Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Doa Menyambut Jamaah Haji Pulang dari Tanah Suci, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 5 Juni 2026, 16:06 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Kepulangan jamaah haji Indonesia dari Tanah Suci mulai berlangsung secara bertahap setelah puncak rangkaian ibadah haji berakhir.

Momen ini menjadi saat yang penuh kebahagiaan bagi para jamaah yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima sekaligus bagi keluarga dan kerabat yang menanti kedatangan mereka di Tanah Air.

Setelah menjalani perjalanan panjang dan berbagai rangkaian ibadah di Makkah serta Madinah, para jamaah akhirnya dapat kembali berkumpul bersama orang-orang terdekat.

Baca juga: Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur

Dalam Islam, kepulangan jamaah haji dianjurkan disambut dengan penuh kegembiraan, penghormatan, serta iringan doa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka menunaikan ibadah haji.

3 Doa Saat Menyambut Jamaah Haji yang Baru Pulang

Selain menyambut dengan suka cita, para ulama juga menganjurkan umat Islam untuk mendoakan jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Baca juga: Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama

Dilansir dari laman MUI, dalam berbagai kitab atau literatur klasik, terdapat sejumlah doa yang dianjurkan dibaca ketika menyambut kepulangan jamaah haji.

Doa-doa tersebut berisi harapan agar ibadah haji diterima Allah SWT, dosa-dosa diampuni, hingga memperoleh kesempatan kembali berziarah ke Baitullah.

1. Doa Agar Haji Diterima dan Pengorbanan Diganti Allah SWT

Doa pertama disebutkan oleh Syekh Ahmad bin Salamah Al-Qalyubi (wafat 1069 H).

Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menerima ibadah haji atau umrah seseorang, mengampuni dosa-dosanya, serta mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan selama menjalankan ibadah.

تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ أَوْ عُمْرَتَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ عَلَيْكَ نَفَقَتَكَ

Latin: Taqabbalallāhu ḥajjaka au ‘umrataka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa ‘alaika nafaqataka.

Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu atau umrahmu, mengampuni dosamu, dan mengganti seluruh biaya yang telah engkau keluarkan.” (Hasyiyata Qalyubi wa Umairah [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 190)

Doa tersebut juga mengandung harapan agar seluruh pengorbanan yang telah dilakukan jamaah selama menjalankan ibadah memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT.

2. Doa Memohon Kesucian Amal dan Kesempatan Kembali ke Baitullah

Doa kedua dinukil oleh Imam Ibn Muflih Al-Hanbali (wafat 763 H) dari riwayat Ibn Ashram.

Selain memohon diterimanya ibadah haji, doa ini berisi harapan agar amal ibadah jamaah disucikan dan diberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi Baitullah pada masa mendatang.

تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ، وَزَكَّى عَمَلَكَ، وَرَزَقَنَا وَإِيَّاكَ الْعَوْدَ إلَى بَيْتِهِ الْحَرَامِ

Latin: Taqabbalallāhu ḥajjaka, wa zakkā ‘amalaka, wa razaqanā wa iyyāka al-‘auda ilā baitihil ḥarām.

Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu, menyucikan amalmu, dan menganugerahkan kepada kami dan kepadamu kesempatan untuk kembali mengunjungi Masjidil Haram.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol 10, h. 232)

Pada dasarnya, doa ini tidak hanya ditujukan kepada jamaah yang baru pulang dari haji, tetapi juga menjadi harapan bagi umat Islam lainnya agar dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

3. Doa Agar Mendapatkan Haji Mabrur

Doa berikutnya termasuk salah satu doa yang paling utama untuk dipanjatkan kepada jamaah haji.

Doa ini memohon agar seluruh amal ibadah diterima Allah SWT, dijadikan sebagai haji yang mabrur, serta seluruh dosa diampuni.

Doa tersebut disebutkan oleh Imam Ibn Rajab Al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitab Lathaif al-Ma’arif.

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Latin: Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran, wa sa’yan masykūran, wa dzanban maghfūrā.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku sebagai haji yang mabrur, usahaku sebagai usaha yang diterima, dan dosaku sebagai dosa yang diampuni.” (Lathaif al-Ma’arif [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol 1, h. 115)

Doa ini memiliki kedudukan istimewa karena merangkum tujuan utama pelaksanaan ibadah haji, yakni diterimanya amal ibadah dan dihapuskannya dosa-dosa seorang hamba.

Haji mabrur sendiri merupakan cita-cita setiap jamaah karena balasan yang dijanjikan bagi haji mabrur adalah surga.

Menyambut Jamaah Haji Merupakan Bentuk Penghormatan

Anjuran menyambut orang yang baru pulang dari perjalanan haji juga termaktub dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW.

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Makkah, anak-anak dari Bani Abdul Muththalib menyambut kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan.

لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ، اسْتَقْبَلَتْهُ أُغَيْلِمَةُ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَحَمَلَ وَاحِدًا بَيْنَ يَدَيْهِ وَآخَرَ خَلْفَهُ

Artinya: “Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Makkah, anak-anak kecil dari Bani Abdul Muthalib menyambut beliau. Lalu beliau menggendong salah seorang dari mereka di depan beliau dan seorang lainnya di belakang beliau.” (HR Bukhari)

Syekh Badruddin Al-‘Aini (wafat 855 H) menjelaskan bahwa menyambut orang yang baru pulang dari haji merupakan bentuk penghormatan dan pemuliaan.

Bahkan, penyambutan tersebut memiliki nilai tersendiri karena dapat menghibur, menyenangkan hati, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang baru saja menyelesaikan perjalanan ibadah yang panjang dan melelahkan.

وَفِيْهِ: تَلَقِّي الْقَادِمِينَ مِنَ الْحَجِّ إِكْرَامًا لَهُمْ وَتَعْظِيمًا؛ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُنْكِرْ تَلَقِّيهِمْ بَلْ سُرَّ بِهِ لِحَمْلِهِ مِنْهُمْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَخَلْفَهُ... لِأَنَّ فِي ذَلِكَ تَأْنِيسًا لَهُمْ وَتَطْيِيبًا لِقُلُوبِهِمْ

“Dalam hadis tersebut terdapat anjuran menyambut orang-orang yang baru datang dari Haji sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan kepada mereka. Sebab, Rasulullah Muhammad SAW tidak mengingkari tindakan menyambut mereka, justru beliau merasa senang dengannya, sebagaimana tampak ketika beliau membiarkan mereka berjalan di depan dan di belakang beliau. Hal itu karena dalam penyambutan tersebut terdapat unsur menghibur, menyenangkan hati, dan membahagiakan perasaan mereka.” (Umdah al-Qari Syarh Sahih al-Bukhari [Beirut: Dar al-Fikr], vol 10, h. 133)

Doa Menjadi Bentuk Syukur atas Kepulangan Jamaah

Membaca doa saat menyambut kepulangan jamaah haji bukan sekadar tradisi yang berkembang di masyarakat.

Doa-doa tersebut menjadi bentuk penghormatan, ungkapan syukur, sekaligus harapan agar para jamaah memperoleh keberkahan dari ibadah yang telah mereka tunaikan.

Melalui doa tersebut, sesama Muslim juga menunjukkan kepedulian dan dukungan agar para jamaah mendapatkan haji yang diterima, amal yang disucikan, serta keberkahan yang terus mengiringi kehidupan mereka setelah kembali dari Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar