Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Haji 2026, Arab Saudi Tangkap 14 Ribu Pelanggar dalam Sepekan

Kompas.com, 20 April 2026, 14:04 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang musim haji 2026, Pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan di berbagai sektor.

Langkah ini tidak hanya menyasar pengaturan ibadah, tetapi juga aspek keamanan, kependudukan, hingga perbatasan.

Dalam operasi gabungan yang berlangsung selama sepekan, otoritas setempat menangkap 14.487 pelanggar hukum.

Penindakan ini menjadi sinyal kuat bahwa penyelenggaraan haji tahun ini akan dijalankan dengan disiplin tinggi demi menjaga keselamatan jutaan jemaah.

Operasi Besar-besaran Jelang Musim Haji

Dilansir dari Saudi Gazette, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengungkapkan bahwa operasi dilakukan pada 9–15 April 2026 dengan melibatkan berbagai instansi keamanan.

Dari total pelanggar yang ditangkap:

  • 7.911 kasus terkait pelanggaran kependudukan
  • 3.588 pelanggaran keamanan perbatasan
  • 2.988 pelanggaran ketenagakerjaan

Angka ini menunjukkan bahwa persoalan administratif dan mobilitas ilegal masih menjadi tantangan utama menjelang puncak ibadah haji.

Dalam konteks pengelolaan haji modern, langkah ini bukan hal baru. Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Haji dan Umrah karya Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa pengendalian mobilitas menjadi kunci utama untuk mencegah kepadatan ekstrem yang berpotensi membahayakan jemaah.

Baca juga: Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi

Penindakan Lanjutan dan Deportasi

Tidak berhenti pada penangkapan, pemerintah Saudi juga melakukan tindak lanjut administratif terhadap para pelanggar.

Lebih dari 21.000 orang telah dirujuk ke perwakilan diplomatik untuk pengurusan dokumen perjalanan. Sementara itu, 12.554 orang telah dideportasi dari wilayah Arab Saudi.

Langkah ini menunjukkan bahwa penegakan hukum dilakukan secara sistematis, bukan hanya represif, tetapi juga administratif.

Dalam perspektif kebijakan publik, pendekatan ini mencerminkan prinsip deterrence, memberikan efek jera agar pelanggaran serupa tidak terulang, terutama di masa sensitif seperti musim haji.

Upaya Cegah Penyelundupan dan Pelanggaran Perbatasan

Pengawasan ketat juga dilakukan di wilayah perbatasan. Aparat berhasil menangkap 1.382 orang yang mencoba masuk secara ilegal, mayoritas berasal dari Yaman dan Ethiopia.

Selain itu, 43 orang diamankan saat mencoba keluar dari wilayah kerajaan tanpa prosedur resmi.

Yang menarik, aparat tidak hanya menindak pelaku utama. Sebanyak 23 orang juga ditangkap karena membantu pelanggaran, mulai dari menyediakan transportasi hingga tempat tinggal.

Pemerintah Saudi menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dapat dikenai sanksi berat, termasuk hukuman penjara hingga 15 tahun, denda besar, serta penyitaan aset.

Baca juga: Badai Petir dan Hujan Lebat Landa Saudi, Ini Imbauan untuk Jamaah Haji

Pembatasan Akses ke Makkah: Hanya untuk Pemilik Izin Resmi

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali menegaskan kebijakan penting: tidak ada akses masuk ke Makkah tanpa izin haji resmi.

Kebijakan ini bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian dari strategi besar pengendalian jumlah jemaah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan ini terbukti efektif dalam:

  • Mengurangi kepadatan ekstrem di area suci
  • Mempermudah pengaturan pergerakan jemaah
  • Meningkatkan aspek keselamatan

Dalam buku Fiqh al-Hajj karya Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa menjaga keselamatan jiwa (hifz an-nafs) merupakan salah satu tujuan utama syariat.

Dalam konteks ini, pembatasan akses justru menjadi bagian dari upaya menjaga kemaslahatan bersama.

Haji Tanpa Izin: Risiko Hukum dan Keselamatan

Pemerintah Saudi menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik haji tanpa izin.

Setiap individu yang mencoba melaksanakan ibadah tanpa dokumen resmi akan dianggap melanggar hukum.

Sanksi yang diberikan tidak ringan, mulai dari denda hingga penahanan. Bahkan, pihak yang membantu juga bisa terkena konsekuensi hukum.

Langkah ini penting mengingat pengalaman masa lalu, di mana lonjakan jemaah ilegal kerap memicu kepadatan berlebih yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Baca juga: Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi

Dimensi Keamanan dan Spiritualitas dalam Ibadah Haji

Haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga operasi logistik terbesar di dunia yang melibatkan jutaan orang dalam waktu bersamaan.

Dalam buku Psikologi Ibadah Haji karya Prof. Djamaludin Ancok, disebutkan bahwa rasa aman dan keteraturan sangat memengaruhi kekhusyukan ibadah.

Tanpa sistem yang tertib, ibadah berpotensi terganggu oleh faktor eksternal seperti kerumunan dan ketidakpastian.

Karena itu, kebijakan ketat yang diterapkan pemerintah Saudi sebenarnya menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan ibadah yang kondusif.

Menjaga Keseimbangan antara Ibadah dan Ketertiban

Penangkapan ribuan pelanggar dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa Arab Saudi tidak ingin mengambil risiko dalam penyelenggaraan haji.

Di balik angka-angka tersebut, ada pesan penting: ibadah haji harus dijalankan dengan aturan yang jelas dan tertib.

Bagi jemaah, kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Pada akhirnya, haji bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi juga bagaimana menjalankannya dengan aman, tertib, dan penuh kesadaran.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar