Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya

Kompas.com, 5 Mei 2026, 15:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Harapan memiliki anak yang sehat, saleh, dan berparas rupawan menjadi doa yang hampir selalu dipanjatkan oleh setiap orang tua.

Dalam tradisi umat Islam, salah satu amalan yang kerap dikaitkan dengan harapan tersebut adalah membaca doa Nabi Yusuf AS, sosok yang dikenal memiliki ketampanan luar biasa sekaligus akhlak yang mulia.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa amalan ini lebih bersifat ikhtiar spiritual, bukan tuntunan wajib dalam syariat. Lalu, bagaimana cara mengamalkannya agar tetap sesuai adab Islam dan bernilai ibadah?

Doa Nabi Yusuf: Antara Ikhtiar dan Keyakinan

Dalam Al-Qur’an, kisah Nabi Yusuf AS diabadikan secara khusus dalam Surah Yusuf. Kisah ini tidak hanya berbicara tentang ketampanan fisik, tetapi juga menggambarkan kesabaran, keteguhan iman, dan kemuliaan akhlak.

Dalam buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa sebagian masyarakat mengamalkan pembacaan Surah Yusuf sebagai bentuk doa agar dikaruniai anak yang rupawan dan saleh. Namun, praktik ini tidak memiliki dalil khusus yang secara eksplisit memerintahkannya.

Artinya, amalan ini boleh dilakukan selama tidak diyakini sebagai kewajiban, melainkan sebagai bentuk doa dan harapan kepada Allah SWT.

Baca juga: Doa Cepat Hamil dan Memiliki Keturunan: Arab, Latin, dan Artinya

Persiapan Sebelum Mengamalkan

Agar amalan ini tetap berada dalam koridor adab Islam, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca Surah Yusuf.

1. Bersuci sebagai Bentuk Penghormatan

Membaca Al-Qur’an dianjurkan dalam keadaan suci, baik dengan wudhu maupun mandi besar jika diperlukan. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kitab suci.

2. Menjaga Adab Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an tidak sekadar melafalkan ayat, tetapi juga menjaga adab seperti membaca dengan tartil, tidak terburu-buru, serta menghadirkan hati.

Dalam buku Ulumul Qur’an karya Manna Khalil al-Qattan disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan menjadi kunci agar ayat-ayatnya memberi dampak spiritual.

3. Memilih Tempat yang Bersih dan Tenang

Lingkungan yang bersih dan tenang membantu seseorang lebih fokus dalam berdoa dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

4. Menghadap Kiblat

Menghadap kiblat bukan syarat wajib, tetapi dianjurkan sebagai bentuk kesempurnaan adab dalam berdoa.

Baca juga: Doa Agar Cepat Hamil dan Diberikan Keturunan Lengkap dengan Artinya

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf

Setelah memahami persiapannya, berikut beberapa cara mengamalkan doa Nabi Yusuf AS yang sering dilakukan di masyarakat:

Membaca Surah Yusuf Secara Rutin

Amalan yang umum dilakukan adalah membaca Surah Yusuf secara rutin, terutama bagi pasangan yang sedang menantikan keturunan.

Pembacaan dilakukan dengan tartil, tidak tergesa-gesa, serta disertai pemahaman makna.

Waktu Terbaik: Sepertiga Malam

Waktu malam, khususnya sepertiga terakhir, sering disebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa.

Dalam banyak hadis, waktu ini menjadi momen ketika doa lebih mudah dikabulkan.
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa waktu malam memiliki keutamaan besar dalam bermunajat kepada Allah.

Mengiringi dengan Niat yang Baik

Niat dalam Islam menjadi inti dari setiap ibadah. Membaca Surah Yusuf hendaknya disertai niat memohon keturunan yang tidak hanya tampan atau cantik, tetapi juga saleh dan berakhlak mulia.

Meyakini sebagai Wasilah, Bukan Penentu

Keyakinan penting dalam amalan ini adalah bahwa ayat Al-Qur’an menjadi wasilah (perantara), sementara yang menentukan hasil tetap Allah SWT.

Tawakal sebagai Penutup Ikhtiar

Setelah berusaha dan berdoa, langkah terakhir adalah bertawakal. Menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah merupakan bagian dari keimanan.

Perspektif Islam: Ketampanan Lebih dari Fisik

Menariknya, dalam perspektif Islam, ketampanan tidak hanya diukur dari fisik. Nabi Yusuf AS memang dikenal sangat rupawan, tetapi kemuliaannya justru terletak pada akhlak dan kesabaran.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali dijelaskan bahwa keindahan sejati manusia terletak pada hati dan akhlaknya, bukan semata pada rupa.

Karena itu, doa yang dipanjatkan sebaiknya tidak hanya berfokus pada penampilan fisik, tetapi juga mencakup kebaikan iman, akhlak, dan kecerdasan.

Baca juga: Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan

Antara Tradisi dan Syariat

Amalan membaca Surah Yusuf untuk mendapatkan anak tampan merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Muslim.

Selama tidak diyakini sebagai kewajiban atau bagian dari syariat yang baku, praktik ini tetap diperbolehkan sebagai bentuk doa.

Yang terpenting adalah menjaga niat, tidak berlebihan dalam keyakinan, serta tetap berpegang pada ajaran Islam yang utama.

Doa sebagai Ikhtiar Spiritual Orang Tua

Pada akhirnya, setiap doa orang tua adalah bentuk cinta dan harapan terbaik bagi anaknya. Membaca Surah Yusuf bisa menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus memohon keturunan yang baik lahir dan batin.

Lebih dari sekadar tampan atau cantik, anak yang diharapkan dalam Islam adalah mereka yang membawa kebaikan, menjadi penyejuk hati, dan kelak menjadi amal jariyah bagi orang tuanya.

Di situlah makna sesungguhnya dari doa, bukan hanya tentang rupa, tetapi tentang cahaya iman yang terpancar dalam kehidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sering Diamalkan, Benarkah Surah Maryam Punya Dalil Khusus untuk Ibu Hamil?
Sering Diamalkan, Benarkah Surah Maryam Punya Dalil Khusus untuk Ibu Hamil?
Doa dan Niat
Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya
Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya
Doa dan Niat
Hanya 3 Tas yang Boleh Dibawa Jemaah Haji Gelombang II, Ini Rinciannya
Hanya 3 Tas yang Boleh Dibawa Jemaah Haji Gelombang II, Ini Rinciannya
Aktual
Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Pakai Kain Ihram sejak di Embarkasi
Jemaah Haji Gelombang II Diimbau Pakai Kain Ihram sejak di Embarkasi
Aktual
Hukum Menjual Daging Kurban, Haram atau Boleh? Ini Kata Ulama
Hukum Menjual Daging Kurban, Haram atau Boleh? Ini Kata Ulama
Aktual
Tata Cara Kurban Sesuai Sunnah Lengkap, dari Niat hingga Pembagiannya
Tata Cara Kurban Sesuai Sunnah Lengkap, dari Niat hingga Pembagiannya
Aktual
PBNU Minta Pesantren Perkuat Perlindungan Santri usai Kasus Kekerasan Seksual di Pati
PBNU Minta Pesantren Perkuat Perlindungan Santri usai Kasus Kekerasan Seksual di Pati
Aktual
“Seperti Mimpi”, Jufriadi Pelatih SSB Berkaki Satu Pergi Haji Gantikan Ayah
“Seperti Mimpi”, Jufriadi Pelatih SSB Berkaki Satu Pergi Haji Gantikan Ayah
Aktual
Cegah Cuaca Ekstrem Saat Haji 2026, Saudi Perluas Pendingin di Arafah hingga 272 Ribu m²
Cegah Cuaca Ekstrem Saat Haji 2026, Saudi Perluas Pendingin di Arafah hingga 272 Ribu m²
Aktual
Kemenag Hentikan Pendaftaran Santri Baru di Ponpes Pati usai Kasus Kekerasan Seksual
Kemenag Hentikan Pendaftaran Santri Baru di Ponpes Pati usai Kasus Kekerasan Seksual
Aktual
Langka! Eneng Kusnani Jadi Satu-satunya Kasektor Perempuan di Makkah
Langka! Eneng Kusnani Jadi Satu-satunya Kasektor Perempuan di Makkah
Aktual
Kereta Cepat Haramain Tambah 2,2 Juta Kursi untuk Haji 2026, Ini Rutenya
Kereta Cepat Haramain Tambah 2,2 Juta Kursi untuk Haji 2026, Ini Rutenya
Aktual
Cara Daftar Nikah di KUA 2026: Alur Online-Offline dan Biaya Resminya
Cara Daftar Nikah di KUA 2026: Alur Online-Offline dan Biaya Resminya
Aktual
Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta
Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta
Aktual
Siapa yang Berhak Dapat Daging Kurban? Ini Daftar dan Penjelasan Ulama
Siapa yang Berhak Dapat Daging Kurban? Ini Daftar dan Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com