan haji tahun ini.
Penerbitan visa umrah baru dimulai dan menjadi langkah awal persiapan musim umrah berikutnya.
Dilasnir dari Gulf News, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mulai menerima kedatangan jemaah internasional yang akan melaksanakan ibadah umrah pada musim baru tersebut.
Baca juga: Nestapa Korban Hanania Travel: Tergiur Rekor MURI, Gagal Umrah, Kini Tuntut Ganti Rugi Rp 100 Miliar
Seluruh proses perizinan dan layanan umrah kini terintegrasi melalui platform digital Nusuk yang digunakan pemerintah Arab Saudi.
Arab Saudi mulai menerbitkan visa umrah untuk musim umrah 1448 Hijriah pada Sabtu (31/5/2026).
Baca juga: Arab Saudi Mulai Izinkan Jemaah Umrah Masuk Per 1 Juni 2026, Batas Kedatangan 23 Maret 2027
Langkah ini menandai dimulainya persiapan musim umrah baru setelah rangkaian ibadah haji tahun ini berakhir.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan bahwa penerbitan visa dan kedatangan jemaah internasional untuk musim umrah baru dimulai pada 31 Mei 2026 dan berlangsung hingga 23 Maret 2027.
Jemaah internasional kini dapat memasuki Mekkah dan memperoleh izin umrah melalui aplikasi Nusuk yang dikelola pemerintah Arab Saudi.
Platform tersebut menjadi layanan digital terpadu yang digunakan untuk pengurusan izin, pemesanan, serta berbagai layanan pendukung ibadah haji dan umrah.
Nusuk juga menjadi pintu utama bagi jemaah untuk mengakses berbagai layanan yang dibutuhkan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan 9 Maret 2027 atau 1 Syawal 1448 Hijriah sebagai batas akhir penerbitan visa umrah.
Sementara itu, 23 Maret 2027 menjadi tanggal terakhir bagi jemaah umrah untuk memasuki wilayah Arab Saudi.
Setelah periode tersebut berakhir, seluruh jemaah umrah diwajibkan meninggalkan Arab Saudi paling lambat pada 7 April 2027.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus mempercepat transformasi digital layanan umrah melalui platform Nusuk.
Sejumlah inovasi yang diterapkan mencakup penggunaan izin elektronik, sistem kontrak otomatis, hingga verifikasi berbasis kode QR untuk mempermudah proses pelayanan jemaah.
Selain memperkuat layanan digital, pemerintah Arab Saudi juga terus memperluas infrastruktur transportasi dan akomodasi guna mengakomodasi peningkatan jumlah jemaah.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Arab Saudi mencapai target yang telah ditetapkan dalam program Vision 2030, termasuk meningkatkan kapasitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang