Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat penerapan Kurikulum Cinta sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak, sekaligus membangun karakter generasi muda yang toleran, humanis, dan peduli terhadap lingkungan.
Berbeda dengan anggapan sebagian masyarakat, Kurikulum Cinta bukan mata pelajaran baru. Konsep ini akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada melalui penyisipan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan keberagaman.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, penguatan Kurikulum Cinta menjadi salah satu langkah yang ditempuh Kemenag untuk mendukung Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA).
"Kementerian Agama telah melakukan atau mengambil sejumlah langkah-langkah teknis dari sisi regulasi dan ekosistem pendidikan, penguatan Kurikulum Cinta, kemudian pembinaan guru agar semuanya bisa bersinergi untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi anak dan juga sekaligus aman bagi mereka untuk belajar, untuk tumbuh berkembang, dan untuk menjadi generasi emas di masa yang akan datang," kata Kamaruddin di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Kemenag Tekankan Kurikulum Cinta di Penutupan Olimpiade PAI 2025
Menurut dia, upaya menciptakan ruang aman bagi anak tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan masyarakat.
"Ruang yang nyaman dan aman bagi anak ini di lembaga pendidikan, di keluarga, kemudian di masyarakat," ujarnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno menjelaskan, Kurikulum Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai kasih sayang kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini.
Ia mengatakan, kurikulum ini disusun sebagai respons terhadap masih ditemukannya sikap intoleran dan kecenderungan saling menyalahkan di kalangan pelajar.
"Kami sudah melakukan riset dan survei terkait kondisi keberagaman di Indonesia, dan memang masih ada tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi landasan utama untuk memperbaiki kondisi ini," ujarnya.
Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Kemenag: 100.000 Diperkirakan Hadir
Amien menjelaskan, Kurikulum Cinta dibangun di atas empat nilai utama.
Pertama, cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah) dengan membiasakan peserta didik memperkuat hubungan spiritual sejak dini.
Kedua, cinta kepada sesama manusia (Hablum Minannas) tanpa membedakan agama maupun latar belakang sehingga peserta didik terbiasa menghargai keberagaman.
Ketiga, cinta kepada lingkungan (Hablum Bi'ah) sebagai respons terhadap berbagai persoalan kerusakan lingkungan.
"Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini harus ditangani secara terstruktur dan sistematis. Anak-anak kita harus disadarkan akan pentingnya menjaga bumi," kata Amien mengutip arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Keempat, cinta kepada bangsa (Hubbul Wathan) agar peserta didik tetap memiliki rasa memiliki terhadap Indonesia di tengah arus globalisasi.
Amien menegaskan, Kurikulum Cinta tidak akan diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri.
Nilai-nilai tersebut akan diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran melalui panduan yang telah disiapkan Kementerian Agama.
Metode pembelajarannya juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Di tingkat Raudhatul Athfal (RA), pendekatan dilakukan melalui permainan dan pembiasaan. Sementara pada jenjang yang lebih tinggi, pembelajaran diarahkan melalui pengalaman, diskusi, dan refleksi.
Selain menyiapkan buku panduan, Kemenag juga akan melakukan pendampingan kepada para pendidik serta menyusun instrumen evaluasi untuk mengukur perubahan sikap peserta didik.
"Kita tidak ingin agama hanya menjadi sesuatu yang normatif, tetapi harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari RA hingga perguruan tinggi, kita ingin membentuk individu yang ramah, humanis, nasionalis, dan peduli lingkungan," kata Amien.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang