Editor
KOMPAS.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperingatkan keras para pembimbing haji dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak mengajak jemaah mengikuti tur keliling kota maupun umrah berulang kali selama di Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan praktik tersebut berpotensi menguras tenaga jemaah, terutama bagi lansia, serta berisiko mengganggu pelaksanaan ibadah utama.
“Kami juga memperingatkan KBIHU supaya pemimpin rombongannya tidak melakukan itu. Kalau mereka melakukan itu kami akan peringatkan,” ujar Dahnil saat diwawancarai di Bandara Internasional Juwata Tarakan, Senin (5/5/2026).
Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian
Ia menekankan, peringatan ini bukan sekadar imbauan. Kemenhaj bahkan telah mengancam mencabut izin sejumlah KBIHU yang dinilai berlebihan membuat program tur kota dan umrah berkali-kali.
Dahnil menambahkan, sudah ada beberapa KBIHU diancam untuk dicabut izinnya, karena terlalu banyak bikin program tur keliling kota dan umrah berulang kali, sehingga jemaah dijadikan komoditas.
Menurut Dahnil, jemaah—terutama lansia—seharusnya difokuskan pada ibadah inti haji. Ia mengingatkan bahwa sekitar 95 persen rangkaian ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang membutuhkan stamina kuat.
Baca juga: Kartu Nusuk Hilang Saat Haji? Ini Cara Mengurus dan Solusi Sementaranya
Karena itu, Kemenhaj meminta seluruh pembimbing haji untuk mengedepankan keselamatan dan kesehatan jemaah dengan menghindari agenda tambahan yang tidak esensial.
“Kami ingin, berhenti menjadikan jemaah itu sebagai komoditas,” pungkas Dahnil.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kualitas ibadah sekaligus melindungi jemaah dari kelelahan berlebih selama menjalankan rukun Islam kelima.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang