Editor
KOMPAS.com-Persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi memasuki tahap akhir menjelang musim haji 1447 H/2026 M.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh layanan utama telah siap menyambut kedatangan jemaah.
Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan tiba di Madinah pada 22 April 2026 melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz.
Baca juga: 423 Tenaga Pendukung PPIH Disiapkan, Perkuat Layanan Jemaah Haji 2026
Sejumlah petugas telah disiagakan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara untuk memastikan proses kedatangan berjalan lancar.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyampaikan kesiapan layanan mencakup berbagai aspek penting.
Layanan tersebut meliputi akomodasi, konsumsi, hingga transportasi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daker Madinah dan Bandara.
Penempatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses kedatangan dan mobilitas jemaah sejak tiba di Tanah Suci.
Menurut Budi, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kembali menggunakan skema fast track pada musim haji tahun ini.
Skema tersebut memungkinkan proses keimigrasian dilakukan lebih cepat sebelum keberangkatan dari Indonesia.
Kloter pertama dijadwalkan tiba di Madinah pada pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujarnya.
Baca juga: Wamenhaj Ingatkan PPIH Jelang Haji 2026: Ini Bukan Sekadar Tugas, tapi Misi Suci
Ia menambahkan, Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI direncanakan turut hadir dalam penyambutan perdana tersebut.
PPIH juga mengatur pergerakan jemaah dari bandara menuju bus secara terorganisir.
Pengaturan ini dilakukan melalui koordinasi dengan pihak syarikah untuk memastikan alur pergerakan berjalan tertib.
“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelas Budi.
Selain itu, layanan penanganan bagasi juga telah disiapkan agar barang bawaan jemaah tiba dengan aman di hotel.
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari.
Pemerintah juga menjamin layanan konsumsi bagi jemaah selama masa tinggal tersebut.
Total konsumsi yang disiapkan mencapai maksimal 27 kali makan.
“Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang