Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tidak Hanya Air Zamzam, Boneka Unta Juga Jadi Oleh-oleh Favorit Jemaah Haji

Kompas.com, 5 Juni 2026, 12:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Boneka unta masih menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang dibawa pulang jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci pada musim haji 2026.

Mainan khas Arab Saudi tersebut mudah ditemukan di berbagai toko di Makkah dengan harga yang relatif terjangkau, mulai sekitar 5 riyal per buah.

Selain memiliki bentuk yang identik dengan Timur Tengah, boneka unta juga tersedia dalam berbagai ukuran dan warna sehingga banyak diminati jemaah untuk dibagikan kepada keluarga di kampung halaman.

Baca juga: Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu

Tak sedikit jemaah yang rela menyisihkan ruang di koper, bahkan membawa boneka unta secara terpisah demi memastikan oleh-oleh tersebut bisa sampai ke tangan anak dan cucu mereka.

Boneka Unta Jadi Buruan Jemaah Haji Indonesia

Boneka unta yang dapat mengeluarkan suara talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik" menjadi salah satu barang yang paling sering dibeli jemaah selama berada di Makkah.

Baca juga: Jemaah Haji Tiba di Makassar, Kalungkan Boneka Unta untuk Oleh-oleh Cucu

Mainan tersebut tersedia dalam beragam warna, mulai dari cokelat, putih, pink hingga biru.

Karena ukurannya yang bervariasi, banyak jemaah membawa lebih dari satu boneka unta.

Sebagian bahkan mengalungkannya di leher karena tidak lagi muat dimasukkan ke dalam koper maupun tas bawaan.

Ahmad Jaelani, jemaah yang tergabung dalam kloter Batam (BTH 01), misalnya, terlihat mengalungkan boneka unta berwarna putih saat bersiap pulang pada Minggu (31/5/2026) malam.

Menurut Ahmad, ukuran boneka yang cukup besar membuatnya harus membawa sebagian oleh-oleh tersebut secara terpisah.

"Yang di bag ada empat lagi," ujar Ahmad sambil menunjukkan boneka unta lain.

Ahmad mengaku membeli lima boneka unta karena mendapat titipan khusus dari para cucunya.

Permintaan Cucu Jadi Alasan Membeli Boneka Unta

Fenomena serupa juga dialami Kamisah Kamil yang berada dalam satu kloter dengan Ahmad Jaelani.

Ia mengaku membawa beberapa boneka unta karena permintaan sang cucu yang ingin mendapatkan oleh-oleh khas dari Arab Saudi.

"Cucu pesan dibawakan boneka unta. Tetangga beli, jadi dia minta juga," kata Kamisah sambil tersenyum.

Bagi sebagian jemaah, boneka unta memiliki nilai tersendiri karena dianggap sebagai simbol khas Arab Saudi yang tidak mudah ditemukan di Indonesia.

Hal itu pula yang menjadi alasan Katiyo Kadiman, jemaah asal embarkasi Medan (KNO) 02, membeli boneka unta untuk keluarganya.

Katiyo terlihat mengalungkan boneka unta yang dibelinya sebagai buah tangan untuk sang cucu.

"Di sana tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," ujarnya.

Boneka Unta Jadi Oleh-oleh Haji yang Selalu Dicari

Selain kurma, cokelat, minyak wangi, dan air zamzam, boneka unta disebut hampir selalu masuk dalam daftar oleh-oleh yang dibeli jemaah Indonesia.

Samsul Azhar bersama istrinya, misalnya, membeli empat boneka unta berukuran besar untuk cucu dan keponakan di kampung halaman.

Tiga boneka dibawa menggunakan tas khusus, sementara satu boneka lainnya dimasukkan ke dalam koper.

Menurut Samsul, boneka unta telah menjadi salah satu simbol oleh-oleh yang identik dengan perjalanan haji ke Tanah Suci.

"Tak lupa juga simbol untanya. Apalagi sudah punya cucu," katanya.

Seorang kakek bernama Kulasse Jibbe (62) tampak mengalungkan sejumlah boneka unta ke leher demi enam cucunya karena koper tidak cukup.

MCH 2026/ PYTHAG KURNIATI Seorang kakek bernama Kulasse Jibbe (62) tampak mengalungkan sejumlah boneka unta ke leher demi enam cucunya karena koper tidak cukup.

Jemaah Rela Kurangi Barang Demi Membawa Oleh-oleh

Tingginya minat terhadap boneka unta juga terlihat saat proses penimbangan koper menjelang kepulangan jemaah ke Indonesia.

Sejumlah jemaah mengaku lebih memilih mempertahankan oleh-oleh yang telah dibeli dibanding barang bawaan yang dibawa dari Tanah Air.

Jemaah asal Wajo, Sulawesi Selatan, Junarti Ramli, mengatakan oleh-oleh menjadi prioritas utama apabila berat koper melebihi batas yang ditentukan maskapai.

"Kalau melebihi berat, jelas tujuan utama adalah memberikan oleh-oleh kepada keluarga. Itu yang perlu saya selamatkan dulu," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Andi Tenri Olle yang membeli berbagai buah tangan untuk keluarga, mulai dari kurma, cokelat hingga boneka unta.

Menurutnya, antusiasme membeli oleh-oleh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah haji karena banyak keluarga yang menanti buah tangan dari Tanah Suci.

"Kami sangat antusias beli oleh-oleh buat keluarga yang di kampung, terutama unta buat anak, cucu," kata Tenri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Mengintip Oleh-oleh Jemaah Haji, Boneka Unta jadi Favorit”. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baznas: Potensi Dana Keagamaan RI Rp 344 T, Usul Tax Credit Zakat-Pajak
Baznas: Potensi Dana Keagamaan RI Rp 344 T, Usul Tax Credit Zakat-Pajak
Aktual
Apakah Zakat Emas Harus Dibayar dengan Emas? Ini Penjelasan dan Cara Menghitungnya
Apakah Zakat Emas Harus Dibayar dengan Emas? Ini Penjelasan dan Cara Menghitungnya
Aktual
Pemprov Papua Barat Usulkan Tambahan Kuota untuk Memperpendek Masa Tunggu Haji
Pemprov Papua Barat Usulkan Tambahan Kuota untuk Memperpendek Masa Tunggu Haji
Aktual
Rencana Pembukaan Embarkasi Haji Sorong, Menhaj Ungkap Syarat yang Harus Dipenuhi
Rencana Pembukaan Embarkasi Haji Sorong, Menhaj Ungkap Syarat yang Harus Dipenuhi
Aktual
Daftar Tunggu Haji Papua Barat dan Papua Barat Daya Tembus 12.063 Orang, Verifikasi Terus Diperketat
Daftar Tunggu Haji Papua Barat dan Papua Barat Daya Tembus 12.063 Orang, Verifikasi Terus Diperketat
Aktual
Menhaj Minta Tata Kelola Haji di Papua Lebih Transparan demi Tingkatkan Layanan Haji 2027
Menhaj Minta Tata Kelola Haji di Papua Lebih Transparan demi Tingkatkan Layanan Haji 2027
Aktual
Alasan Mekanisme Lunas Tunda Ganti untuk Haji Khusus Resmi Dihapus, Wamenhaj: Ada Permainan Oknum
Alasan Mekanisme Lunas Tunda Ganti untuk Haji Khusus Resmi Dihapus, Wamenhaj: Ada Permainan Oknum
Aktual
Mekanisme Lunas Tunda Ganti untuk Haji Khusus Resmi Dihapus Kemenhaj, Apa Itu?
Mekanisme Lunas Tunda Ganti untuk Haji Khusus Resmi Dihapus Kemenhaj, Apa Itu?
Aktual
Mengapa Fatwa Haram Vape Justru Panen Dukungan Pelaku Industri? Ini Alasannya
Mengapa Fatwa Haram Vape Justru Panen Dukungan Pelaku Industri? Ini Alasannya
Aktual
MUI Jatim Resmi Terbitkan Fatwa Haram Vape, Ini Penjelasannya
MUI Jatim Resmi Terbitkan Fatwa Haram Vape, Ini Penjelasannya
Aktual
MUI Jatim Resmi Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape, Panen Dukungan
MUI Jatim Resmi Terbitkan Fatwa Haram Penyalahgunaan Vape, Panen Dukungan
Aktual
Alasan LPPOM Menyatakan Kolesom Jumbo Haram, Alkohol 19,7%!
Alasan LPPOM Menyatakan Kolesom Jumbo Haram, Alkohol 19,7%!
Aktual
Bahasa Arab Terima Kasih: Syukron, Jazakallah & Balasannya
Bahasa Arab Terima Kasih: Syukron, Jazakallah & Balasannya
Doa Harian
Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, Arti & Keutamaannya
Doa Harian
La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin: Arti, Bacaan Arab, Keutamaan dan Cara Mengamalkannya
La Ilaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin: Arti, Bacaan Arab, Keutamaan dan Cara Mengamalkannya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar