KOMPAS.com – Menghadapi ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) sering kali menjadi momen yang menegangkan bagi banyak siswa.
Tekanan waktu, banyaknya materi, hingga rasa takut lupa saat mengerjakan soal menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari.
Namun dalam perspektif Islam, usaha belajar tidak hanya bertumpu pada kemampuan intelektual semata.
Ada dimensi spiritual yang tak kalah penting, yaitu doa. Membaca doa sebelum ujian bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk ikhtiar batin agar diberikan kemudahan, ketenangan, dan hasil terbaik.
Dalam ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW, doa menjadi senjata orang beriman. Bahkan dalam situasi sulit, doa diyakini mampu membuka jalan yang tidak terlihat.
Baca juga: Jadwal TKA 2026 SD/MI dan SMP/MTs, Ini Tanggal, Pembagian Sesi, dan Materinya
Dalam dunia pendidikan modern, faktor psikologis seperti kecemasan dan overthinking terbukti memengaruhi performa ujian.
Dalam buku Psikologi Pendidikan Islam karya Ramayulis dijelaskan bahwa ketenangan jiwa sangat berpengaruh terhadap daya ingat dan konsentrasi.
Di sinilah doa memainkan peran penting. Doa membantu:
Dengan kata lain, doa menjadi pelengkap dari usaha belajar yang sudah dilakukan.
Doa ini bisa dibaca sebelum masuk ruang ujian atau sebelum mulai mengerjakan soal.
وَلَا تُعَسِّرْ
Rabbi yassir wa a‘in wa la tu‘assir
Artinya: “Wahai Tuhanku, mudahkanlah dan bantulah aku, jangan Engkau persulit.”
Doa ini diriwayatkan dalam karya Imam An-Nawawi dalam Raudhatut Thalibin. Maknanya sederhana, tetapi sangat relevan: memohon kemudahan di tengah tekanan ujian.
Ketika menemukan soal yang terasa rumit, doa ini bisa menjadi penenang.
اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأنتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إذا شِئتَ سَهْلاً
Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla
Artinya: “Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau yang menjadikan kesulitan menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”
Doa ini mengajarkan satu hal penting, kesulitan bukan berarti tidak bisa diselesaikan, tetapi membutuhkan ketenangan dan pertolongan Allah.
Baca juga: 7 Doa Sebelum Ujian agar Lancar, Mudah Ingat, dan Hasil Terbaik
Rasa lupa sering muncul justru saat ujian berlangsung. Untuk itu, doa ini bisa diamalkan.
اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اسْتَوْدَعْتُكَ جَمِيْعَ مَا قَرَأْتُهُ فَارْدُدْهُ اِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ اِلَيْه
Allahumma innistauda'tuka jami'ama qoro'tuhu fardudhu illayya 'inda hajati ilaihi.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya hamba menitipkan semua apa pelajaran yang telah hamba baca dan mohon kembalikan kepada hamba, pada saat hamba membutuhkannya."
Konsep “menitipkan ilmu” ini sejalan dengan ajaran dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Az-Zarnuji, bahwa keberkahan ilmu sangat dipengaruhi oleh adab dan doa.
Doa ini berasal dari Al-Qur'an, tepatnya kisah Nabi Musa saat menghadapi tugas berat.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul 'uqdatammil lisani yafqohu qouli.
Artinya: "Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Taha ayat 25-28).
Doa ini sangat kuat secara makna: meminta ketenangan hati sekaligus kelancaran dalam menghadapi tantangan.
Selain kemampuan akademik, kondisi hati juga menentukan hasil ujian.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ
Allâhumma ij’al nafsî muthmainnatan, tu’minu bi liqâika wa tardlâ bi qadlâika.
Artinya: “Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.
Ketenangan adalah kunci agar pikiran tetap jernih. Dalam banyak kajian psikologi, kondisi tenang terbukti meningkatkan kemampuan berpikir logis.
Baca juga: Doa Belajar UTBK: Rahasia Cepat Paham dan Ingat Materi Lebih Lama
Satu hal yang sering terjadi saat ujian adalah memaksa diri mengingat sesuatu yang justru membuat pikiran semakin buntu.
Cobalah strategi ini:
Anehnya, setelah itu, jawaban yang tadi “hilang” sering kali muncul kembali tanpa dipaksa.
Dalam pandangan Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, hati yang tenang adalah pintu masuk bagi ilmu.
Doa tidak berdiri sendiri. Ia harus berjalan beriringan dengan usaha nyata.
Beberapa tips sederhana:
Dalam pandangan ulama seperti Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, usaha tanpa doa bisa membuat seseorang sombong, sementara doa tanpa usaha adalah bentuk kelalaian.
TKA sering dianggap sebagai penentu masa depan. Namun lebih dari itu, ujian adalah proses pembentukan mental, kesabaran, dan kepercayaan diri.
Doa sebelum ujian menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan, dan di situlah peran Tuhan menjadi penting.
Ketika usaha maksimal sudah dilakukan dan doa terus dipanjatkan, hasil terbaik bukan hanya tentang nilai, tetapi juga ketenangan hati.
Dan mungkin, di tengah lembar soal yang sulit, satu doa sederhana justru menjadi kunci yang membuka jalan kemudahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang