Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jarang Diketahui, Ini 5 Hewan Peliharaan Rasulullah Selain Kucing

Kompas.com, 4 Mei 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kucing sering disebut sebagai hewan kesayangan Nabi Muhammad. Namun, di balik itu, terdapat beragam hewan lain yang pernah dipelihara beliau, masing-masing dengan kisah yang sarat makna.

Riwayat-riwayat tentang hewan peliharaan Rasulullah tidak hanya menunjukkan sisi keseharian beliau, tetapi juga menggambarkan ajaran Islam tentang kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup.

Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa memperlakukan hewan dengan baik merupakan bagian dari akhlak mulia seorang Muslim.

Kasih Sayang Rasulullah terhadap Hewan

Sikap Rasulullah terhadap hewan bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari ajaran. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa orang yang menyayangi makhluk hidup akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Dalam buku Ar-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dijelaskan bahwa kehidupan Rasulullah penuh dengan nilai kasih sayang, tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada hewan. Hal ini menjadi dasar etika Islam dalam memperlakukan makhluk lain.

Baca juga: Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa

1. Unta: Sahabat Perjalanan Bernama Qiswa

Salah satu hewan paling dikenal dalam kehidupan Rasulullah adalah unta bernama Qiswa. Dalam buku Qiswa, Unta Kesayangan Nabi Muhammad karya Ceng Ahmar Syamsi disebutkan bahwa unta ini memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah.

Qiswa bukan sekadar alat transportasi. Ia menjadi saksi berbagai peristiwa penting, termasuk perjalanan hijrah dan aktivitas harian Rasulullah.

Perhatian beliau terhadap kesehatan dan makanan unta ini menunjukkan bahwa hewan pun memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik.

2. Kuda: Tunggangan Perang dan Kehormatan

Rasulullah juga memiliki beberapa kuda yang digunakan dalam perjalanan dan peperangan. Kuda pertama beliau bernama As-Sakb, yang dibeli dari seorang Badui.

Dalam kitab ‘Umdah al-Ahkam karya Abdul Ghani Al-Maqdisi disebutkan bahwa Rasulullah mengganti nama kuda tersebut dan merawatnya dengan baik. Kuda ini bahkan pernah digunakan dalam perlombaan dan memenangkan pacuan.

Selain As-Sakb, terdapat kuda lain seperti Al-Murtajaz, Lizaz, hingga Al-Ward. Sebagian di antaranya merupakan hadiah dari para sahabat atau pemimpin wilayah lain, menunjukkan hubungan diplomatik yang terjalin saat itu.

Baca juga: Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi

3. Baghal: Duldul yang Setia Menemani

Baghal hasil persilangan antara kuda dan keledai juga termasuk hewan peliharaan Rasulullah. Hewan ini dikenal dengan nama Duldul.

Duldul sering digunakan sebagai tunggangan dalam perjalanan. Menariknya, Rasulullah sendiri menyiapkan makanan untuknya, termasuk menumbuk gandum. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung beliau dalam merawat hewan.

Menurut berbagai riwayat, Duldul hidup cukup lama bahkan setelah wafatnya Rasulullah, hingga akhirnya meninggal di wilayah Yanbu.

4. Kambing dan Domba: Sumber Kehidupan Sehari-hari

Selain hewan tunggangan, Rasulullah juga memelihara hewan ternak seperti kambing dan domba.

Tercatat ada beberapa kambing yang beliau terima sebagai hadiah, seperti Ujrah, Zamzam, dan Barakah.

Dalam buku Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dijelaskan bahwa Rasulullah menjalani kehidupan yang sederhana, termasuk dalam hal konsumsi.

Kambing dan domba menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, baik untuk susu maupun daging.

Namun demikian, cara beliau memperlakukan hewan-hewan ini tetap penuh kasih, tanpa menyiksa atau membebani secara berlebihan.

5. Keledai: Ufair yang Penuh Kisah

Rasulullah juga memiliki keledai bernama Ufair, yang merupakan hadiah dari penguasa Mesir, Al-Muqauqis. Keledai ini digunakan sebagai tunggangan dalam berbagai aktivitas.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Ufair memiliki warna abu-abu dan menjadi salah satu hewan yang cukup dekat dengan Rasulullah. Bahkan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa keledai ini wafat pada masa Haji Wada’.

Selain Ufair, terdapat pula keledai lain yang diberikan oleh sahabat seperti Sa’ad bin Ubadah, yang menunjukkan kebiasaan saling memberi hadiah di kalangan masyarakat saat itu.

Baca juga: Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam

Etika Islam dalam Memperlakukan Hewan

Dari berbagai kisah tersebut, tampak jelas bahwa hubungan Rasulullah dengan hewan tidak sekadar fungsional. Hewan bukan hanya alat, tetapi juga makhluk hidup yang harus dihormati.

Dalam perspektif fikih, memperlakukan hewan dengan baik merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

Rasulullah melarang menyiksa hewan, membebani di luar kemampuan, atau mengabaikan kebutuhan dasar mereka.

Hal ini sejalan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam, termasuk hewan.

Refleksi: Teladan Kepedulian yang Relevan Hingga Kini

Kisah hewan peliharaan Rasulullah membuka sisi lain dari kehidupan beliau yang sering kali luput dari perhatian.

Di balik peran besar sebagai nabi dan pemimpin, terdapat keteladanan sederhana dalam memperlakukan makhluk hidup.

Di era modern, ketika isu kesejahteraan hewan semakin mendapat perhatian global, ajaran Rasulullah justru telah lebih dulu menanamkan nilai-nilai tersebut.

Menyayangi hewan bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga bagian dari ibadah. Dari unta hingga keledai, setiap kisah menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak mengenal batas, bahkan kepada makhluk yang tidak bisa berbicara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Aktual
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Aktual
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Aktual
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Aktual
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Aktual
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Aktual
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Aktual
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Aktual
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Aktual
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa dan Niat
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Aktual
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar