Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air

Kompas.com, 2 Juni 2026, 21:33 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung sejak dimulai melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Pemerintah memastikan proses kepulangan jemaah berjalan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keamanan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan hingga ke daerah asal masing-masing.

Selain jemaah haji reguler, ribuan jemaah haji khusus juga telah diberangkatkan kembali ke Indonesia pada gelombang awal pemulangan musim haji 1447 H/2026 M.

Baca juga: YIA Layani Debarkasi Haji Perdana, Jemaah Kloter 1 Kulon Progo Telah Tiba dari Jeddah

Hingga awal Juni 2026, lebih dari lima ribu jemaah haji khusus tercatat telah tiba kembali di Tanah Air.

5.329 Jemaah Haji Khusus Sudah Kembali ke Indonesia

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan pemulangan jemaah Indonesia terus dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026

"Berdasarkan data terbaru sebanyak 5.329 jemaah haji khusus juga telah pulang ke tanah air," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6/2026).

Data yang dihimpun hingga 1 Juni 2026 pukul 24.00 WIB menunjukkan proses pemulangan pada hari pertama berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Hari Pertama Pemulangan, 6.397 Jemaah Diberangkatkan

Maria menjelaskan, pada hari pertama masa pemulangan tercatat sebanyak 16 kelompok terbang (kloter) dengan total 6.333 jemaah telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Selain jemaah, sebanyak 64 petugas haji juga ikut kembali ke Tanah Air.

"Sehingga total kepulangan pada hari pertama tercatat sebanyak 6.397 orang," katanya.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemulangan jemaah haji Indonesia yang akan berlangsung secara bertahap setelah berakhirnya puncak pelaksanaan ibadah haji.

Pemerintah Pastikan Pemulangan Berjalan Lancar

Maria menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh proses pemulangan jemaah, baik haji reguler maupun haji khusus, berlangsung dengan baik.

Menurut dia, koordinasi dilakukan agar seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman dan nyaman hingga tiba di daerah masing-masing.

"Kementerian Haji dan Umrah ingin memastikan bahwa proses kepulangan jemaah haji reguler maupun haji khusus dapat berjalan tertib, aman, dan lancar," ujarnya.

Apa Itu Haji Khusus?

Haji khusus merupakan program ibadah haji yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan kuota terbatas di luar program haji reguler.

Program ini umumnya menawarkan layanan yang lebih eksklusif, mulai dari akomodasi yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, fasilitas transportasi yang lebih nyaman, hingga jadwal keberangkatan dan kepulangan yang lebih fleksibel.

Karena layanan yang diberikan lebih lengkap, biaya haji khusus biasanya lebih tinggi dibandingkan haji reguler.

Meski demikian, penyelenggaraan haji khusus tetap berada di bawah pengawasan pemerintah melalui Kementerian Agama untuk memastikan standar pelayanan, keamanan, dan kepatuhan terhadap ketentuan ibadah haji.

Kuota haji khusus dialokasikan secara nasional dan didistribusikan kepada PIHK yang telah terdaftar secara resmi.

Melalui sistem tersebut, jemaah haji khusus tetap menjalankan seluruh rukun haji sesuai syariat dengan tambahan fasilitas yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kemenhaj: 5.329 Jemaah Haji Khusus Telah Pulang ke Tanah Air”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
 Sekjen MUI Tanggapi Tuduhan terhadap Kiai Pesantren, Minta Tabayun dan Hindari Fitnah
Sekjen MUI Tanggapi Tuduhan terhadap Kiai Pesantren, Minta Tabayun dan Hindari Fitnah
Aktual
Awas Sindrom Pascahaji, Psikolog Ungkap Penyebab Jemaah Merasa Rindu Tanah Suci
Awas Sindrom Pascahaji, Psikolog Ungkap Penyebab Jemaah Merasa Rindu Tanah Suci
Aktual
Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air
Sebanyak 5.329 Jemaah Haji Khusus Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air
Aktual
YIA Layani Debarkasi Haji Perdana, Jemaah Kloter 1 Kulon Progo Telah Tiba dari Jeddah
YIA Layani Debarkasi Haji Perdana, Jemaah Kloter 1 Kulon Progo Telah Tiba dari Jeddah
Aktual
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Lombok, Bertahap dari 2-21 Juni 2026
Aktual
Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah
Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah
Aktual
Bagaimana Nasib Barang Bawaan yang Disita dari Koper Jemaah Haji? Ini Penjelasan Garuda
Bagaimana Nasib Barang Bawaan yang Disita dari Koper Jemaah Haji? Ini Penjelasan Garuda
Aktual
Kisah Bakti Rina, Kembali Berhaji untuk Badal Haji Sang Ibu yang Telah Wafat
Kisah Bakti Rina, Kembali Berhaji untuk Badal Haji Sang Ibu yang Telah Wafat
Aktual
195.326 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
195.326 Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Aktual
Jemaah Haji Pulang Diikuti Malaikat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Pulang Diikuti Malaikat, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya
Aktual
Skema Pemulangan Haji 2026 Dipercepat, Waktu Tunggu Jemaah Kini Hanya 30-45 Menit di Bandara
Skema Pemulangan Haji 2026 Dipercepat, Waktu Tunggu Jemaah Kini Hanya 30-45 Menit di Bandara
Aktual
Wajib bagi Jemaah Haji! Isi Form Kedatangan Online agar Bebas Antre di RI
Wajib bagi Jemaah Haji! Isi Form Kedatangan Online agar Bebas Antre di RI
Aktual
Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah
Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah
Aktual
Tak Cuma Pesantren, Wasekjen PBNU Desak PBNU Bangun Sekolah di Area Urban
Tak Cuma Pesantren, Wasekjen PBNU Desak PBNU Bangun Sekolah di Area Urban
Aktual
6.397 Jemaah Haji Tiba di RI, Kemenhaj Rilis Data Resmi Kepulangan 2026
6.397 Jemaah Haji Tiba di RI, Kemenhaj Rilis Data Resmi Kepulangan 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com