Editor
KOMPAS.com-Doa menjadi salah satu bentuk ketergantungan seorang mukmin kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
Selain memperhatikan isi doa dan tempat memanjatkannya, umat Islam juga dianjurkan memahami waktu-waktu mustajab agar doa lebih sungguh-sungguh dihadirkan.
Dilansir dari laman MUI, sejumlah riwayat dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah menjelaskan waktu-waktu penting yang berpotensi besar dikabulkannya doa.
Sebagian besar waktu tersebut berkaitan dengan shalat, mulai dari adzan, jeda antara adzan dan iqamah, waktu shalat, hingga hari Jumat.
Baca juga: Doa Melihat Ka’bah dan Menyentuh Hajar Aswad di Masjidil Haram, Ini Bacaan Lengkapnya
Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika adzan berkumandang.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
حدثنا معن عن مالك بن أنس عن أبي حازم عن سهل بن سعد الساعدي قال: ساعتان يفتح فيهما أبواب السماء وقل داع ترد عليه دعوته: حضرة النداء في الصلاة ، والصف في سبيل الله عز وجل
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ma‘n, dari Malik bin Anas, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa‘d As-Sa‘idi, ia berkata: ‘Ada dua waktu di mana pintu-pintu langit dibuka, dan sangat jarang ada doa seorang yang berdoa pada saat itu ditolak: yaitu ketika hadirnya panggilan untuk shalat (adzan), dan saat berada dalam barisan di jalan Allah (jihad).’”
Riwayat tersebut menjelaskan bahwa adzan bukan hanya panggilan untuk melaksanakan shalat, tetapi juga menjadi momen penting untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Anjuran berdoa ketika adzan juga disebutkan dalam riwayat lain:
حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ مُحَارِبٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: كَانَ يَأْمُرُ بِالدُّعَاءِ عِنْدَ أَذَانِ الْمُؤَذِّنِينَ
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail, dari Abdurrahman bin Ishaq, dari Muharib, dari Ibnu Umar, ia berkata: ‘Beliau (Ibnu Umar) dahulu menganjurkan untuk berdoa ketika para muadzin mengumandangkan adzan.’”
Riwayat ini menunjukkan bahwa memanfaatkan waktu adzan untuk berdoa telah menjadi perhatian para ulama terdahulu.
Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak menyia-nyiakan waktu saat adzan berkumandang.
Baca juga: Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Waktu mustajab berikutnya adalah jeda antara adzan dan iqamah.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
حدثنا أبو بكر قال حدثنا وكيع عن زيد العمي عن أبي إياس عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الدعاء بين الأذان والإقامة لا يرد
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Waki‘, dari Zaid Al-‘Ammi, dari Abu Iyas, dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.’”
Hadis ini diperkuat oleh riwayat lain:
حدثنا عبيد الله أخبرنا إسرائيل عن أبي إسحاق عن بريد بن أبي مريم عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة فادعوا
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Isra’il, dari Abu Ishaq, dari Buraid bin Abi Maryam, dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah.’”
Selain itu, riwayat lain juga menyebutkan:
حدثنا أحمد بن عبد الملك بن واقد أخبرنا الحارث بن مرة حدثنا يزيد الرقاشي عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إذا كان عند الأذان فتحت أبواب السماء واستجيب الدعاء، وإذا كان عند الإقامة لم ترد دعوة
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Abd al-Malik bin Waqid, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Al-Harits bin Murrah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Yazid Ar-Raqasyi, dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Apabila telah tiba waktu adzan, dibukalah pintu-pintu langit dan doa dikabulkan. Dan apabila telah tiba waktu iqamah, tidak ada satu pun doa yang ditolak.’”
Jeda antara adzan dan iqamah sering kali terlewat karena sebagian orang sibuk dengan aktivitas lain.
Padahal, riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa waktu ini termasuk momen penting untuk memperbanyak doa.
Waktu shalat juga disebut sebagai salah satu waktu utama untuk berdoa.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
حدثنا وكيع عن سفيان عن عثمان بن الأسود عن أبي فزارة عن مجاهد قال: أفضل الساعات مواقيت الصلاة فادع فيها
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Waki‘, dari Sufyan, dari Utsman bin Al-Aswad, dari Abu Fazārah, dari Mujahid, ia berkata: ‘Waktu-waktu yang paling utama adalah waktu-waktu shalat, maka berdoalah pada saat-saat itu.’”
Shalat bukan hanya rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga momentum komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT.
Karena itu, doa yang dibaca dalam shalat menjadi bagian penting dari kekhusyukan dan penghambaan kepada Allah.
Baca juga: Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya
Hari Jumat juga memiliki waktu mustajab untuk berdoa.
Salah satu momen yang disebut dalam riwayat adalah ketika imam berdiri untuk khutbah dan shalat Jumat hingga rangkaian ibadah selesai.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
حدثنا يحيى بن آدم قال حدثنا عمار بن رزيق عن أبي إسحاق عن أبي بردة قال: إن الساعة التي يستجاب فيها لمن دعا يوم الجمعة حين يقوم الإمام في الصلاة حتى ينصرف منها
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam, ia berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Ammar bin Ruzaiq, dari Abu Ishaq, dari Abu Burdah, ia berkata: ‘Sesungguhnya waktu dikabulkannya doa bagi orang yang berdoa pada hari Jumat adalah ketika imam berdiri (untuk khutbah dan shalat) hingga selesai darinya.’”
Waktu ini memang singkat, tetapi memiliki nilai yang besar bagi orang yang ingin berdoa dengan khusyuk.
Karena itu, umat Islam dapat memanfaatkannya dengan memperbanyak doa saat khatib berdiri hendak menyampaikan khutbah dan ketika rangkaian shalat Jumat berlangsung.
Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa doa tidak hanya berkaitan dengan apa yang diminta, tetapi juga dengan adab dan waktu memanjatkannya.
Banyak orang merasa doanya belum dikabulkan, tetapi sering luput memperhatikan waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
Petunjuk tentang waktu mustajab telah disampaikan melalui sejumlah riwayat, terutama yang berkaitan dengan shalat.
Dengan memahami waktu-waktu ini, seorang muslim dapat lebih cermat memanfaatkan momen untuk berdoa kepada Allah SWT.
Orang yang beriman dianjurkan menghadirkan hati ketika adzan, jeda antara adzan dan iqamah, waktu shalat, serta hari Jumat.
Pada waktu-waktu tersebut, doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang