KOMPAS.com - Kehamilan bukan sekadar proses biologis, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh harapan, doa, dan ikhtiar.
Di masa inilah banyak calon ibu berusaha memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, tidak hanya melalui asupan nutrisi dan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dengan memperbanyak ibadah dan dzikir kepada Allah SWT.
Dalam tradisi Islam, pendidikan anak bahkan diyakini telah dimulai sejak masih berada dalam kandungan.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar ibu hamil memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan menjaga ketenangan jiwa agar janin tumbuh dalam lingkungan yang penuh keberkahan.
Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Alā bidzikrillāhi tathma'innul qulūb.
Artinya: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Ayat ini menjadi landasan penting mengapa dzikir dianjurkan bagi ibu hamil. Ketenangan yang dirasakan ibu diyakini akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis dan emosional janin yang sedang berkembang.
Dalam buku Wirid Ibu Hamil karya Ummu Abdillah Naurah binti Abdirrahman dijelaskan bahwa dzikir menjadi benteng spiritual yang menjaga hati ibu dari kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan selama masa kehamilan.
Sementara dari sisi medis, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spiritual seperti berdoa dan berdzikir dapat membantu menurunkan hormon stres, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kualitas tidur ibu hamil.
Kehamilan sering kali menghadirkan berbagai perubahan fisik maupun emosional. Tidak sedikit ibu yang merasa khawatir terhadap kondisi janin, proses persalinan, hingga masa depan anak yang akan dilahirkan.
Dalam kitab Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa salah satu waktu mustajab untuk memperbanyak doa adalah ketika seorang anak masih berada dalam kandungan.
Orang tua dianjurkan memohon agar anak yang lahir kelak menjadi keturunan yang saleh, sehat, dan membawa keberkahan.
Dzikir bukan sekadar bacaan lisan. Ia adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membangun optimisme, kesabaran, dan tawakal selama menjalani kehamilan.
Baca juga: Sering Diamalkan, Benarkah Surah Maryam Punya Dalil Khusus untuk Ibu Hamil?
Dzikir ini dikenal sebagai salah satu kalimat yang sangat dicintai Allah dan disebut sebagai perbendaharaan surga.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Artinya: "Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Rasulullah SAW bersabda:
"Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu perbendaharaan surga? Yaitu lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh." (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagi ibu hamil, dzikir ini membantu menumbuhkan keyakinan bahwa seluruh proses kehamilan dan persalinan berada dalam pertolongan Allah SWT.
Ketika rasa cemas datang, kalimat tawakal ini menjadi penguat hati.
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Ḥasbunallāhu wa ni‘mal-wakīl
Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."
Menurut Imam Al-Bukhari, kalimat ini pernah diucapkan Nabi Ibrahim AS ketika dilempar ke dalam api dan juga dibaca Rasulullah SAW saat menghadapi ancaman musuh.
Dzikir ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu lebih besar daripada rasa takut manusia.
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘aẓīm
Artinya: "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."
Dzikir ini memadukan tauhid, tawakal, dan pengagungan kepada Allah dalam satu bacaan yang sangat dianjurkan.
Salah satu doa paling masyhur dalam Al-Qur'an.
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Rabbi hab lī mil ladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka samī‘ud du‘ā’
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)
Menurut tafsir Ibnu Katsir, kata dzurriyyatan thayyibah berarti keturunan yang baik dalam akhlak, iman, ilmu, dan kehidupannya.
Baca juga: Doa Cepat Hamil dan Memiliki Keturunan: Arab, Latin, dan Artinya
Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang menjadi kebahagiaan dunia dan akhirat.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil muttaqīna imāmā
Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Dzikir sederhana namun sangat besar keutamaannya.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh walḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Rasulullah SAW bersabda bahwa bacaan tersebut lebih beliau cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari (HR. Muslim).
Selain dzikir, para ulama dan pendidik Islam juga menganjurkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan selama kehamilan.
Beberapa ulama dan dai, termasuk Ustaz Adi Hidayat, menganjurkan membaca Surah Al-Fatihah sebanyak tujuh kali setelah salat Subuh lalu meniupkannya ke arah perut sebagai bentuk doa dan ikhtiar.
Surah ini mengandung pesan optimisme bahwa setiap kesulitan akan diiringi kemudahan.
Banyak keluarga Muslim membiasakan membaca:
Meski tidak ada dalil khusus yang memastikan pengaruh tertentu pada janin, membaca Al-Qur'an secara umum merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan membawa ketenangan.
Baca juga: Hukum Menikah dalam Keadaan Hamil dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammad
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad."
Dalam buku Keajaiban Shalawat untuk Kehidupan karya Ahmad Zacky El-Syafa disebutkan bahwa memperbanyak shalawat dapat menjadi sarana memohon keberkahan hidup, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan.
Dalam buku Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan dijelaskan bahwa pendidikan anak sesungguhnya dimulai jauh sebelum kelahiran.
Lingkungan spiritual yang baik selama masa kehamilan akan menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan.
Karena itu, selain menjaga kesehatan fisik melalui makanan bergizi dan pemeriksaan rutin, ibu hamil juga dianjurkan menjaga kesehatan ruhani dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Pada akhirnya, setiap orang tua tentu berharap anak yang lahir kelak tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, berilmu, dan menjadi penyejuk hati bagi keluarga.
Salah satu ikhtiar terbaik untuk mewujudkan harapan itu adalah memperbanyak dzikir dan doa sejak sang buah hati masih berada dalam kandungan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang