Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sering Diamalkan, Benarkah Surah Maryam Punya Dalil Khusus untuk Ibu Hamil?

Kompas.com, 5 Mei 2026, 16:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah masa kehamilan, banyak ibu Muslim berupaya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan bacaan Al-Qur’an.

Salah satu amalan yang cukup populer di masyarakat adalah membaca Surah Maryam dengan harapan memperoleh keberkahan bagi janin.

Namun, muncul pertanyaan yang tak kalah penting, benarkah Surah Maryam dianjurkan secara khusus untuk ibu hamil? Ataukah praktik ini sekadar tradisi yang berkembang di tengah umat?

Berikut ulasan lengkapnya, ditinjau dari perspektif syariat, literatur keislaman, hingga makna spiritual yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Unik, Alquran Kuningan Abad 18 Jadi Koleksi Museum di Makkah

Antara Tradisi dan Dalil Syariat

Dalam praktiknya, membaca Surah Maryam bagi ibu hamil memang telah menjadi tradisi yang cukup luas di kalangan Muslim.

Surah ini dikenal mengandung kisah agung tentang Maryam, sosok perempuan suci yang melahirkan Nabi Isa AS, serta doa Nabi Zakariya AS yang memohon keturunan.

Meski demikian, secara teologis, tidak ditemukan dalil khusus—baik dari Al-Qur’an maupun hadis sahih yang secara eksplisit menganjurkan pembacaan Surah Maryam bagi ibu hamil.

Dalam buku Agar Momonganmu Cantik dan Tampan: Lapis-lapis Keberkahan Surat Yusuf dan Maryam bagi Ibu Hamil karya Ana Syarafatin dijelaskan bahwa praktik ini tidak berasal dari tuntunan langsung Rasulullah SAW maupun para sahabat, melainkan berkembang sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah masyarakat.

Artinya, amalan ini tidak termasuk sunnah yang disyariatkan secara khusus, namun tetap diperbolehkan selama tidak diyakini sebagai kewajiban.

Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil dan Diberikan Keturunan Lengkap dengan Artinya

Membaca Al-Qur’an: Ibadah yang Selalu Dianjurkan

Meski tidak ada dalil spesifik, membaca Al-Qur’an sendiri merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk bagi ibu hamil.

Dalam buku Ulumul Qur’an karya Manna Khalil al-Qattan dijelaskan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ketenangan batin.

Bagi ibu hamil, ketenangan psikologis memiliki pengaruh besar terhadap kondisi janin. Oleh karena itu, membaca Surah Maryam, seperti halnya surah lainnya tetap memiliki nilai ibadah dan manfaat spiritual.

Dengan kata lain, yang dianjurkan adalah membaca Al-Qur’an secara umum, bukan Surah Maryam secara khusus sebagai “amalan wajib”.

Kandungan Surah Maryam: Inspirasi bagi Ibu Hamil

Surah Maryam merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 98 ayat, dan tergolong sebagai surah Makkiyah. Isinya sarat dengan pesan keimanan, kesabaran, dan ketundukan kepada Allah.

Beberapa bagian penting yang sering dikaitkan dengan kehamilan antara lain:

  • Kisah Maryam yang menjaga kesucian dan ketakwaannya
  • Doa Nabi Zakariya AS yang memohon keturunan
  • Kelahiran Nabi Yahya AS sebagai jawaban atas doa tersebut

Dalam buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa kisah-kisah ini menjadi inspirasi spiritual bagi para orang tua yang menginginkan keturunan saleh.

Namun, penting dipahami bahwa nilai utama dari Surah Maryam bukan terletak pada “efek fisik”, melainkan pada pesan keimanan dan keteladanan.

Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil dan Diberikan Keturunan Lengkap dengan Artinya

Ayat-Ayat yang Sering Diamalkan

Di tengah masyarakat, sebagian ibu hamil kerap membaca Surah Maryam secara penuh atau memilih ayat-ayat tertentu, terutama ayat 1–11 yang berisi doa Nabi Zakariya AS. Berikut Bacaannya:

كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ .1

Kaf Ha Ya 'Ain Shad

2. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ

Zikru raḥmati rabbika 'abdahụ zakariyyā

Artinya: "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,"

3. اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا

Iż nādā rabbahụ nida'an khafiyyā

Artinya: "(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."

4. قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

Qaala rabbi innii wahanal-'azmu minnī wasyta'alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu'a'ika rabbi syaqiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku'."

5. وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ

Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa'ii wa kaanatimra'atii 'aqiran fa hab lii mil ladungka waliyyaa

Artinya: "Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu"

6. يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

Yariṡunii wa yariṡu min aali ya'qụba waj'al-hu rabbi raḍiyyaa

Artinya: "Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai."

7. يٰزَكَرِيَّآ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ ِۨاسْمُهٗ يَحْيٰىۙ لَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

Yaa zakariyya innaa nubasysyiruka bigulaaminismuhụ yaḥyaa lam naj'al lahụ ming qablu samiyyaa

Artinya: "(Allah berfirman), 'Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.'

8. قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

Qaala rabbi annaa yakụnu lii gulāmuw wa kānatimra'atī 'āqiraw wa qad balagtu minal-kibari 'itiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?'

9. قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

Qaala każālik, qaala rabbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai'aa

Artinya: "(Allah) berfirman, 'Demikianlah.' Tuhanmu berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali'."

10. قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

Qaala rabbij'al lī aayah, qāla aayatuka allaa tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyaa

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.' (Allah) berfirman, 'Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.'

11. فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

Fa kharaja 'alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥaa ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa 'asyiyyā

Artinya: "Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang."

Doa tersebut menggambarkan harapan seorang hamba kepada Allah agar dikaruniai keturunan, meski dalam kondisi yang tampak mustahil secara manusiawi.

Secara substansi, doa ini bukan sekadar permohonan anak, tetapi juga harapan akan keturunan yang diridai Allah.

Keutamaan yang Diyakini: Antara Harapan dan Realitas

Sejumlah literatur populer menyebutkan berbagai keutamaan membaca Surah Maryam bagi ibu hamil, seperti:

  • Memudahkan proses persalinan
  • Mendapat keturunan yang baik dan saleh
  • Mendatangkan ketenangan dan rahmat Allah

Dalam buku Panduan Hamil Sehat & Syar’i karya Sa’idatul Nafisah, disebutkan bahwa amalan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual selama tidak diyakini sebagai sebab pasti.

Di sinilah pentingnya membedakan antara keyakinan dan harapan. Islam mengajarkan bahwa segala hasil tetap berada di tangan Allah SWT, sementara amalan hanya menjadi wasilah (perantara).

Baca juga: Menitipkan Anak di Daycare, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Perspektif Islam: Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Fisik

Dalam Islam, keutamaan seorang anak tidak diukur dari rupa semata, melainkan dari iman, akhlak, dan ketakwaannya.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali dijelaskan bahwa keindahan sejati manusia terletak pada hati dan perilakunya, bukan pada fisik semata.

Karena itu, doa yang dipanjatkan oleh orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada kecantikan atau ketampanan, tetapi juga mencakup:

  • Keimanan yang kuat
  • Akhlak yang mulia
  • Kecerdasan dan kebaikan hati

Adab Membaca Surah Maryam bagi Ibu Hamil

Agar amalan tetap bernilai ibadah, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan:

1. Bersuci terlebih dahulu

Membaca Al-Qur’an dianjurkan dalam keadaan suci sebagai bentuk penghormatan.

2. Membaca dengan tartil

Tidak tergesa-gesa dan memahami maknanya.

3. Memilih tempat yang bersih dan tenang

Lingkungan yang nyaman membantu kekhusyukan.

4. Menghadirkan niat yang benar

Sebagai bentuk ibadah, bukan sekadar ritual.

5. Bertawakal kepada Allah

Menyerahkan hasil sepenuhnya kepada-Nya.

Kesimpulan: Boleh Diamalkan, Bukan Kewajiban

Membaca Surah Maryam bagi ibu hamil tidak memiliki dalil khusus yang mewajibkan atau menganjurkannya secara spesifik.

Namun, sebagai bagian dari membaca Al-Qur’an, amalan ini tetap diperbolehkan dan bernilai ibadah.

Yang terpenting adalah menjaga niat, tidak berlebihan dalam keyakinan, serta memahami bahwa semua hasil berasal dari kehendak Allah SWT.

Pada akhirnya, setiap doa orang tua adalah bentuk cinta yang tulus. Lebih dari sekadar harapan akan rupa yang indah, Islam mengajarkan bahwa anak terbaik adalah mereka yang membawa cahaya iman dan menjadi penyejuk hati bagi keluarganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Aktual
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Aktual
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Aktual
Menu Siap Santap Disajikan untuk Jemaah Haji saat Armuzna, Bisa Langsung Dimakan Tanpa Dipanaskan
Menu Siap Santap Disajikan untuk Jemaah Haji saat Armuzna, Bisa Langsung Dimakan Tanpa Dipanaskan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com