MADINAH, KOMPAS.com- Bagi setiap jemaah haji, kartu Nusuk merupakan ‘kunci’ utama untuk mengakses berbagai fasilitas ibadah di Tanah Suci.
Kartu ini harus dibawa ke mana saja, terutama untuk masuk kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Lantas bagaimana jika kartu Nusuk hilang? Tentu hal ini bisa merepotkan. Tapi tenang, simak dulu cara mengurus kartu Nusuk yang hilang dan beberapa tipsnya, seperti dilansir dari laman Kantor Urusan Haji:
Baca juga: Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji
Jika Anda menyadari kartu Nusuk hilang, segera lakukan langkah-langkah pelaporan berjenjang berikut ini:
Langkah pertama adalah segera menemui Ketua Kloter Anda. Ceritakan kronologi bagaimana kartu tersebut hilang atau kapan terakhir kali Anda melihatnya. Ketua kloter akan mencatat identitas lengkap Anda untuk diajukan dalam proses pembuatan kartu ulang.
Setelah menerima laporan dari jemaah, Ketua kloter akan meneruskan informasi kehilangan tersebut kepada Kepala Sektor terkait agar data Anda masuk dalam daftar prioritas penanganan di tingkat sektor.
Data jemaah yang kehilangan kartu dari berbagai kloter akan direkapitulasi secara kolektif oleh Kepala Sektor. Laporan resmi ini kemudian dikirimkan ke Kantor Daker Madinah atau Daker Makkah (tergantung posisi jemaah saat itu).
Baca juga: Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya
Pihak Daker akan meneruskan daftar laporan tersebut kepada Syarikah Nusuk selaku penyedia layanan teknis. Di tahap inilah permintaan cetak ulang diproses secara sistem.
Setelah laporan masuk ke sistem Syarikah, ada prosedur teknis yang harus dilalui hingga kartu baru sampai ke tangan jemaah:
Pihak Syarikah akan memverifikasi data dan mencetak kembali kartu sesuai identitas jemaah yang dilaporkan.
Kartu yang sudah selesai dicetak tidak langsung diberikan kepada jemaah secara individu, melainkan melalui Sektor, lalu diteruskan ke Ketua Kloter.
Ketua kloter akan menyerahkan kartu Nusuk yang baru kepada jemaah. Setelah diterima, kartu tersebut sudah aktif dan bisa langsung digunakan kembali untuk beraktivitas.
Baca juga: Kartu Nusuk Hilang? Ini 4 Langkah Penting yang Harus Dilakukan
Proses cetak ulang mungkin membutuhkan waktu. Agar ibadah dan pergerakan Anda tidak terhambat, manfaatkan teknologi digital yang tersedia. Jemaah sangat disarankan untuk mengakses kartu Nusuk versi digital melalui aplikasi Nusuk atau aplikasi Tawakkalna.
Versi digital ini memiliki QR Code yang berfungsi sama dengan kartu fisik dan dapat ditunjukkan kepada petugas keamanan jika diperlukan pemeriksaan mendadak. Pastikan ponsel Anda selalu dalam kondisi baterai yang cukup saat keluar dari pemondokan.
Tentu mencegah lebih baik daripada mengurus kehilangan. Ada beberapa tips sederhana yang bisa dipraktikkan jemaah haji agar kartu Nusuk tidak mudah hilang.