Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Lewatkan, Ini 4 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Kompas.com, 5 Mei 2026, 08:26 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Doa menjadi salah satu bentuk ketergantungan seorang mukmin kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

Selain memperhatikan isi doa dan tempat memanjatkannya, umat Islam juga dianjurkan memahami waktu-waktu mustajab agar doa lebih sungguh-sungguh dihadirkan.

Dilansir dari laman MUI, sejumlah riwayat dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah menjelaskan waktu-waktu penting yang berpotensi besar dikabulkannya doa.

Sebagian besar waktu tersebut berkaitan dengan shalat, mulai dari adzan, jeda antara adzan dan iqamah, waktu shalat, hingga hari Jumat.

Baca juga: Doa Melihat Ka’bah dan Menyentuh Hajar Aswad di Masjidil Haram, Ini Bacaan Lengkapnya

1. Saat adzan berkumandang dan dalam barisan jihad

Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika adzan berkumandang.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

حدثنا معن عن مالك بن أنس عن أبي حازم عن سهل بن سعد الساعدي قال: ساعتان يفتح فيهما أبواب السماء وقل داع ترد عليه دعوته: حضرة النداء في الصلاة ، والصف في سبيل الله عز وجل

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ma‘n, dari Malik bin Anas, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa‘d As-Sa‘idi, ia berkata: ‘Ada dua waktu di mana pintu-pintu langit dibuka, dan sangat jarang ada doa seorang yang berdoa pada saat itu ditolak: yaitu ketika hadirnya panggilan untuk shalat (adzan), dan saat berada dalam barisan di jalan Allah (jihad).’”

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa adzan bukan hanya panggilan untuk melaksanakan shalat, tetapi juga menjadi momen penting untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Anjuran berdoa ketika adzan juga disebutkan dalam riwayat lain:

حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ مُحَارِبٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: كَانَ يَأْمُرُ بِالدُّعَاءِ عِنْدَ أَذَانِ الْمُؤَذِّنِينَ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail, dari Abdurrahman bin Ishaq, dari Muharib, dari Ibnu Umar, ia berkata: ‘Beliau (Ibnu Umar) dahulu menganjurkan untuk berdoa ketika para muadzin mengumandangkan adzan.’”

Riwayat ini menunjukkan bahwa memanfaatkan waktu adzan untuk berdoa telah menjadi perhatian para ulama terdahulu.

Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak menyia-nyiakan waktu saat adzan berkumandang.

Baca juga: Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

2. Antara adzan dan iqamah

Waktu mustajab berikutnya adalah jeda antara adzan dan iqamah.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

حدثنا أبو بكر قال حدثنا وكيع عن زيد العمي عن أبي إياس عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الدعاء بين الأذان والإقامة لا يرد

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Waki‘, dari Zaid Al-‘Ammi, dari Abu Iyas, dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.’”

Hadis ini diperkuat oleh riwayat lain:

حدثنا عبيد الله أخبرنا إسرائيل عن أبي إسحاق عن بريد بن أبي مريم عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة فادعوا

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Isra’il, dari Abu Ishaq, dari Buraid bin Abi Maryam, dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah.’”

Selain itu, riwayat lain juga menyebutkan:

حدثنا أحمد بن عبد الملك بن واقد أخبرنا الحارث بن مرة حدثنا يزيد الرقاشي عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا كان عند الأذان فتحت أبواب السماء واستجيب الدعاء، وإذا كان عند الإقامة لم ترد دعوة

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Abd al-Malik bin Waqid, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Al-Harits bin Murrah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid Ar-Raqasyi, dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Apabila telah tiba waktu adzan, dibukalah pintu-pintu langit dan doa dikabulkan. Dan apabila telah tiba waktu iqamah, tidak ada satu pun doa yang ditolak.’”

Jeda antara adzan dan iqamah sering kali terlewat karena sebagian orang sibuk dengan aktivitas lain.

Padahal, riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa waktu ini termasuk momen penting untuk memperbanyak doa.

3. Waktu shalat

Waktu shalat juga disebut sebagai salah satu waktu utama untuk berdoa.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

حدثنا وكيع عن سفيان عن عثمان بن الأسود عن أبي فزارة عن مجاهد قال: أفضل الساعات مواقيت الصلاة فادع فيها

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Waki‘, dari Sufyan, dari Utsman bin Al-Aswad, dari Abu Fazārah, dari Mujahid, ia berkata: ‘Waktu-waktu yang paling utama adalah waktu-waktu shalat, maka berdoalah pada saat-saat itu.’”

Shalat bukan hanya rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga momentum komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT.

Karena itu, doa yang dibaca dalam shalat menjadi bagian penting dari kekhusyukan dan penghambaan kepada Allah.

Baca juga: Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya

4. Hari Jumat saat imam naik mimbar

Hari Jumat juga memiliki waktu mustajab untuk berdoa.

Salah satu momen yang disebut dalam riwayat adalah ketika imam berdiri untuk khutbah dan shalat Jumat hingga rangkaian ibadah selesai.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

حدثنا يحيى بن آدم قال حدثنا عمار بن رزيق عن أبي إسحاق عن أبي بردة قال: إن الساعة التي يستجاب فيها لمن دعا يوم الجمعة حين يقوم الإمام في الصلاة حتى ينصرف منها

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam, ia berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Ammar bin Ruzaiq, dari Abu Ishaq, dari Abu Burdah, ia berkata: ‘Sesungguhnya waktu dikabulkannya doa bagi orang yang berdoa pada hari Jumat adalah ketika imam berdiri (untuk khutbah dan shalat) hingga selesai darinya.’”

Waktu ini memang singkat, tetapi memiliki nilai yang besar bagi orang yang ingin berdoa dengan khusyuk.

Karena itu, umat Islam dapat memanfaatkannya dengan memperbanyak doa saat khatib berdiri hendak menyampaikan khutbah dan ketika rangkaian shalat Jumat berlangsung.

Pentingnya memperhatikan waktu mustajab

Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa doa tidak hanya berkaitan dengan apa yang diminta, tetapi juga dengan adab dan waktu memanjatkannya.

Banyak orang merasa doanya belum dikabulkan, tetapi sering luput memperhatikan waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa.

Petunjuk tentang waktu mustajab telah disampaikan melalui sejumlah riwayat, terutama yang berkaitan dengan shalat.

Dengan memahami waktu-waktu ini, seorang muslim dapat lebih cermat memanfaatkan momen untuk berdoa kepada Allah SWT.

Orang yang beriman dianjurkan menghadirkan hati ketika adzan, jeda antara adzan dan iqamah, waktu shalat, serta hari Jumat.

Pada waktu-waktu tersebut, doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jangan Lewatkan, Ini 4 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Jangan Lewatkan, Ini 4 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Doa dan Niat
UEA Terapkan Belajar Online usai Serangan Rudal dan Drone dari Iran
UEA Terapkan Belajar Online usai Serangan Rudal dan Drone dari Iran
Aktual
KBIHU Diingatkan Tak Ajak Jemaah Tur dan Umrah Berulang, Izin Bisa Dicabut
KBIHU Diingatkan Tak Ajak Jemaah Tur dan Umrah Berulang, Izin Bisa Dicabut
Aktual
Kasus di Pati, Kemenag Pindahkan 252 Santri Ponpes Ndolo Kusumo ke Sekolah Baru
Kasus di Pati, Kemenag Pindahkan 252 Santri Ponpes Ndolo Kusumo ke Sekolah Baru
Aktual
Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian
Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian
Aktual
Kurban Sapi untuk 7 Orang atau 7 Keluarga? Ini Penjelasan Syariat dan Pendapat Ulama
Kurban Sapi untuk 7 Orang atau 7 Keluarga? Ini Penjelasan Syariat dan Pendapat Ulama
Aktual
Cerita Jemaah Haji Indonesia yang Puas dengan Fasilitas di Makkah, dari Mesin Cuci hingga Makanan
Cerita Jemaah Haji Indonesia yang Puas dengan Fasilitas di Makkah, dari Mesin Cuci hingga Makanan
Aktual
Doa Melihat Ka’bah dan Menyentuh Hajar Aswad di Masjidil Haram, Ini Bacaan Lengkapnya
Doa Melihat Ka’bah dan Menyentuh Hajar Aswad di Masjidil Haram, Ini Bacaan Lengkapnya
Doa dan Niat
Cara Tarik Uang Tunai di ATM Arab Saudi dengan Kartu dari Indonesia, Jemaah Haji Wajib Tahu
Cara Tarik Uang Tunai di ATM Arab Saudi dengan Kartu dari Indonesia, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
Sudah Bayar Dam, Apakah Boleh Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya
Sudah Bayar Dam, Apakah Boleh Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Hukum Kurban Menurut Jumhur Ulama, Ini Penjelasan Lengkap dan Dalilnya
Hukum Kurban Menurut Jumhur Ulama, Ini Penjelasan Lengkap dan Dalilnya
Aktual
Syarat Hewan Kurban Menurut Syariat, Mulai dari Jenis, Usia, hingga Kondisi Fisik
Syarat Hewan Kurban Menurut Syariat, Mulai dari Jenis, Usia, hingga Kondisi Fisik
Aktual
Rahasia di Balik Ujian Hidup: Allah Tak Bebani Hamba di Luar Kemampuan
Rahasia di Balik Ujian Hidup: Allah Tak Bebani Hamba di Luar Kemampuan
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Kerahkan 22 Ribu Petugas dan 3.000 Alat
Jelang Haji 2026, Saudi Kerahkan 22 Ribu Petugas dan 3.000 Alat
Aktual
Kasus Pati Disorot, MUI Minta Majelis Masyayikh Perketat Monitoring di Pesantren
Kasus Pati Disorot, MUI Minta Majelis Masyayikh Perketat Monitoring di Pesantren
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com