Editor
KOMPAS.com - Boneka unta masih menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang dibawa pulang jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci pada musim haji 2026.
Mainan khas Arab Saudi tersebut mudah ditemukan di berbagai toko di Makkah dengan harga yang relatif terjangkau, mulai sekitar 5 riyal per buah.
Selain memiliki bentuk yang identik dengan Timur Tengah, boneka unta juga tersedia dalam berbagai ukuran dan warna sehingga banyak diminati jemaah untuk dibagikan kepada keluarga di kampung halaman.
Baca juga: Kopernya Tidak Cukup, Jemaah Haji Ini Nekat Kalungkan Boneka Unta demi Cucu
Tak sedikit jemaah yang rela menyisihkan ruang di koper, bahkan membawa boneka unta secara terpisah demi memastikan oleh-oleh tersebut bisa sampai ke tangan anak dan cucu mereka.
Boneka unta yang dapat mengeluarkan suara talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik" menjadi salah satu barang yang paling sering dibeli jemaah selama berada di Makkah.
Baca juga: Jemaah Haji Tiba di Makassar, Kalungkan Boneka Unta untuk Oleh-oleh Cucu
Mainan tersebut tersedia dalam beragam warna, mulai dari cokelat, putih, pink hingga biru.
Karena ukurannya yang bervariasi, banyak jemaah membawa lebih dari satu boneka unta.
Sebagian bahkan mengalungkannya di leher karena tidak lagi muat dimasukkan ke dalam koper maupun tas bawaan.
Ahmad Jaelani, jemaah yang tergabung dalam kloter Batam (BTH 01), misalnya, terlihat mengalungkan boneka unta berwarna putih saat bersiap pulang pada Minggu (31/5/2026) malam.
Menurut Ahmad, ukuran boneka yang cukup besar membuatnya harus membawa sebagian oleh-oleh tersebut secara terpisah.
"Yang di bag ada empat lagi," ujar Ahmad sambil menunjukkan boneka unta lain.
Ahmad mengaku membeli lima boneka unta karena mendapat titipan khusus dari para cucunya.
Fenomena serupa juga dialami Kamisah Kamil yang berada dalam satu kloter dengan Ahmad Jaelani.
Ia mengaku membawa beberapa boneka unta karena permintaan sang cucu yang ingin mendapatkan oleh-oleh khas dari Arab Saudi.
"Cucu pesan dibawakan boneka unta. Tetangga beli, jadi dia minta juga," kata Kamisah sambil tersenyum.
Bagi sebagian jemaah, boneka unta memiliki nilai tersendiri karena dianggap sebagai simbol khas Arab Saudi yang tidak mudah ditemukan di Indonesia.
Hal itu pula yang menjadi alasan Katiyo Kadiman, jemaah asal embarkasi Medan (KNO) 02, membeli boneka unta untuk keluarganya.
Katiyo terlihat mengalungkan boneka unta yang dibelinya sebagai buah tangan untuk sang cucu.
"Di sana tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," ujarnya.
Selain kurma, cokelat, minyak wangi, dan air zamzam, boneka unta disebut hampir selalu masuk dalam daftar oleh-oleh yang dibeli jemaah Indonesia.
Samsul Azhar bersama istrinya, misalnya, membeli empat boneka unta berukuran besar untuk cucu dan keponakan di kampung halaman.
Tiga boneka dibawa menggunakan tas khusus, sementara satu boneka lainnya dimasukkan ke dalam koper.
Menurut Samsul, boneka unta telah menjadi salah satu simbol oleh-oleh yang identik dengan perjalanan haji ke Tanah Suci.
"Tak lupa juga simbol untanya. Apalagi sudah punya cucu," katanya.
Seorang kakek bernama Kulasse Jibbe (62) tampak mengalungkan sejumlah boneka unta ke leher demi enam cucunya karena koper tidak cukup.
Tingginya minat terhadap boneka unta juga terlihat saat proses penimbangan koper menjelang kepulangan jemaah ke Indonesia.
Sejumlah jemaah mengaku lebih memilih mempertahankan oleh-oleh yang telah dibeli dibanding barang bawaan yang dibawa dari Tanah Air.
Jemaah asal Wajo, Sulawesi Selatan, Junarti Ramli, mengatakan oleh-oleh menjadi prioritas utama apabila berat koper melebihi batas yang ditentukan maskapai.
"Kalau melebihi berat, jelas tujuan utama adalah memberikan oleh-oleh kepada keluarga. Itu yang perlu saya selamatkan dulu," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Andi Tenri Olle yang membeli berbagai buah tangan untuk keluarga, mulai dari kurma, cokelat hingga boneka unta.
Menurutnya, antusiasme membeli oleh-oleh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah haji karena banyak keluarga yang menanti buah tangan dari Tanah Suci.
"Kami sangat antusias beli oleh-oleh buat keluarga yang di kampung, terutama unta buat anak, cucu," kata Tenri.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Mengintip Oleh-oleh Jemaah Haji, Boneka Unta jadi Favorit”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang