Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langka! Eneng Kusnani Jadi Satu-satunya Kasektor Perempuan di Makkah

Kompas.com, 5 Mei 2026, 12:18 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MAKKAH, KOMPAS.com - Di tengah hiruk pikuk kedatangan rombongan jemaah haji Embarkasi Makassar (UPG 3) di Mekkah pada Sabtu (2/5/2026) siang, tampak sesosok perempuan berseragam petugas haji bergerak dengan cekatan. Tanpa canggung, ia membantu para jemaah lansia turun dari bus.

Sesekali dia juga memberikan instruksi kepada petugas lainnya. Dia adalah Eneng Kusnani, Kepala Sektor (Kasektor) 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah. Istimewanya, Eneng adalah satu-satunya perempuan yang dipercaya memikul jabatan Kasektor di Mekkah.

Awalnya Eneng hanya berniat ingin mewakafkan diri sebagai pelayan tamu-tamu Allah. Rupanya dia diberi amanah besar untuk memimpin sektor.

Baca juga: Kereta Cepat Haramain Tambah 2,2 Juta Kursi untuk Haji 2026, Ini Rutenya

Tentu situasi ini sempat memunculkan sedikit pergolakan batin baginya. “Awalnya, saya sempat berpikir, mampu atau tidak,” ujarnya.

Namun, kebimbangan itu tak berumur panjang. Sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Udara, prinsip kedisiplinan dan jiwa korsa yang kuat langsung membuatnya memberi keputusan.

"Yang namanya TNI, siap tidak siap, harus siap.”

Dedikasi Eneng di Tanah Suci sejatinya telah teruji. Pengabdian ini merupakan kelanjutan dari tugas mulia yang pernah ia emban pada musim haji tahun 2023.

"Saat itu, saya bertugas di Seksus (Sektor Khusus) Nabawi," ucapnya.

Pengalaman berharga di Madinah tersebut, ditambah rekam jejaknya sebagai personel perempuan paling senior di divisi layanan perlindungan jemaah, memantapkan langkahnya di Makkah.

Namun, ia sangat menyadari bahwa tantangan barunya ini menuntut kapasitas yang jauh lebih kompleks. Ia tak lagi hanya mengurus operasional lapangan, tetapi juga harus bisa mengurus masalah manajerial.

“Di sektor, kita harus tahu dari manajemen sampai lapangan. Seluk-beluk masalah jemaah harus tahu sedetail-detailnya,” jelasnya.

Dengan jam terbang 28 tahun berdinas di kemiliteran, Eneng memahami betul bahwa keberhasilan sebuah misi bergantung pada soliditas tim. Ia berupaya membangun rasa kesetaraan antarpetugas.

“Kita semua di sini petugas, termasuk saya,” ucapnya.

Menjalani masa operasional selama dua bulan penuh, Eneng bertekad merajut rasa kekeluargaan di dalam sektornya. Ia merasa sangat bersyukur karena dikelilingi oleh personel-personel tangguh yang tak kenal lelah berkolaborasi.

“Mereka semangat sekali dan sangat membantu saya,” katanya.

Sebagai srikandi yang memimpin tim dengan mayoritas anggota laki-laki, Eneng menerapkan seni kepemimpinan yang seimbang. Ia tahu persis kapan harus merangkul dengan hangat, dan kapan harus bersikap tegas.

“Untuk jadi pemimpin itu harus tarik ulur. Ada saatnya kita santai, tapi saat tugas kita harus serius,” ujarnya.

Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian

Di balik pendekatan humanisnya, kedisiplinan tetap menjadi harga mati. Rutinitas apel pagi, ketepatan waktu, dan kerapian berpakaian selalu ia awasi dengan ketat sebagai bentuk profesionalisme abdi negara.

“Jangan sampai kita mencoreng nama Indonesia,” katanya mengingatkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktual
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Aktual
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Aktual
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com